4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Meski demam merupakan bagian dari proses saat tubuh melawan bakteri, tetap saja Anda pasti merasa khawatir dan tidak tega melihat anak merasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, seringkali orang tua melakukan berbagai tindakan dalam upaya menurunkan suhu badan saat anak demam, seperti memberikan obat. Padahal, perlu Anda ketahui demam biasanya akan hilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan atau perawatan yang terlalu serius. Jadi. jangan melakukan tindakan tanpa mengetahui konsekuensinya sebab terdapat beberapa hal yang bisa berisiko bagi si kecil. Alih-alih demam turun, anak malah mengalami gangguan kesehatan lain.

Upaya mengatasi demam pada anak yang perlu dihindari

Sebagian orang tua masih melakukan beberapa tindakan untuk mengatasi demam tanpa tahu efektivitas dan dampaknya terhadap anak. Oleh karena itu, Anda perlu tahu apa saja hal yang sebaiknya tidak dilakukan meski tujuan sebenarnya adalah untuk mengatasi demam pada anak.

Keliru memilih obat untuk menurunkan demam anak

obat batuk anak

Hal pertama yang mungkin terlintas pertama di pikiran orang tua ketika mendapati si kecil mengalami peningkatan suhu pada tubuh adalah memberikan obat. Namun, Anda perlu teliti dan cermat memberikan obat yang aman untuk mengatasi demam.

Perhatikan kandungan yang tertera pada kemasan. Jangan memberikan obat yang biasa dikonsumsi orang dewasa, contohnya seperti aspirin.

Anda dapat memilih obat untuk mengatasi demam dengan kandungan paracetamol dan dalam bentuk cair agar lebih mudah dikonsumsi anak.

Mencoba menurunkan panas dari luar

demam pada anak

Cara yang dipercaya dapat mengatasi demam pada anak ini cukup banyak dilakukan orang tua. Contoh yang cukup sering ditemukan adalah menggunakan kompres dengan kain yang dibasahi air dingin. Hal ini ternyata hanya mendinginkan bagian luar atau permukaan tubuh saja, tidak sepenuhnya membantu meredakan demam.

Jika ingin membuat anak merasa lebih nyaman, tindakan lain seperti mengenakan pakaian tipis dan membiarkan angin masuk dapat Anda lakukan. Saat anak merasa kedinginan pun tidak perlu terlalu menyelimutinya terlalu berlebihan.

Demam tidak harus selalu mendapat perawatan khusus

Perlu Anda ketahui, kepercayaan atau mitos bahwa demam pada anak tidak harus selalu diobati, tidak sepenuhnya benar. Saat akan mengobati atau merawat demam anak, Anda perlu mempertimbangkan keadaan atau kondisi anak, bukan melihat seberapa tinggi suhu badan.

Anda baru dapat berupaya menurunkan demam pada anak ketika mendapati si kecil rewel, terlihat tidak nyaman, atau terganggu dengan kondisi yang dialaminya.

Membiarkan anak kekurangan cairan

anak demam akibat parvovirus adalah

Anda seharusnya perlu tahu pentingnya memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Saat dalam kondisi normal saja, anak perlu cairan agar tubuh dapat bekerja secara normal, apalagi ketika mengalami demam.

Mendorong untuk lebih banyak minum merupakan cara mengatasi demam pada anak yang sederhana tapi sangat penting untuk dilakukan. Ketika temperatur tubuh naik, si kecil dapat lebih cepat kehilangan cairan tubuh. Jadi Anda perlu terus memberikan anak air setiap kali mendapat kesempatan.

Sebagai orang tua, Anda perlu peka terhadap setiap kondisi kesehatan yang terjadi pada anak, termasuk demam. Namun tidak perlu panik dan melakukan hal yang berlebihan.

Ingat, demam biasanya akan hilang dalam dua atau tiga hari. Melakukan tindakan seperti kompres es atau mengenakan pakaian yang terlalu berlebihan sudah tidak lagi direkomendasikan untuk menurunkan demam pada anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Demam Anak yang Ampuh untuk Menurunkan Panas

Demam merupakan hal yang umum terjadi walaupun Anda sangat memerhatikan kesehatannya. Apa saja obat demam yang bisa diberikan untuk anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Scarlet Fever, Demam Sekaligus Kemerahan pada Kulit Anak

Demam scarlet atau juga dikenal eritema disebabkan oleh berkembangnya bakteri pada penderita angina. Penyakit ini biasa menyerang anak kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 27 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Sarcoidosis

Sarcoidosis merupakan salah satu penyakit peradangan yang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Tipes (Demam Tifoid)

Tipes sering juga disebut sebagai demam tifoid. Cari tahu penyebab, ciri-ciri tipes, dan juga obatnya bagi Anda dan keluarga di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 23 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gejala demam

Jangan Disepelekan, 3 Gejala Demam Ini Perlu Perawatan Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
stomatitis adalah

Stomatitis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Keracunan Matahari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit