Kiranti untuk apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Kiranti Merek: Kiranti (2).

Kegunaan

Kiranti untuk apa?

Kiranti adalah minuman suplemen jamu untuk meredakan nyeri menstruasi. Obat herbal ini mengandung bahan-bahan herbal seperti kunyit, tamarin atau asam Jawa, kencur, gula Jawa, dan kayu manis.

Selain untuk meredakan nyeri sebelum dan saat menstruasi, Kiranti juga digunakan untuk mengatasi keputihan dan bau badan tak sedap. Meski demikian, obat ini tidak dapat mengatasi gangguan siklus menstruasi atau tidak dapat melancarkan siklus haid yang tidak teratur.

Cara Pakai

Bagaimana cara pakai obat Kiranti?

Selalu baca petunjuk pemakaian obat sebelum menggunakan obat ini. Ikuti semua petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan atau resep. Jangan gunakan obat ini terlalu banyak, sedikit, lebih lama dari yang disarankan.

Jika setelah minum obat ini kondisi Anda tidak juga membaik atau justru malah memburuk, segera konsultasi ke dokter.

Bagaimana cara menyimpan obat Kiranti?

Kiranti adalah salah satu obat yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan obat ini dari paparan sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Berapa dosis Kiranti untuk orang dewasa?

Kiranti diminum 1 sampai 2 botol dalam sehari. Diminum 3 hari sebelum waktu menstruasi bulanan Anda sampai 3 hari setelah menstruasi

Berapa dosis Kiranti untuk anak-anak?

Obat ini tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 10 tahun.

Dalam sediaan apa Kiranti tersedia?

Kiranti tersedia dalam sediaan cair 150 ml.

Efek Samping

Efek samping apa yang bisa terjadi akibat minum Kiranti?

Efek samping mengonsumsi kunyit:

Dalam sebuah laporan dari WebMD,  orang yang minum jamu kunyit dengan kandungan lebih dari 1500 mg dalam sehari, dapat berisiko mengalami detak jantung abnormal.

Efek samping asam Jawa:

Tidak ditemukan efek samping dari asam Jawa. Namun untuk beberapa kondisi seperti diabetes dan ibu hamil menyusui baiknya tidak menggunakan Kiranti.

Efek samping kencur:

Tidak ditemukan efek samping dari asam Jawa. Namun untuk beberapa kondisi seperti diabetes dan ibu hamil menyusui baiknya tidak menggunakan minuman herbal terlebih dahulu.

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan dan Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Kiranti?

Sebelum minum obat, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan segala manfaat dan risiko dari obat ini. Pasalnya, obat ini tidak boleh digunakan secara sembarangan.

Beberapa hal yang penting untuk Anda ketahui sebelum minum obat adalah:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi atau gejala tidak biasa setelah menggunakan obat ini atau obat-obatan lainnya.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan pencernaan.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal dan hati.
  • Beri tahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk vitamin, suplemen, dan herbal.

Mungkin ada hal-hal lain yang tidak disebutkan di atas. Jika ada pertanyaan lain, maka silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut. Dokter mungkin akan memberikan informasi yang lebih lengkap, termasuk dosis, keamanan, serta interaksi obat ini. Simak dengan baik semua informasi yang dijelaskan dokter agar pengobatan yang Anda lakukan berjalan secara optimal.

Apakah Kiranti aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Kiranti?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat minum Kiranti?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Kiranti?

Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat mengganggu kerja obat ini, seperti penyalahgunaan alkohol (alkoholisme).

Dosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau 118 dan segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Sumber

Direview tanggal: Februari 25, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 13, 2019

Yang juga perlu Anda baca