Dicloxacillin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Dicloxacillin Obat Apa?

Untuk apa dicloxacillin?

Dicloxacillin adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Dicloxacillin adalah antibiotik golongan penisilin yang bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri.

Obat antibiotik ini hanya mengobati infeksi bakteri. Obat ini tidak akan bekerja untuk infeksi virus (misalnya, pilek, flu). Penggunaan antibiotik apapun yang tidak perlu atau berlebihan dapat menyebabkan efektivitasnya menurun.

Bagaimana cara penggunaan dicloxacillin?

Minumlah obat ini 4 kali sehari (setiap 6 jam), atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Minumlah dicloxacillin saat perut kosong (1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan) dengan segelas air. Minum banyak cairan saat menggunakan obat ini kecuali dokter Anda memberitahu Anda sebaliknya.

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan.

Antibiotik bekerja dengan baik ketika jumlah obat dalam tubuh Anda berada pada tingkat yang konstan. Oleh karena itu, gunakan obat ini secara teratur.

Lanjutkan penggunaan obat ini sampai selesai bahkan jika gejala telah hilang setelah beberapa hari. Menghentikan pengobatan terlalu dini memungkinkan bakteri untuk terus tumbuh, yang dapat mengakibatkan kambuhnya infeksi.

Informasikan kepada dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik atau memburuk.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan dicloxacillin?

Dicloxacillin adalah salah satu obat yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Dicloxacillin

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis dicloxacillin untuk orang dewasa?

  • Untuk mengatasi infeksi bronkitis dan faringitis, dosis dicloxacillin adalah 250 sampai 500 mg secara oral setiap 6 jam selama 10 hari, tergantung pada sifat dan keparahan infeksi.
  • Untuk mengatasi pneumonia, dosis dicloxacillin adalah 500 mg secara oral setiap 6 jam sampai 21 hari, tergantung pada sifat dan keparahan infeksi.
  • Untuk mengatasi infeksi kulit atau infeksi jaringan lunak, dosis discloxacillin adalah 500 mg secara oral setiap 6 jam selama 7 hari, atau selama 3 hari setelah meredanya peradangan akut, tergantung pada sifat dan keparahan infeksi.
  • Untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), dosis discloxacillin adalah 250 mg secara oral setiap 6 jam selama 7 sampai 21 hari, tergantung pada sifat dan keparahan infeksi.

Bagaimana dosis dicloxacillin untuk anak-anak?

  • Untuk mengatasi infeksi berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakterin pada anak-anak dengan berat badan kurang dari 40 kg, dosis dicloxacillin adalah 3,125-6,25 mg/kg secara oral setiap 6 jam.  Sementara pada anak di atas 40 kg, dosis dicloxacillin adalah 125-250 mg secara oral setiap 6 jam.  

Silakan konsultasikan ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah dicloxacillin tersedia?

Dicloxacillin Sodium Kapsul, USP: 250 mg dan 500 mg.

Efek samping Dicloxacillin

Efek samping apa yang dapat dialami karena dicloxacillin?

Efek samping yang umum terjadi dari penggunaan antibiotik dicloxacillin adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Gatal
  • Sakit kepala
  • Lidah bengkak
  • Sariawan (bercak putih di dalam mulut atau tenggorokan)

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Dicloxacillin

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan dicloxacillin?

Sebelum menggunakan dicloxacilin,

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap dicloxacillin, penisilin, atau obat lain
  • Beri tahu dokter dan apoteker mengenai obat yang Anda gunakan, terutama antibiotik lain, antikoagulan (pengencer darah) seperti warfarin (Coumadin), aspirin atau obat anti-inflamasi non steroid lainnya seperti naproxen (Anaprox) atau ibuprofen non resep (Motrin), atenolol (Tenormin), kontrasepsi oral, probenesid (Benemid), dan vitamin
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki atau pernah memiliki penyakit ginjal atau hati, alergi, asma, penyakit darah, radang usus, masalah perut, atau demam
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu menggunakan dicloxacillin, hubungi dokter Anda
  • Jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beritahu dokter atau dokter gigi tentang penggunaan dicloxacillin.

Apakah dicloxacillin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Dicloxacillin telah dimasukkan ke dalam kategori kehamilan B oleh FDA di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan POM di Indonesia. penelitian pada hewan telah gagal untuk mengungkapkan bukti adanya bahaya pada janin. Tidak ada data pada kehamilan manusia. Dicloxacillin hanya boleh diberikan selama kehamilan ketika jelas dibutuhkan.

Tidak ada data mengenai ekskresi dicloxacillin ke dalam susu manusia. efek samping pada bayi menyusui jarang terjadi. produsen merekomendasikan untuk hati-hati dalam penggunaan dicloxacillin untuk wanita menyusui.

Interaksi Obat Dicloxacillin

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan dicloxacillin?

Beberapa OBAT MUNGKIN BERINTERAKSI dengan dicloxacillin. Maka, beri tahu dokter Anda jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, terutama salah satu dari berikut:

  • Antibiotik tetrasiklin (misalnya, doxycycline) karena obat ini dapat menurunkan efektivitas dicloxacillin
  • Antikoagulan (misalnya, warfarin) atau methotrexate karena risiko efek samping mereka dapat meningkat karena dicloxacillin
  • Kontrasepsi oral (pil KB) karena efektivitas obat ini mungkin akan menurun karena dicloxacillin

Daftar ini mungkin bukan daftar lengkap dari semua interaksi yang mungkin terjadi. Tanyakan kepada dokter Anda apakah dicloxacillin dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain yang Anda gunakan. Periksakan pada dokter Anda sebelum Anda mulai, berhenti, atau mengubah dosis obat apapun.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan dicloxacillin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan dicloxacillin?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, seperti:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Alergi obat tertentu
  • Asma
  • Gangguan darah
  • Radang usus
  • Masalah perut

Overdosis Dicloxacillin

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Bagaimana sebenarnnya penggunaan antibiotik yang baik dan benar? Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang minum antibiotik.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Jika mata Anda mudah merah tanpa penyebab yang jelas, coba simak artikel ini karena mungkin Anda memiliki alergi mata (konjungtivitis alergi).

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
komplikasi obat hiv

Anda Punya Alergi pada Obat? Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
alergi lateks

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit