4 Suplemen untuk Otak yang Bisa Meningkatkan Daya Ingat Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Asupan nutrisi yang tepat memang berperan penting untuk kesehatan otak. Sayangnya, tidak semua orang mampu memenuhi kebutuhan nutrisinya hanya dari makanan yang ia konsumsi sehari-hari. Beberapa orang mungkin memerlukan asupan nutrisi tambahan dari suplemen. Jika Anda salah satunya, berikut ini beberapa pilihan suplemen untuk otak yang bisa Anda konsumsi sehari-hari. Akan tetapi, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen di bawah ini.

Berbagai pilihan suplemen untuk otak yang bisa Anda konsumsi

1. Vitamin B12

Para ilmuwan telah lama meneliti hubungan antara rendahnya tingkat vitamin B12 (cobalamin) dan daya ingat. Vitamin B12 berperan dalam pembentukan mielin, yaitu zat lemak yang melapisi dan melindungi serabut saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

Menurut seorang ahli di Mayo Clinic, asupan B12 yang cukup dalam menu makan Anda dapat membantu melindungi otak dari kerusakan saraf, meningkatkan daya ingat, serta mengurangi risiko penurunan fungsi mental.

2. Vitamin E

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa vitamin E dapat bermanfaat bagi pikiran dan memori pada orang lanjut usia. Meskipun vitamin E tampaknya tidak mengurangi risiko penyakit Alzheimer, vitamin ini dipercaya mampu memperlambat perkembangan penyakit ini.

Namun, Anda harus hati-hati ketika mengonsumsi suplemen untuk otak ini. Pasalnya, mengonsumsi lebih dari 1.000 IU vitamin E per hari sangat berisiko bagi orang-orang dengan penyakit jantung, terutama bagi mereka yang sedang dalam pengobatan pengencer darah. Vitamin E dosis tinggi juga meningkatkan risiko kanker prostat.

Itu sebabnya, pastikan Anda selalu berkonsultasi ke dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen ini.

3. Asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 merupakan salah satu nutrisi penting untuk perkembangan otak. Studi menunjukkan bahwa asupan asam lemak omega-3 yang lebih tinggi dari makanan seperti ikan dan minyak sayur bisa membantu menangkal Alzheimer.

Studi lain juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen minyak ikan lebih aman dari pelemahan (atrofi) otak dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi minyak ikan.

4. Acetyl-L-carnitine

Beberapa studi menunjukkan bahwa sintesis dari asam amino carnitine ini bisa membantu pasien Alzheimer dengan gangguan ingatan. Suplemen ini bisa memberikan manfaat lebih besar bagi orang yang mengalami Alzheimer di usia yang cenderung muda, atau yang laju perkembangan Alzheimernya sangat cepat.

Bagi beberapa orang, suplemen memang mampu memenuhi asupan nutrisi dan vitamin yang tidak mereka dapatkan dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, pastikan Anda selalu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen. Ini supaya Anda mendapatkan dosis asupan harian yang aman dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

makanan untuk daya ingat

Cara terbaik lainnya untuk meningkatkan daya ingat Anda

Sebenarnya, ada beberapa cara lain yang menjadi kunci penting untuk meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif otak Anda, yaitu:

1. Memerhatikan asupan nutrisi

Makanan berperan penting untuk menjaga kesehatan, termasuk otak Anda. Bahkan apa yang Anda konsumsi juga akan memengaruhi suasana hati, energi otak, daya ingat, serta kemampuan tubuh dalam menghadapi stres.

Memenuhi kebutuhan glukosa dan karbohidrat kompleks akan menyediakan energi yang cukup bagi otak untuk melakukan fungsinya. Beberapa makanan yang baik untuk otak di antaranya ikan, sayuran berdaun hijau gelap, buah segar, gandum utuh, dan lain sebagainya.

2. Olahraga teratur

Olahraga dan aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat memengaruhi fungsi kognitif seseorang. Dengan beraktivitas fisik, otak akan bekerja secara optimal untuk menghasilkan protein brain-derived neurotrophic factor (BDNF) yang membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan mencegah kerusakan sel otak.

3. Tidur yang cukup

Tidur merupakan cara terbaik untuk mengistirahatkan otak. Pasalnya, kurang tidur dapat menurunkan fungsi otak untuk berpikir dan memproses informasi. Memenuhi kebutuhan tidur sekitar 7 jam setiap malam akan menyediakan energi yang lebih banyak untuk otak sehingga otak pun lebih mudah berkonsentrasi.

4. Mengelola stres

Stres berkepanjangan akan meningkatkan kadar hormon kortisol. Akibatnya, hal tersebut bisa menurunkan fungsi otak, membuat Anda mengalami gangguan mood, dan mengalami kesulitan belajar. Nah, yoga dan meditasi akan membantu Anda untuk mengelola stres. Dengan begitu hormon kortisol tidak akan meningkat secara terus menerus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Konsekuensi paling umum akibat stroke adalah lumpuh, biasanya merupakan kelumpuhan hemiplegia atau hemiparesis. Ketahui informasi lebih lanjut di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Barium Enema

Barium enema adalah prosedur pemberian cairan ke dalam usus besar untuk mendeteksi masalah pencernaan. Pelajari proses dan efek sampingnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 4 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ingatan fotografis

Benarkah Ada Orang yang Punya Ingatan Fotografis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
tekanan darah naik turun

Penyebab Tekanan Darah Naik Turun: Ketahui yang Normal dan yang Mengkhawatirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit