backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Memahami Proses Terjadinya Pelangi untuk Diajarkan pada si Kecil

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 31/03/2023

Memahami Proses Terjadinya Pelangi untuk Diajarkan pada si Kecil

Dalam masa tumbuh kembang anak, sangat wajar jika rasa ingin tahu si Kecil membuat ia terus bertanya tentang segala hal yang dilihatnya. Salah satunya mungkin mengenai apa itu pelangi dan bagaimana proses terjadinya.

Apalagi, warna-warni pelangi yang begitu menarik membuat sebagian besar anak usia sekolah atau bahkan balita ingin mengetahui lebih lanjut tentang fenomena alam ini.

Jadi, sudah tahukah Anda fakta-fakta tentang pelangi? Jika belum, cari tahu jawabannya di bawah ini. Memahami berbagai fakta pelangi tentu bisa membawa manfaat bagi si Kecil dalam menambah wawasannya tentang dunia.

Apa itu pelangi?

Pelangi sebenarnya tidak benar-benar ada di suatu tempat di langit. Pada dasarnya, pelangi merupakan suatu ilusi optik.

Bisa dikatakan, pelangi adalah busur warna-warni yang muncul dari hasil pembiasan dan pemantulan cahaya.

Warna-warni ini muncul ketika sinar matahari mengenai tetesan air di depan seseorang yang melihatnya pada sudut yang tepat (42 derajat).

Artinya, kemunculan pelangi bergantung pada tempat Anda berdiri dan sinar matahari (atau sumber cahaya lain) datang.

Pelangi itu sendiri membutuhkan tetesan air untuk dapat mengambang di udara. Inilah mengapa pelangi umumnya dapat Anda lihat setelah hujan.

Meski begitu, fenomena alam ini juga dapat dilihat di sekitar kabut, semburan laut, atau air terjun yang terkena sumber cahaya.

Seperti yang Anda lihat, pelangi sering kali muncul sebagai suatu busur cahaya yang berwarna-warni. Warna yang muncul umumnya merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu.

Ingat!

MEJIKUHIBINIU adalah cara mudah mengingat jenis warna pelangi, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Bagaimana proses terjadinya pelangi?

Memahami fakta-fakta serta proses terjadinya pelangi mungkin tidak mudah bagi anak-anak. Ia mungkin bertanya-tanya proses terjadinya pelangi setelah membaca buku favoritnya.

Agar lebih mudah mengajari si Kecil, Anda bisa mengajaknya jalan-jalan ke luar.

Tunjukkan kepada anak bagaimana hujan turun dari langit hingga kemudian pelangi bisa terbentuk. Lantas, seperti apa proses terjadinya pelangi?

Sebagaimana penjelasan di atas, pelangi terbentuk dari proses yang disebut dengan pembiasan (refraksi) dan pemantulan (refleksi). Begini kira-kira penjelasannya.

1. Refraksi dan refleksi

fakta pelangi

Proses refraksi (pembiasan) dan refleksi (pemantulan) dimulai ketika cahaya matahari mengenai tetesan air, baik air hujan atau air kabut.

Memiliki medium yang lebih padat dari udara, tetesan air ini bak sebuah cermin.

Saat mengenai satu tetesan air, gelombang cahaya kemudian akan dibiaskan ke arah yang berbeda. Cahaya yang dibiaskan ini kemudian dipantulkan oleh bagian belakang tetesan air.

Saat keluar dari tetesan air tersebut, cahaya kemudian dibiaskan dan dipantulkan lagi oleh tetesan-tetesan air lainnya pada berbagai sudut.

Begitu seterusnya hingga proses pembiasan dan pemantulan ini menuju mata Anda yang sedang melihat ke arah langit pada sudut yang tepat.

2. Terbentuknya warna

Jika begitu fakta terbentuknya, lantas bagaimana warna-warni pada pelangi bisa muncul?

Anak Anda mungkin sangat penasaran dengan pertanyaan ini karena warna-warni inilah yang si Kecil lihat saat ia bermain di luar rumah ketika pelangi muncul. Begini kira-kira penjelasannya.

Dari yang Anda lihat, cahaya matahari memang memiliki warna putih.

Namun sebenarnya, cahaya matahari terbuat dari berbagai panjang gelombang (warna) yang berbeda yang bergerak dengan kecepatan yang berbeda pula saat melewati suatu medium.

Jadi, ketika dibiaskan dan dipantulkan oleh tetesan air, cahaya matahari ini terpecah menjadi berbagai warna yang berbeda.

Umumnya, gelombang yang lebih panjang akan muncul sebagai warna merah, sedangkan yang lebih pendek terlihat sebagai biru atau ungu pada pelangi.

Melansir National Geographic, merah pada pelangi memiliki panjang gelombang sekitar 650 nanometer. Biasanya, warna ini akan muncul di bagian luar lengkungan pelangi.

Sementara panjang gelombang ungu sekitar 400 nanometer dan biasanya muncul di bagian dalam dari lengkungan pelangi.

Di ujungnya, warna pelangi akan terlihat tumpang tindih dan seperti menghasilkan kemilau cahaya putih. Hal ini membuat bagian dalam pelangi terlihat lebih mencolok daripada bagian luarnya.

Tahukah Anda?

Fakta lain dari pelangi, yaitu pelangi sebenarnya berbentuk lingkaran penuh. Pusat dari lingkaran ini disebut dengan titik antisolar.
Namun umumnya, seseorang yang ada di daratan tidak dapat melihat lingkaran pelangi ini karena cahaya yang dipantulkan oleh tetesan air hujan berada di atas cakrawala.
Terkadang, seseorang yang ada di pesawat yang dapat melihat pelangi dalam bentuk lingkaran.

Beragam jenis pelangi yang perlu Anda ketahui

Setelah tahu proses terjadinya, anak Anda perlu tahu kalau pelangi memiliki beragam jenis.

Itulah mengapa bentuk pelangi yang dilihat saat si Kecil beraktivitas fisik di luar rumah bisa berbeda-beda. Berikut ini adalah beragam jenis pelangi yang perlu Anda dan si Kecil ketahui.

1. Binar

proses terjadinya pelangi

Jenis pelangi yang satu ini muncul saat hujan atau gerimis turun di antara Anda dan matahari. Binar dibentuk oleh cahaya yang melewati tetesan hujan, bukan dipantulkan olehnya.

2. Pelangi ganda atau sekunder

Apakah Anda atau si Kecil pernah melihat pelangi yang redup (sekunder) di atas suatu pelangi (primer)? Inilah yang kemudian disebut dengan pelangi ganda.

Pelangi ganda disebabkan oleh cahaya yang dipantulkan dua kali di dalam tetesan air. Akibat hal ini, warna merah pada pelangi sekunder ada di bagian dalam lengkungan, sedangkan di luarnya berwarna ungu.

3. Pelangi kembar

Seperti anak kembar, pelangi juga bisa mengalami hal yang sama. Pelangi kembar adalah dua pelangi berbeda yang dihasilkan dari satu titik akhir.

Jenis yang satu ini terbentuk dari cahaya matahari yang mengenai massa udara dengan berbagai ukuran dan bentuk tetesan air hujan.

4. Pelangi supernumerary (cadangan)

Pelangi supernumerary atau cadangan disebut sangat jarang terjadi. Jenis pelangi ini berbentuk busur tipis yang biasanya muncul di bawah lengkungan bagian dalam pelangi primer.

Supernumerary merupakan hasil dari interaksi kompleks sinar cahaya dalam massa udara dengan tetesan air kecil berukuran sama.

5. Pelangi refleksi (reflection rainbow)

Pelangi refleksi muncul di atas badan air. Jenis pelangi ini terjadi ketika pelangi primer yang sudah terbentuk dipantulkan kembali oleh air. Hasil pemantulannya membentuk pelangi refleksi yang ada di atas badan air.

Meski begitu, pelangi refleksi ini bukanlah bayangan cermin dari pelangi primer. Pelangi refleksi sering kali tampak merentang dari primernya.

6. Pelangi yang dipantulkan (reflected rainbow)

Reflected rainbow muncul langsung di permukaan badan air. Jenis pelangi ini tercipta dari cahaya yang dipantulkan oleh permukaan air setelah sinar tersebut melewati tetesan air.

Pelangi yang dipantulkan terlihat tidak membentuk lingkaran dengan pelangi primer, meski titik ujungnya tampak bertemu.

7. Pelangi merah

Jika pelangi umumnya berwarna-warni, jenis yang satu ini hanya terlihat memiliki satu warna, yaitu merah. Biasanya, pelangi ini muncul saat matahari terbit atau terbenam.

Pada masa ini, sinar matahari bergerak lebih jauh di atmosfer dan gelombang yang lebih pendek (biru dan ungu) dihamburkan, sehingga hanya warna merah yang terlihat.

8. Fogbow atau pelangi kabut

Proses terjadinya pelangi kabut hampir sama dengan pelangi primer. Namun, pada jenis ini, cahaya yang dibiaskan dan dipantulkan berasal dari tetes air kabut.

Warna pada fogbow umumnya lebih redup daripada pelangi umumnya karena tetesan kabut jauh lebih kecil ketimbang butiran air hujan.

9. Pelangi bulan

Moonbow atau pelangi bulan dihasilkan oleh cahaya yang dipantulkan oleh bulan. Sama seperti fogbow, warna pelangi bulan juga lebih redup daripada pelangi pada umumnya.

Pasalnya, sinar bulan (yang berasal dari pemantulan cahaya matahari dan bintang) lebih redup daripada cahaya matahari.

10. Fire rainbow

Melansir laman Kemdikbud, fire rainbow terjadi karena adanya interaksi cahaya matahari dengan partikel air atau es yang ada di awan.

Jenis pelangi ini dapat dilihat pada awan tipis dengan kristal-kristal es (secara normal sedikitnya 6 km di atas permukaan laut).

Itulah beberapa fakta tentang pelangi yang perlu Anda pahami. Ceritakan pada si Kecil untuk menambah wawasan serta mendukung perkembangan anak Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 31/03/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan