Nifedipine

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Nifedipine Obat Apa?

Untuk apa nifedipine?

Nifedipine atau nifedipin adalah obat dengan kegunaan mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) serta nyeri dada (angina).

Obat ni tergolong dalam kelas obat-obatan calcium channel bloker. Cara kerjanya adalah dengan melemaskan pembuluh darah agar darah dapat mengalir lebih mudah.

Nifedipine adalah obat yang juga diberikan untuk persalinan prematur dan sindrom Raynaud.

Bagaimana cara penggunaan nifedipine?

Berikut adalah aturan pakai obat sulfamethoxazole yang perlu Anda perhatikan:

  • Obat ini harus diminum saat perut kosong (satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan).
  • Usahakan untuk tidak menggerus atau menghancurkan tablet. Hal ini dikarenakan obat yang digerus tanpa instruksi dokter dapat memengaruhi kinerja obat tersebut.
  • Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.
  • Jangan berhenti mengonsumsi nifedipine tanpa sepengetahuan dokter walaupun kondisi Anda sudah membaik. Berhenti menggunakan obat secara tiba-tiba justru akan memperparah kondisi Anda.
  • Apabila kondisi Anda semakin memburuk atau tidak menunjukkan adanya perubahan, segera periksakan diri ke dokter.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Perhatikan tata cara penyimpanan obat ini:

  • Nifedipine atau nifedipin adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, yaitu di bawah 30 derajat Celsius.
  • Jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.
  • Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.

Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet.

Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.

Jangan menyiram obat ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis Nifedipine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis nifedipine untuk orang dewasa?

Dosis untuk Hipertensi Pada Orang Dewasa

Dosis awal:
Tablet extended release: 30 hingga 60 mg oral sekali dalam sehari
Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap tiap 7 hingga 14 hari.

Dosis untuk Migraine Prophylaxis Pada Orang Dewasa

Dosis awal:
Tablet extended release: 30 mg oral sekali dalam sehari
Kapsul immediate release: 10 mg oral 3 kali sehari

Dosis untuk Angina Pectoris Prophylaxis Pada Orang Dewasa

Dosis awal:
Tablet extended release: 30 hingga 60 mg oral sekali dalam sehari
Kapsul immediate release: 10 mg oral 3 kali sehari
Maintenance dosis:
Kapsul immediate release: 10 hingga 30 mg oral 3 hingga 4 kali sehari

Dosis untuk Gagal Jantung Bawaan Pada Orang Dewasa

Dosis awal:
Procardia XL (R): 30 hingga 60 mg oral sekali dalam sehari
Adalat (R) CC: 30 mg oral sekali dalam sehari

Dosis untuk Kelahiran Prematur Pada Orang Dewasa

Kemampuan tokolitis dari nifedipine telah dievaluasi dalam beberapa penelitian. Dosis yang digunakan pada penelitian berkisar dari 10 hingga 20 mg tiap 6 hingga 8 jam seperlunya dan ditolerir untuk menunda kelahiran.

Bagaimana dosis nifedipine untuk anak-anak?

Dosis untuk Gawat Darurat Hipertensi Pada Anak-anak

Anak-anak:
Kapsul immediate release: 0.25 hingga 0.5 mg/kg/dosis (maksimal10 mg/dosis) diulang tiap 4 hingga 6 jam bila diperlukan
Dosis maksimal: 1 hingga 2 mg/kg/hari

Dosis untuk Hipertensi Pada Anak-anak

Tablet extended release:
Anak-anak: 0.25 hingga 0.5 mg/kg/hari terbagi dalam 1 hingga 2 dosis; dosis harus dititrasi untuk berefek.

Dosis maksimal: 3 mg/kg/hari hingga 120 mg/hari (atau 180 mg/hari di beberapa tempat tertentu)

Dosis untuk Hypertrophic Cardiomyopathy Pada Anak-anak

Anak-anak: 0.6 hingga 0.9 mg/kg/24 jam terbagi dalam 3 atau 4 dosis

Dalam dosis apakah nifedipine tersedia?

Tablet, ER: 30 mg, 60 mg, 90 mg

Kapsul, oral: 10 mg

Efek samping Nifedipine

Efek samping apa yang dapat dialami karena nifedipine?

Hubungi dokter segera apabila Anda mengalami efek samping serius dari nifedipin, seperti:

  • angina yang memburuk
  • konstipasi dan kram yang berat, sakit perut atau ulu hati yang parah, batuk darah
  • perasaan seperti ingin pingsan
  • merasa kesulitan bernapas, pembengkakan pada tangan atau kaki
  • denyut jantung yang cepat dan berdegup kencang
  • mati rasa atau kesemutan
  • sakit kuning (mata dan kulit menguning)
  • nyeri dada atau perasaan berat, nyeri yang menjalar ke lengan dan bahu, mual, berkeringat, merasa tidak enak badan

Efek samping yang kurang serius termasuk:

  • sakit kepala, pusing
  • kantuk, merasa lelah
  • mual, konstipasi, diare, atau sakit perut ringan
  • gangguan tidur (insomnia)
  • ruam atau gatal yang ringan
  • nyeri sendi, kram pada kaki
  • merasa hangat, kesemutan, atau ada kemerahan pada kulit Anda
  • buang air kecil yang lebih sering

Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi reaksi alergi parah (anafilaktik) dengan gejala-gejala berikut:

  • ruam kulit
  • kesulitan bernapas
  • pembengkakan di bibir, lidah, atau tenggorokan

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Nifedipine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan nifedipine?

Sebelum menggunakan nifedipin, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan nifedipine.
  • Selain itu, penting juga untuk menginformasikan dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.
  • Jika Anda memiliki penyakit jantung koroner yang parah, atau mengalami serangan jantung dalam 2 minggu terakhir, beri tahu dokter Anda.
  • Sebelum memberikan nifedipine pada lansia 65 tahun ke atas, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter mengenai keamanannya.
  • Apabila Anda melakukan operasi, termasuk operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan nifedipine.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut Food and Drugs Administration (FDA) Amerika. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A: Tidak berisiko
  • B: Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C: Mungkin berisiko
  • D: Ada bukti positif berisiko
  • X: Kontraindikasi
  • N: Tidak diketahui

Nifedipine dapat keluar melalui ASI dan dapat membahayakan bayi menyusui. Beri tahu dokter apabila Anda sedang dalam masa menyusui.

Interaksi Obat Nifedipine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan nifedipine?

Nifedipine atau nifedipin dapat berinteraksi dengan obat yang sedang Anda konsumsi, yang dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan resiko efek samping serius.

Menurut MedlinePlus, obat-obatan di bawah ini mungkin dapat berinteraksi dengan nifedipin:

  • obat antikoagulan atau pengencer darah (warfarin)
  • obat antijamur (fluconazole, itraconazole, ketoconazole)
  • obat beta-blocker (atenolol, labetalol, metoprolol, propanolol)
  • carbamazepine
  • digoxin
  • diltiazem
  • obat HIV (amprenavir, ritonavir)
  • obat diabetes (metformin)
  • rifampin
  • verapamil
  • asam valproat

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan nifedipine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.

Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • aortic stenosis (penyempitan katup pada jantung)
  • penyumbatan saluran pencernaan berat
  • gagal jantung bawaan
  • serangan jantung
  • hipotensi (tekanan darah rendah)
  • syok kardiogenik (syok yang disebabkan oleh serangan jantung)
  • intoleransi laktosa
  • masalah ginjal
  • masalah hati (termasuk sirosis)

Overdosis Nifedipine

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis akibat nifedipin, hubungi ambulans (118 atau 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis dapat berupa gejala hipoglikemia dan yang berikut:

  • pusing
  • denyut jantung cepat
  • kulit memerah dan terasa hangat
  • gelisah
  • mual
  • muntah
  • pembengkakan pada tangan, kaki, pergelangan kaki, atau betis
  • penglihatan kabur
  • pingsan

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan menggandakan dosis obat.

Pasalnya, dosis ganda tidak menjamin bahwa Anda dapat lebih cepat sembuh. Selain itu, menggunakan dosis berlebih justru meningkatkan risiko efek samping dan risiko overdosis. Lebih baik gunakan dosis sesuai dengan yang telah ditentukan pada kemasan obat untuk penggunaan yang aman.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis Inversa

Psoriasis inversa adalah jenis psoriasis yang menyerang area kulit yang berlipat dan berkerak. Kenali gejala dan pengobatannya berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Anda penggemar kopi? Kapan Anda biasanya minum kopi? Jika jawabannya pagi hari, Anda salah waktu. Cari tahu waktu efektif minum kopi di artikel ini.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Rebahan karena ngantuk kekenyangan? Kebiasaan buruk ini bisa bikin perut panas dan perih, lho

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis eritroderma

Psoriasis Eritroderma (Psoriasis Eritrodermik)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit
refluks vesikoureter atau vesicoureteral reflux

Vesicoureteral Reflux (Refluks Vesikoureter)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Psoriasis pustulosa atau pustular

Psoriasis Pustulosa (Psoriasis Pustular)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 10 menit