Apa Benar Tinggi Badan Bertambah Saat Anak Tidur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Minum susu sebelum tidur katanya bisa mendukung pertumbuhan tinggi badan saat anak tidur. Apakah ini benar hanya mitos? Banyak faktor yang mempengaruhi tinggi badan seorang anak, seperti faktor keturunan, status gizi, gaya hidup, dan lainnya. Mungkin tidur bisa menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tinggi badan anak agar bertambah.

Saat tidur, organ dalam tubuh kita bekerja dan hormon juga dilepaskan untuk mendukung kerja organ. Mungkin hormon ini adalah kunci utama mengapa tidur dapat mendukung pertumbuhan seorang anak. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, mari simak ulasan berikut.

Bagaimana tinggi badan anak bertambah saat tidur?

Pertumbuhan merupakan proses kompleks yang membutuhkan beberapa hormon. Salah satu hormon yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak adalah hormon pertumbuhan karena hormon ini menstimulasi proses biologis pada darah, organ, otot, dan tulang yang dibutuhkan untuk menambah tinggi badan. Beberapa hal yang mempengaruhi kerja hormon pertumbuhan adalah gizi, stres, dan olahraga, serta tidur.

Hormon pertumbuhan dilepaskan oleh kelenjar hipofisis pada otak ke aliran darah dan dilepaskan sepanjang hari, tetapi periode pelepasan yang paling tinggi adalah saat tidur, tidak lama setelah anak tidur nyenyak. Ini berarti durasi tidur yang pendek atau terjadi gangguan saat tidur dapat mempengaruhi pelepasan hormon pertumbuhan karena kita membutuhkan waktu untuk mencapai tidur yang lebih dalam.

Penelitian oleh Takahashi tahun 1968 menunjukkan bahwa waktu tidur malam yang ditunda dan tidur malam yang tidak nyenyak atau sering terbangun dapat menghambat puncak pelepasan dari hormon pertumbuhan. Penelitian lainnya yang diterbitkan oleh jurnal Otolaryngology-Head and Neck Surgery tahun 2010 menjelaskan bahwa anak yang mengalami kekurangan hormon pertumbuhan berhubungan dengan kualitas tidur yang buruk dan tinggi badan yang lebih pendek.

Oleh karena itu, anak sebaiknya mendapatkan tidur malam yang cukup untuk memaksimalkan pelepasan hormon pertumbuhan yang mendukung penambahan tinggi badan anak. Jika satu malam saja anak tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik mungkin tidak akan menghambat pertumbuhan, tetapi jika hal ini sering terjadi  hampir setiap hari mungkin dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Berapa lama sebaiknya anak tidur?

Tidur yang cukup merupakan suatu hal yang penting didapatkan anak karena pada saat tidur tubuh dapat memulihkan energi untuk membangun koneksi pada otak. Durasi tidur yang tidak cukup dapat menyebabkan anak mengalami masalah pertumbuhan, seperti terhambatnya pertumbuhan tinggi badan dan dapat berakibat anak menjadi pendek atau stunting. Durasi tidur yang pendek atau tidur kurang dapat menyebabkan anak gagal memproduksi hormon pertumbuhan dengan maksimal saat tidur, sehingga pertumbuhan tinggi badan saat tidur tidak bekerja dengan maksimal.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan kondisi kekurangan hormon pertumbuhan yang dapat mempengaruhi kerja jantung, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh. Penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Neuroendocrinology pada tahun 2011 menunjukkan bahwa anak yang mengalami kekurangan hormon pertumbuhan memiliki durasi tidur yang pendek dan kualitas tidur yang buruk dibandingkan dengan anak seumuran yang mempunyai pertumbuhan normal.

Durasi tidur yang diperlukan seorang anak berbeda-beda tergantung dengan usianya. Berdasarkan National Sleep Foundation, durasi tidur yang diperlukan bayi sampai remaja adalah:

  • Bayi baru lahir usia 0-3 bulan membutuhkan durasi tidur sekitar 14-17 jam
  • Bayi usia 4-11 bulan membutuhkan durasi tidur sekitar 12-15 jam
  • Anak usia 1-2 tahun membutuhkan durasi tidur sekitar 11-14 jam
  • Anak usia 3-5 tahun membutuhkan durasi tidur sekitar 10-13 jam
  • Anak usia 6-13 tahun membutuhkan durasi tidur sekitar 9-11 jam
  • Remaja usia 14-17 tahun membutuhkan durasi tidur sekitar 8-10 jam

Bagaimana caranya agar anak tidur dengan nyenyak?

Hormon pertumbuhan dapat dilepaskan dengan jumlah paling tinggi pada saat anak tidur dengan nyenyak. Dengan membuat anak nyenyak saat tidur, Anda berarti mendukung anak bertumbuh alias bertambah tinggi badan mereka. Untuk membantu anak tidur nyenyak dalam durasi cukup, Anda sebagai orangtua dapat melakukan:

  • Menerapkan jam tidur untuk anak setiap harinya. Anak sekolah sebaiknya sudah tidur pukul 8 atau 9 malam. Terapkan hal yang sama walaupun pada akhir pekan. Jam tidur yang tidak menentu dapat membuat kebiasaan tidur anak menjadi buruk.
  • Temani anak sebelum tidur, bisa dilakukan dengan berbicara dengan anak, menyanyikan lagu pengantar tidur, atau membacakan cerita sebelum tidur. Serta, jangan mengajak anak untuk melakukan aktivitas sebelum tidur. Pastikan anak dalam kondisi yang nyaman sebelum tidur.
  • Pastikan anak tidur dalam ruangan yang nyaman, sebaiknya dalam kondisi lampu dimatikan dan suasana tenang.
  • Jangan menempatkan televisi atau komputer di kamar anak.

BACA JUGA

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ibu, Ini Tinggi Badan Anak Balita Usia 1-5 Tahun yang Ideal

Mengukur tinggi badan balita sama penting dengan berat badan. Ini dilakukan untuk mencegah stunting. Jadi, berapa tinggi badan anak balita yang ideal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 18 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Penilaian Status Gizi Anak, Cara Mengukur Hingga Membaca Hasilnya

Metode penilaian status gizi anak dan dewasa tidaklah sama, karena adanya perbedaan usia dan ukuran tubuh. Lantas, bagaimana cara menilai status gizi anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 13 November 2020 . Waktu baca 15 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

Dari mulai rambut rontok hingga tekanan darah tinggi, semua bisa terjadi hanya gara-gara putus cinta. Mengapa patah hati menyebabkan gangguan kesehatan?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan ideal balita

Ketahui Berat Badan yang Ideal untuk Anak Usia 1-5 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
perkembangan remaja

Tahapan Perkembangan Remaja Mulai dari Usia 10-18 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
berat dan tinggi badan ideal anak 6-9 tahun

Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
tinggi dan berat badan ideal anak

Cara Sehat Bantu Anak Capai Berat dan Tinggi Badan Ideal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit