Benarkah Ayah Lebih Sayang Pada Anak Perempuan Ketimbang Anak Laki-lakinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orangtua, pasti memiliki caranya masing-masing dalam membesarkan anak-anak mereka, tak terkecuali ayah. Biasanya ayah sering kali dianggap memiliki perbedaan perlakukan terhadap anak perempuan dan laki-lakinya. Banyak yang menyangka jika kasih sayang ayah lebih besar pada anak perempuan ketimbang anak laki-laki. Benarkah demikian? Ini kata para ahli.

Apa benar kasih sayang ayah lebih besar pada anak perempuannya?

Tak sedikit orang menganggap bahwa seorang ayah akan lebih sayang pada anak perempuannya. Ia akan lebih memanjakan gadis kecilnya dan berlaku keras pada anak laki-laki. Sebenarnya, hal ini karena perlakuan yang diberikan ayah berbeda pada setiap anaknya.

Menurut teori kognitif sosial Albert Bandura, mengenai perkembangan gender, bahwa ayah dan ibu sering kali memiliki persepsi tentang perilaku “pantas” bagi perbedaan jenis kelamin anak-anak mereka.

Misalnya, anak laki-laki sejak kecil sudah dididik untuk tidak bermain dengan boneka dan berperilaku “feminin”, sementara anak perempuan sering dicegah melakukan kegiatan yang melibatkan fisik.

Mungkin Anda kerap kali mendengar pendapat bahwa “anak perempuan biasanya lebih dekat dengan ayah dan anak laki-laki dengan ibu”. Ternyata hal ini diperkuat oleh sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa ayah akan cenderung menunjukkan cara bicara dan tingkat perhatian yang lebih halus saat berkomunikasi dengan anak perempuannya. Sedangkan ayah cenderung lebih tegas ketika berhadapan dengan anak laki-lakinya.

Hal ini yang kemudian dianggap kasih sayang ayah lebih besar pada anak perempuannya. Padahal, tentu saja setiap orangtua menyayangi masing-masing anaknya. Kembali lagi, hal ini terkait dengan bagaimana sang ayah mendidik anaknya.

Kasih sayang ayah sama, hanya cara komunikasinya saja yang berbeda

Sebuah penelitian melibatkan 52 orang ayah yang diberikan alat perekam untuk dikenakan di ikat pinggangnya. Perangkat ini diprogram untuk merekam potongan suara tapi baik ayah dan anak-anaknya tidak tahu kapan perangkat tersebut akan benar-benar merekam sehingga alat akan bekerja secara alami.

Berdasarkan hasil rekaman yang sudah diterjemahkan ini, menunjukkan bahwa perlakukan ayah pada anak perempuan lebih banyak menggunakan bahasa yang halus, lembut, dan bermuatan emosi – seperti “menangis”, “sedih”, “air mata”, dan “kesepian”. Ayah juga terbukti lebih sering bernyanyi untuk anak perempuannya dibandingkan dengan jagoan kecilnya.

Selain itu, ayah juga akan cenderung menggunakan kata-kata yang memiliki arti lebih, seperti “lebih” dan “lebih baik” kepada anak perempuan daripada dengan anak laki-laki. Menurut Jennifer Mascaro, seorang asisten profesor keluarga dan pengobatan di Emory University School of Medicine di Atlanta, kata-kata seperti ini bisa mengarah pada pengembangan alur komunikasi yang lebih jauh dan lebih baik.

Sementara pada anak laki-laki, seorang ayah akan banyak menggunakan kata-kata yang lebih berorientasi pada pencapaian, seperti “menang” dan “bangga”. Ayah dan anak laki-laki juga kerap kali terlibat dalam interaksi yang lebih tegas serta permainan yang lebih mengandalkan fisik, misalnya menggelitik, melempar tangkap putra mereka, dan lain sebaginya.

Tetap saja, ayah harus mendidik buah hatinya tanpa membedakan gender

Nah, meskipun ayah lebih menunjukkan perilaku yang lemah lembut saat berinteraksi dengan anak perempuannya, ini bukan berarti ayah bisa selalu memperlakukan anak laki-lakinya dengan tegas. Pasalnya, baik anak perempuan dan laki-laki akan tetap memandang sosok ayahnya sebagai panutan hidup.

Dilansir dari laman Huffingtonpost, peran ayah sangat penting bagi perkembangan emosional putra dan putrinya. Bahkan sebuah studi menunjukkan jika ayah menyayangi dan mendukung anak-anaknya, ini akan memberikan kontribusi besar dalam perkembangan kognitif, sosial, prestasi, serta kemampuan membawa diri yang baik.

Sebab pada dasarnya, seorang anak perempuan ketika dewasa akan cenderung untuk memilih pasangan yang memiliki kemiripan sifat dengan ayahnya. Sementara anak laki-laki, melihat ayahnya sebagai “patokan” dalam membentuk jati dirinya. Oleh karena itu, ayah harus tetap adil dalam memperlakukan dan mendidik putra dan putrinya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

    Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 30 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

    Menghukum anak yang berbohong cenderung mendorong mereka membuat kebohongan lainnya, terutama jika si anak takut pada hukuman yang akan diterimanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 29 April 2020 . Waktu baca 5 menit

    Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

    Saat masuk sekolah dasar (SD), kadang anak belum mampu menulis dengan baik dan rapi. Berikut cara mengajari anak menulis yang dapat Anda lakukan.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 27 April 2020 . Waktu baca 8 menit

    5 Cara Efektif Mengatasi Anak Malas Belajar

    Saat anak Anda malas belajar, ada cara yang bisa Anda lakukan demi mengatasi rasa malas tersebut. Apa saja? Simak tipsnya secara lengkap di artikel ini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 13 April 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apakah Benar Sifat Pemarah Anak Menurun dari Ayahnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
    menjelaskan rasisme kepada anak

    Tips Menjelaskan Rasisme kepada Anak Sejak Dini

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 12 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
    ayah ibu depresi postpartum

    5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 1 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit