Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Ampuh Atasi Batuk Anak di Musim Hujan

5 Cara Ampuh Atasi Batuk Anak di Musim Hujan

Cuaca terkadang sulit diprediksi, terkadang panas dan tiba-tiba hujan. Bagi anak-anak hujan adalah hal yang menyenangkan, karena mereka bisa bermain basah-basahan.

Sesaat setelah bermain, anak malah jadi demam dan batuk. Di sini orangtua perlu sigap mengatasi anak batuk.

Mengatasi anak batuk di musim hujan

Tidak ada yang pernah tahu kapan tepatnya kuman penyakit mulai menyerang tubuh si kecil. Apalagi di musim hujan ini, virus bisa menularkan melalui benda-benda yang dipegangnya dan masuk melalui sistem pernapasan atau mulut.

Bahkan, virus bisa saja menular ketika anak sedang berbicang pada temannya. Ketika ada tetesan dari mulut lawan bicara yang sakit batuk menyentuhnya, bisa meningkatkan risiko penularan.

Rhinovirus, salah satu virus penyebab yang membuat sistem imunitas menurun dan menyebabkan sakit batuk, pilek, demam, sakit kepala, bahkan pilek. Adapun sakit batuk disertai dengan flu.

Kalau sudah begini, orangtua perlu menyembuhkan sakit batuk pada anak, terutama di musim hujan ini. Nah, supaya si kecil kembali tersenyum menjalani kegiatan, coba ketahui cara mengatasi sakit batuk pada anak.

1. Minum obatobat hiv aids

Berilah anak obat sebagai cara pertama mengatasi batuk di tengah musim hujan. Ibu bisa memilih obat yang mengatasi batuk-pilek dan demam anak dengan kandungan phenylephrine sebagai dekongestan. Kandungan ini digunakan untuk melegakan hidung karena pilek, alergi, ataupun demam.

Obat dengan kandungan phenylephrine juga dapat meredakan gejala batuk, pilek, yang disertai demam. Pemulihan anak dari sakit batuk pun bisa berlangsung lebih cepat, sehingga ia bisa melanjutkan kegiatan favoritnya.

2. Kompres dengan air hangat

anak demam malam hari

Selalu cek suhu tubuh anak secara berkala sehingga ibu tahu apakah anak mengalami demam atau tidak. Jika batuk disertai dengan demam, orangtua bisa menggunakan kompres air hangat pada lipatan ketiak maupun selangkangan selama 10-15 menit.

Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia ini akan membantu mengeluarkan panas tubuh anak melalui pori-pori kulit. Ingat, jangan mengompres anak dengan air dingin karena bisa membuatnya mengigil kedinginan.

Selalu ingatkan anak untuk istirahat hingga kondisinya memulih dan demamnya turun. Orangtua juga bisa menemaninya sambil mengecek kondisi si kecil setiap saat.

3. Ingatkan ia untuk buang ingus

mengatasi batuk anak

Selain batuk, ibu juga perlu mengatasi ingus anak yang mungkin saja mengendap. Ibu bisa meminta si kecil untuk mengeluarkan ingusnya setiap saat. Bila dibiarkan mengendap, pasti anak kurang lega saat mengambil napas.

Bila ia seumur balita dan belum bisa membuang ingusnya sendiri, ibu bisa menggunakan nasal aspirator. Sebuah alat yang membantu membersihkan ingus anak dan bekerja dengan cara menyedotnya.

4. Jaga kelembapan udara

cara membersihkan humidifier

Meskipun di luar sedang hujan, di dalam ruangan anak mungkin saja ber-AC sehingga udara menjadi lebih kering saat ia beristirahat. Ada baiknya orangtua memasangkan humidifier di kamar anak untuk menjaga kelembapannya.

Dikatakan bahwa humidifier dapat membantu mengatasi gejala batuk pada anak. Namun, jangan lupa untuk tetap membersihkan humidifier agar mencegah bakteri dan jamur yang tumbuh.

5. Tetap ingatkan anak untuk minum

anak minum air berapa banyak

Selain mengatasi anak yang batuk dengan cara di atas, selalu ingatkan ia untuk minum air mineral setiap saat. Ibu bisa melihat aturan pemenuhan air mineral harian anak sesuai usianya di sini.

Minum banyak air mineral membantu tubuh anak tetap hidrasi dan tetap melembapkan tenggorokan anak. Jika anak susah minum, ibu bisa memberikannya sup ayam hangat atau buah-buahan, sehingga ada asupan cairan yang masuk ke dalam tubuhnya.

Ketika tubuh anak tercukupi pemenuhan cairannya, setidaknya bisa membantu mencairkan cairan mukus pada hidung. Sehingga membantu melegakan tenggorokan.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Phenylephrine: MedlinePlus Drug Information. (2019, November). Retrieved March 20, 2020, from Medlineplus.gov website: https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a606008.html

Colds (for Parents) – Nemours KidsHealth. (n.d.). Retrieved March 20, 2020, from kidshealth.org website: https://kidshealth.org/en/parents/cold.html

Treating Colds in Children. (n.d.). Retrieved March 20, 2020, from WebMD website: https://www.webmd.com/first-aid/treating-colds-in-children

Colds in children – Caring for Kids. (n.d.). Retrieved March 20, 2020, from www.caringforkids.cps.ca website: https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/colds_in_children

Warm-mist versus cool-mist humidifier: Which is better for a cold? (n.d.). Retrieved March 20, 2020, from Mayo Clinic website: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/expert-answers/cool-mist-humidifiers/faq-20058199

Penanganan Demam pada Anak. (n.d.). Retrieved March 20, 2020, from IDAI website: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 04/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x