Omeprazole

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Omeprazole Obat Apa?

Manfaat obat omeprazole

Omeprazole adalah obat untuk mengatasi masalah perut dan kerongkongan yang diakibatkan oleh asam lambung. Cara kerja omeprazole adalah dengan menurunkan kadar asam yang diproduksi perut/lambung.

Omeprazole adalah obat yang juga digunakan untuk meredakan gejala perut panas, kesulitan menelan, dan batuk yang tak kunjung hilang. Fungsi lain omeprazole adalah membantu menyembuhkan kerusakan asam di perut dan kerongkongan, membantu mencegah luka lambung, dan dapat juga mencegah kanker kerongkongan.

Omeprazole adalah obat yang tergolong dalam proton pump inhibitors (PPIs). Anda juga bisa membeli obat ini secara bebas di apotek. Omeprazole biasanya dapat digunakan untuk mengobati rasa panas di dalam perut alias heartburn yang kambuh setiap 2 kali atau lebih dalam waktu satu minggu.

Biasanya omeprazole tidak dapat menghilangkan gejala yang Anda rasakan dengan segera atau instan. Dibutuhkan waktu 1-4 hari sampai obat ini menunjukkan efeknya.

Jika Anda membeli obat ini secara bebas, pastikan Anda memperhatikan dengan cermat instruksi pemakaian pada label obat. Periksa bahan-bahan obat di labelnya meskipun ini bukan kali pertama Anda mengonsumsi obat ini, karena produsennya mungkin saja mengubah atau menambahkan beberapa bahan.

Omeprazole yang dijual dengan merek berbeda mungkin saja memiliki kandungan yang berbeda pula. Itu sebabnya, Anda perlu selalu memperhatikan dengan saksama dan mengonsumsi obat yang tepat.

Bagaimana aturan minum omeprazole?

Bacalah petunjuk yang tertera dengan teliti sebelum Anda meminum obat ini. Anda juga bisa menanyakan kepada dokter atau apoteker jika ada hal-hal yang membuat Anda bingung.

Omeprazole adalah obat yang dikonsumsi melalui mulut (oral) sesuai dengan instruksi dokter, biasanya sekali sehari, sebelum makan. Jika Anda membelinya tanpa resep, ikuti instruksi di label kemasan.

Dosis yang diberikan akan menyesuaikan dengan kondisi yang Anda alami dan bagaimana tubuh Anda merespons pengobatan. Dosis untuk anak-anak didasari juga oleh faktor usia dan berat badan.

Dilarang menambah dosis atau mengonsumsi obat ini lebih sering tanpa persetujuan dokter Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan pada dokter atau apoteker Anda.

Jangan menghancurkan, memecahkan, atau mengunyah tablet ini. Telan tablet dengan segelas air.

Jika dibutuhkan, antacid bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat ini. Jika Anda juga diresepkan sucralfate, omeprazole paling baik diminum minimal 30 menit sebelumnya.

Gunakan obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya. Agar Anda tak lupa, konsumsilah obat ini di waktu yang sama setiap hari.

Lanjutkan minum obat ini sesuai dengan lamanya pengobatan yang diinstruksikan meskipun Anda sudah merasa lebih baik. Jika Anda membeli obat ini tanpa resep dokter, jangan konsumsi lebih dari 14 hari kecuali dokter Anda mengizinkan.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tak membaik atau malah memburuk. Jika Anda mengobati diri sendiri, beri tahu dokter jika rasa panas di perut masih ada setelah 14 hari atau jika Anda harus meminum obat ini lebih dari satu kali setiap 4 bulan.

Jika Anda merasa memiliki masalah kesehatan yang serius, segera cari bantuan medis.

Bagaimana cara menyimpan omeprazole?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Omeprazole

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis omeprazole untuk orang dewasa?

Dosis omeprazole yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah sebagai berikut:

  • Dosis omeprazole untuk mencegah maag adalah 20 mg oral sehari sekali sebelum makan, selama 14 hari.
  • Dosis omeprazole untuk ulkus duodenal adalah 20 mg oral sekali sehari sebelum makan. Kebanyakan pasien sembuh dalam 4-8 minggu.
  • Dosis omeprazole untuk tukak lambung adalah 40 mg oral sekali sehari sebelum makan selama 4-8 minggu.
  • Dosis omeprazole untuk erosive esophagitis adalah 20 mg oral sekali sehari sebelum makan. Dosis ini bisa ditingkatkan menjadi 40 mg per hari tergantung pada respons pasien. Penelitian telah dilakukan untuk perawatan dan terapi erosive esophagitis selama 12 bulan.
  • Dosis omeprazole untuk Sindrom Zollinger-Ellison: Dosis awal = 60 mg oral sehari sekali. Dosis berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pasien. Dosis pemeliharaan = dosis hingga 120 mg, 3 kali sehari. Dosis harian yang lebih dari 80 mg harus dibagi-bagi.
  • Dosis omeprazole untuk refluks asam lambung: Dosis awal = 20 mg oral sekali sehari sebelum makan selama 4-8 minggu. Dosis ini bisa ditingkatkan hingga 40 mg per hari jika dibutuhkan. Dosis Pemeliharaan = pengobatan jangka panjang dengan dosis 10-20 mg per hari mungkin dibutuhkan untuk terapi perawatan penyakit refractory dan sejauh ini dianggap aman.
  • Dosis omeprazole untuk multiple endocrine adenomas: Dosis awal = 60 mg oral sekali sehari sebelum makan. Dosis ini bisa diubah berdasarkan respon yang diinginkan dan toleransi pasien. Dosis pemeliharaan = dosis hingga 120 mg, 3 kali sehari. Dosis harian yang lebih banyak dari 80 mg harus dibagi-bagi.
  • Dosis omeprazole untuk systemic mastocytosis: Dosis awal = 60 mg oral sekali sehari sebelum makan. Dosis ini bisa diubah berdasarkan respon yang diinginkan dan toleransi pasien. Dosis pemeliharaan: dosis hingga 120 mg, 3 kali sehari. Dosis harian yang lebih banyak dari 80 mg harus dibagi-bagi.

Bagaimana dosis omeprazole untuk anak-anak?

Dosis omeprazole yang dianjurkan untuk anak-anak adalah sebagai berikut:

Dosis omeprazole untuk anak balita

Untuk refluks asam lambung: 0.7 mg/kg/dosis sekali sehari akan menurunkan persentase pH lambung dan kerongkongan hingga kurang dari 4, dan mengurangi jumlah episode reflux dalam 10 neonatus (artinya PMA: 36.1 minggu, (34 sampai 40 minggu) dalam percobaaan. Pernah dilaporkan juga dosis yang lebih tinggi, yaitu 1-1.5 mg/kg/hari.

Dosis omeprazole untuk anak-anak dan remaja 1 – 16 tahun penderita refluks asam lambung, tukak lambung, dan esofagitis

  • Berat badan 5 – 10 kg: 5 mg sekali sehari
  • Berat badan 10 – 20 kg: 10 mg sekali sehari
  • Berat badan >20 kg: 20 mg sekali sehari
  • Dosis alternatif: Anak usia 1 – 16 tahun: 1 mg/kg/dosis, sekali atau dua kali per hari

Dosis terapi tambahan pada luka duodenal yang berhubungan dengan Helicobacter pylori (dikombinasikan dengan terapi antibiotik seperti clarithromycin atau clarithromycin dan amoxicillin) pada anak-anak

  • Berat badan 15 – 30 kg: 10 mg dua kali sehari
  • Berat badan > 30 kg: 20 mg dua kali sehari

Catatan: Belum ada bukti keamanan konsumsi omeprazole pada pasien berusia kurang dari satu tahun, serta pada anak-anak selain untuk pengobatan asam lambung dan esofagitis.

Dalam dosis dan sediaan apakah obat ini tersedia?

Omeprazole adalah obat yang tersedia dalam bentuk kapsul dan cair:

  • Kapsul: 10 mg; 20 mg; 40 mg
  • Cair: 2,5 mg; 10 mg

Efek samping Omeprazole

Apa efek samping omeprazole yang mungkin terjadi?

Cari bantuan tenaga medis segera jika Anda mengalami reaksi alergi: gatal-gatal, kesulitan bernapas, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Beberapa efek samping serius dari omeprazole yang berpotensi terjadi adalah:

  • Diare yang cair atau berdarah
  • Kadar magnesium rendah (pusing, bingung, detak jantung cepat atau tak beraturan, gerakan otot yang mendadak, perasaan gugup, kram otot, otot melemah, perasaan pincah, batuk atau perasaan tercekik, kejang-kejang)

Efek samping yang umum terjadi akibat omeprazole adalah:

  • Demam
  • Gejala flu, seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan
  • Sakit perut, buang angin
  • Mual, muntah, diare ringan
  • Sakit kepala

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Omeprazole?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan omeprazole adalah:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan.

Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

Anak-anak

Penelitian yang dilakukan hingga hari ini belum menunjukkan adanya masalah yang dapat menghambat efektivitas omeprazole pada anak-anak berusia 1-16 tahun.

Namun, keamanan dan kemanjuran obat ini pada anak-anak usia kurang dari satu tahun belum ditetapkan.

Lansia

Penelitian yang dilakukan hingga hari ini belum menunjukkan adanya masalah yang dapat menghambat efektivitas omeprazole pada pasien lanjut usia.

Apakah omeprazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Omeprazole adalah obat yang termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA), atau setara dengan badan POM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A = Tidak berisiko
  •  B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C = Mungkin berisiko
  •  D = Ada bukti positif dari risiko
  •  X = Kontraindikasi
  •  N = Tidak diketahui

Interaksi Obat Omeprazole

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Omeprazole?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi.

Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Mengonsumsi obat ini dengan obat-obatan di bawah ini tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin tak akan meresepkan obat ini kepada Anda atau akan mengganti beberapa obat yang sudah Anda konsumsi.

  • Rilpivirine

Meski tidak direkomendasikan, untuk mengonsumsi omeprazole dengan obat-obatan di bawah ini, pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan kombinasi dua obat ini bersamaan. Jika demikian, dokter Anda mungkin akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi salah satu obat ini.

  • Atazanavir
  • Bendamustine
  • Bosutinib
  • Citalopram
  • Clopidogrel
  • Clorazepate
  • Clozapine
  • Dabrafenib
  • Dasatinib
  • Delavirdine
  • Erlotinib
  • Eslicarbazepine Acetate
  • Indinavir
  • Ketoconazole
  • Ledipasvir
  • Methotrexate
  • Mycophenolate Mofetil
  • Nelfinavir
  • Nilotinib
  • Pazopanib
  • Saquinavir
  • Tacrolimus
  • Topotecan
  • Vismodegib

Kombinasi dengan obat-obatan di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek samping, tapi Anda mungkin saja dianjurkan untuk minum kedua obat ini.

Jika Anda diresepkan dua obat ini bersamaan, dokter Anda mungkin akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi salah satu obat ini.

  • Armodafinil
  • Carbamazepine
  • Cilostazol
  • Cranberry
  • Digoxin
  • Disulfiram
  • Fluconazole
  • Ginkgo Biloba
  • Iron
  • Levothyroxine
  • Raltegravir
  • St John’s Wort
  • Tipranavir
  • Triazolam
  • Voriconazole
  • Warfarin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan tenaga kesehatan profesional.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan omeprazole?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki juga bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Diare
  • Hipomagnesemia (magnesium rendah dalam darah), atau riwayatnya
  • Osteoporosis (masalah tulang)
  • Kejang-kejang atau pernah — Gunakan dengan hati-hati. Obat ini dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda
  • Penyakit hati — Gunakan dengan hati-hati. Efek samping mungkin akan meningkat karena pembuangan obat dari tubuh akan berlangsung lebih lambat

Overdosis Omeprazole

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis omeprazole yang mungkin terjadi adalah:

  • Kebingungan
  • Rasa kantuk
  • Pandangan kabur
  • Detak jantung cepat dan kencang
  • Mual
  • Muntah
  • Berkeringat
  • Muka memerah (tubuh terasa panas)
  • Sakit kepala
  • Mulut kering

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Sumber

    Omeprazole - MIMS Indonesia. (2016). Retrieved 28 January 2020, from http://mims.com/Indonesia/Home/GatewaySubscription/?generic=Omeprazole

    Omeprazole - Drugs.com. (2019). Retrieved 28 January 2020, from https://www.drugs.com/omeprazole.html

    Omeprazole, Oral Capsule - Healthline. (2018). Retrieved 28 January 2020, from https://www.healthline.com/health/omeprazole-oral-capsule-sprinkles

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Sakit Perut Setelah Makan Pisang, Apa Penyebabnya?

    Dikenal sebagai buah yang aman dikonsumsi orang dengan maag, ternyata ada juga yang malah sakit perut setelah makan pisang. Kok bisa?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Fakta Unik 11/06/2020 . Waktu baca 3 menit

    4 Komplikasi Gastritis yang Patut Diwaspadai

    Apa Anda punya gastritis? Mulai sekarang jangan sepelekan gejalanya, karena gastritis bisa menyebakan komplikasi. Apa saja? Cari tahu di sini.

    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gastritis, Health Centers 23/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    6 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Penyakit Maag

    Sangking umumnya, munculnya maag sering kali disepelekan. Padahal baik maag kronis atau akut dapat menimbulkan bahaya penyakit lain bila tidak diobati.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gastritis, Health Centers 21/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor

    Apa Beda Gangguan Lambung Biasa dengan Maag?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor

    Junk Food Bikin Asam Lambung Naik, Kok Bisa?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit