Gliclazide obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Gliclazide Merek: Diamicron MR 60, Glikamel, Glucored, Glukolos, Linodiab, Meltika, Pedab, Fredam, Glycafor, Gored, Nufamicron, Tiaglib, Xepabet dan Zibet.

Penggunaan

Untuk apa gliclazide digunakan?

Gliclazide adalah salah satu jenis obat minum yang berbentuk tablet. Obat ini tersedia dalam berbagai sediaan, mulai dari 40 miligram (mg), 60 mg, hingga 80 mg. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat sulfonilurea, yaitu obat-obatan antidiabetes.

Obat ini digunakan untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Penggunaan obat ini termasuk dalam sebuah rangkaian perawatan untuk mengontrol kadar gula dalam darah yang tinggi pada pasien diabetes non-insulin dependent (yang tidak bergantung pada insulin). Perawatan ini juga disertai oleh mengatur pola makan sehat dan berolahraga.

Mengontrol kadar gula darah tinggi membantu mencegah terjadinya penyakit jantung, stroke, ginjal, masalah peredaran, dan kebutaan. Obat ini termasuk ke dalam jenis obat resep, yaitu hanya bisa dibeli di apotek jika disertai dengan resep dari dokter.

Bagaimana cara penggunaan gliclazide?

Berikut adalah beberapa cara yang harus diketahui saat menggunakan gliclazide, termasuk:

  • Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dokter.
  • Obat ini paling baik diminum bersama dengan makanan. Minumlah obat ini pada waktu yang sama setiap hari.

Bagaimana cara penyimpanan gliclazide?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis gliclazide untuk orang dewasa?

Dosis dewasa untuk diabetes mellitus tipe 2

  • Dosis awal: 40-80 mg setiap hari
  • Dosis ini bisa ditingkatkan hingga 320 mg setiap hari bila perlu.
  • Dosis >160 mg per hari mungkin diberikan dalam dua dosis terpisah.
  • Untuk modified release tab: dosis awal 30 mg sekali per hari, mungkin meningkat sampai 120 mg per hari.

Bagaimana dosis gliclazide untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan.  Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah gliclazide tersedia?

Gliclazide tersedia dalam bentuk tablet: 40 mg, 60 mg, 80 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena gliclazide?

Sama halnya dengan penggunaan obat pada umumnya, penggunaan obat ini juga mungkin menyebabkan gejala efek samping obat. Salah satu efek samping yang paling sering terjadi adalah hipoglisemia, atau kekurangan kadar gula darah di dalam tubuh.

Jika terus dibiarkan, maka akibatnya Anda menjadi mengantuk, pingsan atau mungkin koma. Bila kadar gula darah rendah menjadi parah atau berkepanjangan, sekalipun dikontrol dengan mengonsumsi gula, Anda perlu mencari pertolongan medis segera, jika Anda mengalami kondisi seperti berikut. :

  • kelainan darah
  • berkurangnya jumlah sel di dalam darah yang telah dilaporkan (contohnya keping darah, sel darah merah dan putih)

Hipoglisemia mungkin menyebabkan:

  • pucat
  • pendarahan berkepanjangan
  • memar
  • radang tenggorokan
  • demam
  • kelelahan, sulit bernapas
  • mimisan
  • ulkus mulut, menggigil

Namun, gejala ini biasanya hilang jika pengobatan dihentikan.

Ada pula gejala efek samping lain yang cukup serius, seperti berikut:

  • Kelainan fungsi hati (ditandai dengan sakit kuning atau mata dan kulit berubah menjadi berwarna kuning)
  • Masalah kulit, seperti reaksi alergi parah (ditandai dengan ruam kulit, kulit memerah, angiodema atau pembengkakan jaringan yang sangat cepat seperti kelopak mata, wajah, bibir, mulut, lidah atau tenggorokan yang mungkin menyebabkan sulit bernapas)
  • reaksi kulit terhadap sinar matahari (hipersensitifitas)
  • Kelainan pencernaan di antaranya, perut sakit atau tidak nyaman
  • merasa atau sedang tidak enak badan
  • muntah
  • gangguan pencernaan
  • diare
  • Sembelit
  • Penglihatan Anda mungkin terpengaruh dalam jangka pendek terutama pada awal pengobatan. Efek ini karena perubahan kadar gula dalam darah.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda ingin tahu tentang efek samping, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan gliclazide?

Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui dan lakukan, seperti berikut.

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi gliclazide atau bahan obat lainnya, atau obat lain yang serupa (sulphonylureas dan hypoglycemic sulphonamides)
  • Beri tahu dokter jika Anda mengidap diabetes yang harus tergantung pada insulin (tipe 1)
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita gangguan ginjal atau hati yang parah
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita komplikasi diabetes dengan ketosis atau acidosis
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita pra koma dan koma karena diabetes
  • Beri tahu dokter jika Anda menggunakan obat untuk mengobati infeksi jamur
  • Beri tahu dokter jika Anda menyusui (lihat bagian kehamilan, menyusui, dan kesuburan)
  • Beri tahu dokter jika Anda mengidap diabetes dan menjalani operasi setelah benturan atau selama infeksi serius
  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami porphyria (penyakit bawaan yang mempengaruhi hati atau sumsum tulang).
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada anak-anak untuk mengobati diabetes.

Apakah gliclazide aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori  N menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko,
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C=Mungkin berisiko,
  • D=Ada bukti positif dari risiko,
  • X=Kontraindikasi,
  • N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan gliclazide?

Interaksi obat mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Artikel ini tidak berisi semua interaksi obat yang mungkin terjadi. Catat semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep/tanpa resep dan produk herbal) dan beritahu kepada dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Efek gliclazide yang mengurangi kadar gula darah mungkin bertambah dan tanda kadar gula darah yang rendah mungkin muncul ketika salah satu obat di bawah ini digunakan:

  • obat lain yang berguna untuk mengobati kadar gula darah tinggi (antidiabetik oral, penghambat reseptor glp-1 atau insulin)
  • antibiotik (contohnya sulphonamides, clarithromycin)
  • obat untuk tekanan darah tinggi atau gagal jantung (penghambat beta, antiarhythmic, penghambat ace macam captopril atau enalapril)
  • obat infeksi jamur (miconazole, fluconazole)
  • obat ulkus perut atau usus dua belas jari (antagonis reseptor h2)
  • obat depresi (penghambat monoamine oxidase), pereda rasa sakit atau antirematik (phenylbutazone, ibuprofen)
  • obat yang mengandung alkohol
  • antibiotik sulphonamide, misalnya sulfamethoxazole, co-trimoxazole
  • antibakteri termasuk komponen clarithromycin, tetracycline, bentuk oral miconazole, trimethoprim, dan chloramphenicol
  • obat untuk mengurangi kadar lemak dalam darah yang tinggi (agen yang mengurangi lipid misalnya clofibrate)
  • hormon macam testosteron atau octreotide
  • obat asam urat (contohnya sulfinpyrazone)
  • obat kanker payudara atau prostat (contoh: aminoglutethimide)
  • hormon tiroid untuk mengobati masalah tiroid, misalnya thyroxine

Efek gliclazide yang mengurangi glukosa darah mungkin melemahkan atau malah meningkatkan kadar gula darah mungkin muncul jika menggunakan salah satu obat berikut: 

  • obat kelainan sistem saraf sentral (chlorpromazine), obat yang mengurangi radang (corticosteroid)
  • obat untuk mengobati asma atau berguna selama persalinan (salbutamol intravena, ritodrine, dan terbutaline)
  • obat kelainan payudara, pendarahan menstruasi berat dan endometriosis (danazol)
  • obat pencahar untuk sembelit, misalnya magnesium hidroksida
  • hormon adrenocorticotropic yang berguna dalam pengobatan kekurangan adrenal pada asal saraf, misalnya tetracosactrin
  • gliclazide mungkin meningkatkan efek obat yang mengurangi penggumpalan darah (misalnya warfarin)

Konsultasikanlah kepada dokter sebelum memulai pengobatan.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan gliclazide?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan ahli penyedia layanan kesehatan profesional tentang penggunaan obat Anda bersama makanan, alkohol, atau rokok.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan gliclazide?

Adanya masalah medis lainnya mungkin memengaruhi penggunaan obat. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika Anda memiliki masalah medis lainnya, terutama:

  • bila Anda mengalami masalah ginjal atau hati
  • bila Anda diberitahu bahwa Anda mengalami porphyria atau kekurangan glukosa 6-fosfat dehydrogenase (G6PD), yang merupakan kelainan bawaan yang langka

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewatkan. Hal ini disebabkan, dosis ganda tidak menjamin Anda bisa sembuh lebih cepat dan dapat meningkatkan risiko efek samping penggunaan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Oktober 13, 2019

Sumber