backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Mengenal Pentingnya Pendidikan Dasar bagi Perkembangan Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Mengenal Pentingnya Pendidikan Dasar bagi Perkembangan Anak

Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui pentingnya pendidikan dasar bagi Anak. Pasalnya, pendidikan dasar merupakan fondasi yang krusial dalam perkembangan si Kecil. Untuk mengetahui pentingnya pendidikan dasar lebih jelas, simak penjelasan berikut ini. 

Pentingnya pendidikan dasar bagi anak

Melansir laman Kemendikbudristek, pendidikan dasar adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan, menumbuhkan sikap dasar yang diperlukan dalam masyarakat, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah.

Pendidikan dasar, yang berbentuk sekolah dasar (SD) atau bentuk lain yang sederajat, sangat krusial karena merupakan fondasi bagi perkembangan si Kecil

Dengan pendidikan dasar yang berkualitas, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan kognitif, sosial, dan emosional sebagai bekal bagi mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan. 

Berikut ini adalah beberapa alasan utama mengapa pendidikan dasar itu krusial dalam perkembangan anak. 

1. Fondasi pengetahuan dasar 

Melalui pendidikan di SD, anak-anak mendapatkan pengetahuan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung.

Kemampuan-kemampuan ini sangat penting untuk kelanjutan pendidikan mereka dan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Mengembangkan keterampilan sosial dan emosional 

Melalui pendidikan dasar, anak-anak juga belajar berinteraksi dengan teman dan guru, yang membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial, seperti bekerja sama, berbagi, dan menyelesaikan konflik.

Mereka juga belajar mengelola emosi, seperti memahami perasaan sendiri dan orang lain.

Melansir Strelitz International Academy, pendidikan dasar juga penting dalam setiap perkembangan anak karena dapat membentuk keterampilan sosial dan komunikasi. 

Ini dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran dan empati, sehingga memungkinkan anak untuk membedakan antara yang benar dan salah. 

3. Pembentukan karakter dan nilai moral 

Pendidikan dasar juga fokus pada pembentukan karakter dan pengajaran nilai-nilai moral, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap orang lain.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) sekaligus Psikolog Prof. Dr. Seto Mulyadi, M.Si, pun mengungkapkan hal yang sama pada acara peluncuran Program Bantuan Dana Pendidikan oleh PT Sarihusada Generasi Mahardika (SGM) di Jakarta pada Rabu (5/6). 

Menurutnya, pendidikan dasar merupakan tahap krusial dan sangat berpengaruh bukan hanya pada perkembangan akademis, tetapi juga pembentukan pribadi anak. 

“Ini menjadi kunci pada berbagai aspek perkembangan dalam membentuk wawasan dan kemampuan dasar yang diperlukan anak untuk fase kehidupan selanjutnya,” ujar pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini.

4. Membangun dasar untuk pendidikan selanjutnya 

Selain yang disebutkan di atas, pendidikan dasar merupakan batu loncatan untuk jenjang pendidikan selanjutnya.

Anak-anak yang memiliki dasar pendidikan yang kuat cenderung lebih sukses dalam pendidikan menengah dan tinggi.

5. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 

Anak-anak yang mendapatkan pendidikan dasar yang baik cenderung memiliki kesadaran yang lebih baik tentang kesehatan dan gizi.

Mereka juga lebih mungkin untuk mengadopsi perilaku hidup sehat dan menghindari risiko kesehatan.

Tantangan mewujudkan pendidikan dasar yang baik dan merata

Bukan sekadar memahami pentingnya, jenjang pendidikan dasar yang baik juga perlu diwujudkan secara merata.

Sayangnya, saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih mengalami krisis pembelajaran. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek Drs. I Nyoman Rudi Kurniawan, M.T pada acara yang sama.

“Asesmen Nasional (AN) 2021 menunjukkan bahwa Indonesia mengalami darurat literasi, terdapat 1 dari 2 peserta didik belum mencapai kompetensi minimum literasi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, tantangan lain yang dihadapi adalah penguatan karakter anak bangsa agar mereka tidak hanya memiliki kompetensi literasi dan numerasi, tetapi juga karakter yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Di samping itu, menurut pemaparan Kak Seto, masih ada anak-anak Indonesia yang kesulitan untuk mendapatkan akses pendidikan dasar.

Ini terbukti melalui angka putus sekolah di Indonesia yang masih tergolong tinggi, yaitu lebih dari 40.000 di tingkat SD. 

Di sisi lain, Arumi Bachsin, seorang public figure yang merupakan ibu dari tiga orang anak, merasa sangat prihatin dengan setiap kendala yang dihadapi orangtua dalam mewujudkan pendidikan dasar bagi anak.

“Saya sangat prihatin melihat situasi di mana masih ada orangtua yang terkendala pembiayaan untuk menyekolahkan anak, sedangkan pendidikan teramat penting dan merupakan bentuk komitmen investasi jangka panjang orangtua,” katanya.

Komitmen mewujudkan pendidikan dasar yang krusial bagi anak

Mengingat pentingnya pendidikan dasar bagi anak, Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar.

Kebijakan ini dilakukan melalui program Gerakan Sekolah Sehat yang berfokus pada 5S, yaitu Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa dan Sehat Lingkungan.

“Tentunya dalam mengatasi segala tantangan pemerataan akses pendidikan ini diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat di mana pemerintah, sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat luas perlu bersatu padu dan bekerja sama,” ujar I Nyoman.

Di samping itu, untuk mendukung tumbuh kembang anak dan agar bisa memperoleh nutrisi dan akses pendidikan yang baik, SGM meluncurkan Program Bantuan Dana Pendidikan tingkat SD bagi 70 anak Generasi Maju Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia. 

Patrisia Marlina selaku Head of Brand SGM Eksplor mengatakan, SGM Eksplor percaya bahwa anak adalah aset terbesar bangsa. 

“Kesuksesan bangsa dalam memupuk potensi anak tidak hanya akan menjadikan mereka generasi yang lebih baik, tetapi juga dapat menghasilkan generasi mendatang untuk peningkatan kemajuan bangsa Indonesia secara konsisten,” ujarnya.

Dalam merealisasikan pemberian dukungan dana pendidikan ini, SGM menggandeng mitra yang memiliki visi sama terhadap akses nutrisi dan pendidikan demi kemajuan anak bangsa, antara lain Hoshizora Foundation. 

SGM Eksplor juga bermitra dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart) yang turut memberikan dukungan dalam mensukseskan kegiatan minum susu bersama secara serentak di 70 kota di Indonesia. 

Kerja sama ini terjalin berkat kesamaan visi antara Alfamart dengan SGM Eksplor dalam mendukung terciptanya generasi emas 2045.

Ke depannya, SGM Eksplor akan terus konsisten mendukung Indonesia untuk menciptakan Generasi Emas melalui nutrisi terbaik serta memberikan akses lewat kontribusi nyata terhadap pendidikan anak-anak Indonesia. 

Hal ini tentu sejalan dengan visi pemerintah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dari generasi ke generasi untuk mencapai Generasi Emas Indonesia pada tahun 2045.

Kesimpulan

Pendidikan dasar memegang peran penting dan krusial sebagai fondasi dalam perkembangan anak-anak. Namun, untuk mewujudkan pendidikan dasar yang baik, layak, dan merata, diperlukan kerja sama berbagai sektor, termasuk pemerintah, sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat luas.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan