Baby Gym, Olahraga untuk Melatih dan Mendukung Perkembangan Si Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mengajarkan olahraga pada anak tidak harus menunggu saat ia sudah dewasa. Sejak masih bayi, Anda sebenarnya sudah mulai bisa membiasakan si kecil berolahraga, contohnya senam (baby gym). Selain menyenangkan, baby gym ini juga memberikan manfaat menarik untuk bayi, lho! Lantas, seperti apa gerakan senam bayi (baby gym)?

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Apa itu baby gym (senam bayi)?

olahraga untuk bayi

Baby gym adalah olahraga senam yang dilakukan oleh bayi. Sama halnya seperti anak balita, anak sekolah, dan orang dewasa, bayi juga bisa melakukan senam sejak kecil.

Senam bayi bisa dilakukan dengan menggerakkan anggota tubuh si kecil seperti senam pada umumnya.

Namun, melansir dari Baby Centre, bayi juga bisa melakukan senam dengan memainkan mainan melengkung yang biasanya digantung di atas kepalanya.

Mainan tersebut dikenal dengan nama playmat. Playmat bayi ini umumnya berbentuk setengah lingkaran dengan alas empuk sebagai tempat bayi berbaring.

Selain terdapat mainan yang digantung, playmat juga biasanya dilengkapi dengan suara musik guna menambah ketertarikan si kecil.

Kegiatan senam sekaligus bermain ini bisa Anda mulai dilakukan sejak usia bayi 3 bulan.

Apa manfaat baby gym (senam bayi)?

kemampuan motorik halus bayi

Baby gym atau senam bayi yang dilakukan dengan playmat maupun tanpa alat sama-sama memberikan manfaat baik bagi tumbuh kembangnya.

Menurut Jurnal Ilmiah Maksitek, melakukan senam bayi ternyata mampu mendukung perkembangan si kecil.

Selain menghibur, senam bayi juga melatih koordinasi tangan, mata, kaki, serta anggota gerak tubuh lainnya.

Jika baby gym dilakukan dengan playmat, bayi juga dapat belajar menggunakan keterampilan tangan dan kakinya dengan baik.

Melakukan baby gym dengan playmat dapat membantu bayi belajar menggapai, menggenggam, memukul, dan menarik.

Ini karena mainan yang ada di depan matanya membuat bayi tertarik untuk menyentuhnya, terlebih karena beragam mainan tersebut punya bentuk dan warna yang berbeda-beda.

Sementara bila dilakukan tanpa playmat, manfaat yang didapat dari senam bayi juga tidak kalah baik.

Ikatan (bonding) antara ibu dan bayi bisa lebih erat karena adanya interaksi langsung. Hal ini juga sebenarnya bisa Anda peroleh bila bermain bersama si kecil menggunakan playmat.

Pada intinya, berikut beragam manfaat dari baby gym:

  • Menghibur bayi.
  • Melatih koordinasi anggota tubuh seperti tangan, kaki, dan mata.
  • Mengasah perkembangan motorik bayi.
  • Melatih fokus bayi.
  • Mengeksplorasi kemampuan diri.

Bahkan, memberikan kesempatan bayi bereksplorasi dengan playmat dan dirinya sendiri bisa mempercepat perkembangannya.

Lambat laun, bayi mampu tengkurap, meraih benda, duduk, dan lainnya.

Bagaimana gerakan baby gym (senam bayi)?

bab berdarah pada bayi
Sumber: Vox

Membiarkan bayi bermain dengan playmat memang bisa membantu tubuhnya bergerak.

Akan tetapi, sesekali tidak ada salahnya untuk melatih baby gym atau senam bayi dengan cara menggerakkan langsung anggota tubuhnya.

Nah, berikut panduan gerakan baby gym atau senam bayi yang bisa Anda terapkan pada si kecil:

1. Loving hugs

Berikut langkah-langkah senam bayi dengan gerakan loving hugs:

  1. Pegang kedua pergelangan tangan bayi dengan lembut.
  2. Rentangkan kedua tangan bayi lurus ke samping.
  3. Bawa kedua tangan bayi ke arah dada, tekuk, kemudian silangkan satu sama lain (seolah sedang memeluk dirinya sendiri).
  4. Ulangi gerakan tersebut beberapa kali.

2. Bicycle

Berikut langkah-langkah senam bayi dengan gerakan bicycle:

  1. Posisikan tubuh bayi berbaring telentang.
  2. Pegang salah satu kaki dengan lembut sembari mendorong ke atas atau arah dada.
  3. Pegang satu kaki yang lain dan tarik lurus ke bawah.
  4. Ulangi gerakan ini selama beberapa kali secara bergantian pada kedua kaki seolah sedang mengayuh sepeda.
  5. Biarkan bayi menendang-nendang kedua kakinya dengan bebas setelah selesai.

3. Diagonal boogie

Berikut langkah-langkah baby gym atau senam bayi dengan gerakan diagonal boogie:

  1. Pegang pergelangan kaki kiri bayi dan pergelangan tangan kanannya.
  2. Satukan tangan dan kaki bayi dari sisi yang berbeda tersebut, kemudian regangkan kembali.
  3. Ulangi gerakan tersebut selama beberapa kali.
  4. Setelah selesai, ganti pergelangan kaki kanan bayi dan pergelangan tangan kirinya.
  5. Ulangi kembali selama beberapa kali.

4. Pull up

Berikut langkah-langkah senam bayi dengan gerakan pull up:

  1. Posisikan tubuh bayi berbaring telentang.
  2. Pegang kedua tangan bayi dengan lembut.
  3. Tarik kedua tangannya secara perlahan sembari membangunkan tubuh bayi ke posisi duduk.
  4. Jaga punggung bayi tetap lurus.
  5. Kemudian kembalikan bayi ke posisi berbaring dengan tetap memegang kedua tangannya.
  6. Ulangi gerakan ini selama beberapa kali.

5. Little bird

Berikut langkah-langkah baby gym atau senam bayi dengan gerakan little bird:

  1. Posisikan tubuh bayi berbaring telentang.
  2. Pegang kedua pergelangan tangan bayi dengan lembut.
  3. Angkat kedua tangannya sampai ke atas kepala perlahan-lahan.
  4. Turunkan kembali kedua tangannya ke samping badan seolah seperti burung yang sedang mengepakkan sayapnya, tetapi dalam tempo yang lambat.
  5. Ulangi gerakan tersebut beberapa kali.

Pakai playmat atau dengan bantuan gerakan tangan Anda, sama-sama membantu bayi untuk berlatih bagaimana cara membuat gerakan dengan anggota tubuhnya.

Perhatikan untuk tetap melakukan gerakan senam yang sesuai dengan kemampuan dan perkembangan bayi.

Nah sekarang, sudah siapkah untuk mengajak bayi berolahraga? Selamat berlatih senam dengan si kecil ya, Bu!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Standar tumbuh kembang bayi sesuai usia penting untuk mengukur pertumbuhan si kecil. Lantas, bagaimana pertumbuhan bayi yang seharusnya di tahun pertama?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Apa yang bisa dilihat bayi baru lahir berbeda dengan yang dilihat oleh anak-anak maupun orang dewasa. Lalu, kapan bayi bisa melihat dengan jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Kenapa Bayi Lebih Sering Ngulet Dibanding Orang Dewasa?

Jika memperhatikan gerak-gerik bayi, mungkin Anda melihat bahwa bayi sering ngulet alias meregangkan tubuh. Kenapa ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 8 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Perkembangan Bayi 2 Minggu

Bayi Anda kini sudah memasuki usia 2 minggu. Bagaimana perkembangan bayi 2 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 2 minggu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

growth spurt pada bayi

Mengenal Growth Spurt, Peningkatan Perkembangan Bayi yang Cukup Pesat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
berat badan janin ideal

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
bayi sehat

Tak Hanya dari Fisik, Kenali 10 Ciri-Ciri Bayi yang Sehat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit