Benarkah Kasih Sayang Ayah Lebih Besar pada Anak Perempuannya?

    Benarkah Kasih Sayang Ayah Lebih Besar pada Anak Perempuannya?

    Hubungan dekat antara ayah dan anak perempuan memainkan peranan penting. Seringkali, ayah dianggap memberi perlakuan yang berbeda kepada anak perempuannya dan cenderung memiliki hubungan yang amat dekat.

    Banyak pula yang menyangka jika kasih sayang ayah ke anak perempuan lebih besar ketimbang anak laki-laki. Benarkah demikian? Berikut ini penjelasannya.

    Benarkah kasih sayang ayah ke anak perempuan lebih besar?

    ayah dan anak perempuan

    Hubungan seorang ayah dan anak perempuan mereka dapat memainkan peran kunci dalam perkembangan anak hingga dewasa.

    Bahkan, ketika ayah hadir dalam kehidupan anak perempuan mereka, ia cenderung tumbuh dengan baik.

    Sebuah penelitian dari Woodruff Health Sciences Centre Atlanta melibatkan 52 orang ayah yang diberikan alat perekam untuk dikenakan di ikat pinggangnya.

    Berdasarkan hasil rekaman yang sudah diterjemahkan ini, perlakukan ayah pada anak perempuan lebih banyak menggunakan bahasa yang halus, lembut, dan bermuatan emosi, seperti menangis, sedih, air mata, dan kesepian.

    Ayah juga terbukti lebih sering bernyanyi untuk anak perempuannya dibandingkan dengan jagoan kecilnya.

    Selain itu, ayah juga akan cenderung menggunakan kata-kata yang memiliki arti lebih kepada anak perempuan daripada anak laki-lakinya.

    Sementara itu, kata-kata tersebut bisa mengarah pada pengembangan alur komunikasi pada anak yang jauh lebih baik.

    Hal ini yang kemudian dianggap kasih sayang ayah ke anak perempuan lebih besar. Padahal, setiap orangtua tentu akan menyayangi anaknya dengan caranya masing-masing.

    Dampak pada anak perempuan jika kurang kasih sayang ayah

    Setiap hubungan ayah dan anak perempuan akan melewati fase-fase yang berbeda. Meskipun akan melewati fase yang sulit, tapi semuanya akan bermakna.

    Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dampak jika anak perempuan kurang kasing sayang ayah di bawah ini.

    1. Tidak memiliki rasa percaya diri

    Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa salah satu dampak anak perempuan kurang kasih sayang ayah yakni kurang rasa percaya diri.

    Kepercayaan dirinya pada kemampuan dan nilai dirinya sebagai manusia bisa sangat berkurang jika ayahnya tidak ada atau tidak sayang kepada anak perempuannya.

    Secara akademis, pribadi, profesional, fisik, sosial, dan romantis, percaya diri seorang wanita berkurang dalam setiap situasi jika dia tidak membentuk hubungan yang sehat dengan ayahnya.

    2. Kesulitan dalam membangun dan mempertahankan hubungan

    Anak perempuan yang tumbuh tanpa kasih sayang ayah akan merasa sulit untuk membentuk hubungan yang langgeng.

    Pasalnya, mereka takut dengan penolakan yang akan terjadi dan tidak ingin mengambil risiko terluka lagi.

    Sadar atau tidak sadar, mereka menghindari untuk dekat dengan orang lain. Mereka juga akan memiliki kepribadian yang tertutup dan pendiam sehingga tidak berusaha untuk mengenal orang lain.

    Parahnya, mereka bisa melakukan cara apapun untuk mendapatkan perhatian seorang pria tanpa terlibat secara emosional.

    3. Mengalami gangguan makan

    autisme pada anak perempuan

    Mengutip buku The Parent’s Guide to Eating Disorders, anak perempuan yang kurang kasih sayang ayah memiliki risiko lebih besar terkena gangguan makan.

    Misalnya anoreksia nervosa, bulimia, makan berlebihan, dismorfia tubuh, dan gangguan makan lainnya.

    Gangguan ini mungkin lebih banyak terjadi jika seorang gadis tidak memiliki figur ayah saat dia tumbuh dewasa. Dampak anak perempuan kurang kasih sayang ayah juga dua kali lipat berisiko mengalami obesitas.

    4. Lebih rentan depresi

    Tidak mengherankan, anak perempuan yang tumbuh tanpa kasih sayang ayah lebih rentan mengalami depresi saat dewasa. Ini bisa terjadi karena mereka takut ditinggalkan dan ditolak.

    Bahkan, mereka akan menghindari hubungan romantis yang sehat karena mereka merasa tidak pantas dan takut terluka.

    Namun, tak jarang mereka terlibat ke dalam hubungan yang tidak sehat yang pada akhirnya menyebabkan patah hati hingga menjadi depresi.

    5. Melakukan perilaku seksual berisiko

    Sebuah studi mengungkapkan bahwa anak perempuan yang tidak dekat dengan ayahnya cenderung akan melakukan hubungan seks lebih dini dan perilaku seksual berisiko.

    Studi juga menunjukkan bahwa lebih dari 70% kehamilan remaja yang tidak direncanakan terjadi di rumah yang tidak memiliki figur ayah.

    6. Memiliki perilaku yang menyimpang

    Kurang kasih sayang ayah juga dapat membuat seorang anak perempuan terjebak dalam siklus penyalahgunaan obat-obat terlarang untuk menyembuhkan masalah hidupnya selama ini.

    Menurut U.S. Department of Health and Human Services, anak perempuan yang tumbuh tanpa sosok ayah yang baik memiliki risiko penyalahgunaan narkoba dan alkohol yang jauh lebih besar.

    Ditemukan sebanyak 69% anak perempuan memiliki kemungkinan untuk menggunakan narkoba dan 76% akan melakukan kejahatan.

    Peran ayah dalam pengasuhan anak tidak hanya berpengaruh pada perkembangan emosional anak laki-lakinya, tetapi juga kepada anak perempuan mereka.

    Bahkan, sebuah studi menunjukkan jika ayah menyayangi dan mendukung anak-anaknya, ini akan memberikan kontribusi besar dalam perkembangan kognitif, sosial, prestasi, serta kemampuan membawa diri yang baik.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    The father-daughter dance. (n.d.). Retrieved 23 Mei 2022, from https://www.emory.edu/EMORY_MAGAZINE/issues/2017/summer/points-of-interest/father-daughter-dance/index.html

    How fathers influence their daughters’ romantic relationships. (n.d.). Institute for Family Studies. Retrieved 23 Mei 2022, from https://ifstudies.org/blog/how-fathers-influence-their-daughters-romantic-relationships

    Why the father-daughter relationship is so important. (2019, June 18). Coupleworks. Retrieved 23 Mei 2022, from https://coupleworks.co.uk/2019/06/18/father-daughter-relationship-important/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Adhenda Madarina Diperbarui Jun 24
    Ditinjau secara medis oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A