Benarkah Minum Obat Paten Lebih Mujarab Redakan Gejala Penyakit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda dihadapkan pada dua pilihan, antara obat paten atau obat generik, mana yang akan Anda pilih untuk mengobati penyakit? Beberapa orang mungkin lebih memilih obat paten yang katanya lebih jelas khasiatnya. Menurutnya, walaupun harganya cenderung lebih mahal, yang penting obat paten lebih manjur meredakan gejala. Namun, apa benar begitu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Obat paten itu apa, sih?

Selama ini, Anda tentu lebih familiar dengan obat paten daripada obat generik. Pasalnya, obat paten alias obat bermerek cenderung lebih mudah ditemukan di berbagai toko obat maupun apotek terdekat.

Dilansir dari Very Well Health, obat paten adalah jenis obat baru yang hanya bisa diproduksi dan dijual oleh perusahaan farmasi yang memiliki hak paten. Untuk memproduksi obat ini, para ahli harus melakukan serangkaian uji klinis yang panjang, rumit, dan mendalam guna membuktikan khasiatnya.

Tak hanya sekadar menguji manfaatnya, uji klinis tersebut juga dilakukan untuk memastikan dosis, keampuhan, dan keamanannya dulu sebelum mulai dijual dan dikonsumsi oleh orang banyak. Jadi, setelah berhasil diproduksi dan dipatenkan, obat ini sudah terbukti aman dikonsumsi.

Apa benar obat paten ampuh mengobati penyakit?

obat nyeri penghilang rasa sakit

Jawabannya adalah sudah pasti iya. Badan POM di Amerika Serikat (FDA) mengungkapkan bahwa semua jenis obat paten, baik yang membutuhkan resep dokter maupun obat bebas, cenderung ampuh dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Perlu dicatat bahwa obat paten ini dibuat melalui serangkaian uji klinis yang panjang, rumit, dan mendalam untuk membuktikan setiap kandungan bahannya benar-benar berkhasiat. Ini artinya, obat bermerek yang sudah mengantongi izin dari BPOM sudah pasti terjamin kualitasnya. Baik dari segi kandungan zat kimia, manfaat, hingga efektivitasnya dalam mengobati penyakit.

Bila dibandingkan dengan obat generik, sebetulnya kualitas dan manfaatnya juga akan sama. Ya, Anda tidak perlu ragu untuk minum obat generik karena khasiatnya pun akan sama ampuhnya dengan obat versi patennya.

Meskipun sama-sama manjur mengobati penyakit, tapi ada sedikit perbedaan yang membuat obat paten ‘selangkah lebih maju’ alias lebih ampuh meredakan gejala dibandingkan obat generik. Karena obat generik terbuat dari obat yang telah habis masa patennya, maka proses tersebut membuat beberapa bahan non-aktif dari obat induk (obat bermerek) hilang.

Banyak atau sedikitnya bahan non-aktif di dalam obat ternyata memengaruhi keampuhan obat. Pada obat versi generik, kandungan bahan non-aktifnya cenderung lebih sedikit daripada obat bermerek. Bagi sebagian orang, perbedaan kandungan bahan non-aktif sekecil apa pun bisa membuat obat tersebut jadi kurang efektif mengobati penyakit, bahkan menyebabkan efek samping yang lebih besar.

Namun ketika Anda memilih untuk minum obat paten, Anda tentu tak perlu cemas karena Anda akan tetap mendapatkan kandungan bahan non-aktif tersebut secara maksimal. Alhasil, obat paten sudah pasti manjur dan efektif mengobati penyakit.

Lantas, bolehkah saya minum obat versi generiknya saja?

Aturan Pakai Methylprednisolone Untuk Radang Tenggorokan; Dosis Methylprednisolone Untuk Radang Tenggorokan

Lagi-lagi, sebetulnya tidak masalah jika Anda ingin mencoba minum obat generik yang harganya jauh lebih murah. Toh, efeknya sama-sama ampuh meredakan gejala penyakit. Akan tetapi, sebaiknya perhatikan dulu reaksinya pada tubuh Anda setelah minum obat generik.

Reaksi obat pada tubuh setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang merasa baik-baik saja setelah minum obat generik, padahal sebelumnya terbiasa minum obat versi paten. Di sisi lain, ada juga yang justru merasakan efek samping yang mengganggu setelah minum obat yang berbeda.

Bagi Anda yang punya riwayat kejang, penyakit jantung, atau hipotiroid, sebaiknya pilihlah obat paten ketimbang obat generik. Sebab, orang-orang dengan penyakit ini sangat sensitif dengan perubahan sekecil apa pun pada pengobatannya. Entah itu dosis, jenis obat, atau bahkan perbedaan nama merek sekalipun.

Ketika Anda beralih ke obat versi generik, padahal sebelumnya Anda terbiasa minum obat bermerek alias paten, reaksi obat tersebut bisa jadi kurang ampuh atau bahkan menimbulkan efek samping yang berlebihan. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda beralih ke obat generik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit