Actifed obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Actifed Merek: Actifed, Actifed, Actifed, Actifed dan Actifed.

Penggunaan

Apa fungsi Actifed?

Jika Anda mencari obat batuk, Actifed bisa menjadi salah satu pilihan. Actifed (Tripolidine HCL dan Pseudoefedrin HCL) adalah obat yang digunakan untuk mengurangi demam, alergi, atau flu, biasanya termasuk hidung tersumbat, hidung berair, flu, gatal pada hidung dan tenggorokan, dan mata berair.

Kandungan dalam obat ini adalah kombinasi dari antihistamin dan dekongestan. Antihistamin sendiri bekerja dengan mencegah munculnya gejala-gejala seperti mata berair dan bersin. Sementara dekongestan membantu mengeluarkan dan mencairkan lendir di hidung. 

Obat ini memang termasuk obat yang dijual bebas. Jika Anda menggunakan obat ini tanpa saran dokter, baca instruksi yang terdapat pada kemasan sebelum menggunakannya.

Beberapa produk memiliki nama yang sama tapi mengandung bahan yang berbeda untuk kegunaan yang berbeda pula. Tanyakan pada dokter atau apoteker jika Anda ragu untuk menggunakannya.

Menggunakan obat batuk Actifed pada anak di bawah usia 6 tahun terbukti tidak efektif. Jadi jangan gunakan Actifed untuk mengobati flu, demam, dan batuk pada anak di bawah usia 6 tahun kecuali jika disarankan oleh dokter.

Bagaimana cara pakai Actifed ?

Selalu gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk yang tercantum pada kemasan, atau sesuai dengan anjuran dokter Anda. Jika Anda mengonsumsinya tanpa resep dokter, ikuti petunjuk yang terdapat pada kemasan. Tanyakan pada dokter jika Anda merasa ragu.

Jika Anda merasa sakit perut, gunakan obat ini bersamaan dengan makan makanan lain. Minum obat ini dengan air yang banyak kecuali jika dokter menyarankan untuk melakukan sebaliknya.

Actifed bisa diminum sebelum makan atau setelah makan dan harus sesuai dengan dosis yang ditentukan. Namun, sebagai obat yang bisa digunakan sebagai obat batuk, Actifed ini boleh dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. 

Jika Anda menggunakan bentuk cair atau sirup dari obat ini, gunakan sendok takar obat  yang diberikan. Jangan menggunakan sendok biasa karena bisa saja dosis yang Anda konsumsi tidak sesuai aturan.

Jika Anda tidak memiliki sendok takar obat atau obat batuk Actifed ini tidak dilengkapi dengan sendok takar, mintalah kepada apoteker di tempat Anda membeli obat tersebut.

Sementara bila yang Anda gunakan adalah versi obat tabletnya, jangan dihancurkan atau dikunyah di dalam mulut karena dapat meningkatkan risiko efek samping dari obat ini. Jangan juga membaginya menjadi beberapa bagian kecuali jika disarankan oleh dokter. Sebaiknya telan secara utuh Actifed tanpa dihancurkan atau dikunyah terlebih dahulu.

Dosis yang digunakan untuk obat ini disesuaikan dengan jenis obat yang Anda gunakan, usia Anda, kondisi kesehatan Anda, hingga reaksi dari pengobatan yang Anda jalani. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat meningkatkan efek samping seperti halusinasi hingga kematian.

Jika Anda disarankan oleh dokter untuk mengonsumsi Actifed setiap hari, gunakan obat ini secara rutin hingga Anda merasakan manfaatnya. Untuk mempermudah Anda mengingat waktu minum obat, gunakan pada waktu yang sama setiap harinya.

Bagaimana cara menyimpan Actifed?

Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Simpan di dalam kemasan aslinya. Jangan simpan di tempat bersuhu di atas 25 derajat Celcius dan jangan dimasukkan ke dalam kulkas. 

Jauhkan obat ini dari panas, lembab dan cahaya. Jangan gunakan obat ini setelah tanggal kedaluwarsa yang tercantum dalam kemasan. Tanggal kedaluwarsa berlaku di hari terakhir bulan yang disebutkan.

Jangan buang obat ini ke saluran pembuangan air, jangan pula dibuang dengan cara disiram ke toilet. Tanyakan apoteker Anda bagaimana cara paling aman membuang obat ini tanpa membahayakan lingkungan.

Dosis

Informasi berikut ini tidak bisa dijadikan pengganti resep dokter. Anda HARUS berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan Actifed.

Berapa dosis Actifed untuk orang dewasa?

Dosis biasa untuk penderita alergi rhinitis dan gejala flu adalah  satu tablet, diminum setiap 4-6 jam sekali. Jangan mengonsumsinya lebih dari 4 dosis dalam 24 jam. 

Sementara itu, obat batuk Actifed dalam bentuk sirup sebaiknya diminum dengan dosis 10 mL satu kali minum setiap 4-6 jam sekali. Perlu diingat bahwa Anda tidak boleh minum obat ini melebihi 4 dosisi dalam 24 jam.

Berapa dosis Actifed untuk anak?

Dosis Actifed tablet untuk anak dengan penderita alergi rhinitis dan gejala flu:

  • 6-12 tahun: 1/2 tablet
  • 12 tahun ke atas: 1 tablet

Tablet dapat diminum setiap 4-6 jam sekali dan maksimal penggunaannya adalah 4 dosis dalam 24 jam.

Dosis Actifed sirup untuk anak sebagai obat batuk:

  • 6-12 tahun: 5 ml
  • 12 tahun ke atas: 10 ml

Diminum setiap 4-6 jam, jangan minum lebih dari 4 dosis dalam 24 jam

Dalam bentuk apa saja Actifed tersedia?

Actifed tersedia dalam bentuk tablet dan juga sirup. 

Efek Samping

Apa efek samping Actifed yang mungkin terjadi?

Semua obat pasti berisiko menimbulkan efek samping. Sebagian besar efek samping dari obat ini termasuk ringan dan tak semua orang akan mengalaminya.

Namun, jika Anda mengalami masalah kesehatan tertentu setelah menggunakan obat ini, segera beri tahu dokter. Efek samping yang mungkin terjadi akibat Actifed (Tripolidin HCL dan Pseudoefedrin HCL) di antaranya adalah:

Efek samping yang umum terjadi:

  • Sembelit
  • Diare
  • Mabuk dan muntah
  • Mengantuk
  • Mulut, hidung, atau tenggorokan kering
  • Pusing
  • Hilang nafsu makan
  • Mual
  • Perubahan suasana hati secara drastis

Efek samping yang cukup jarang tapi berbahaya:

  • Beberapa reaksi alergi (ruam, gatal-gatal, pembengkakan pada mulut, wajah, bibir atau lidah)
  • Sakit pada dada
  • Kesulitan bernapas atau buang air kecil
  • Detak jantung cepat atau tidak normal
  • Demam
  • Halusinasi
  • Sakit kepala hingga pingsan
  • Pandangan mata kabur
  • Kejang-kejang

Obat ini juga bisa menimbulkan insomnia. Diketahui bahwa sebanyak 30 persen dari pengguna obat ini mengalami insomnia dan gangguan tidur lain. Selain itu, obat ini juga bisa menyerang sistem saraf hingga penggunanya bisa merasa cemas berlebihan, gugup, tremor, hingga sakit kepala.

Peringatan

Apa yang harus saya perhatikan sebelum menggunakan  Actifed?

Sebelum menggunakan Actifed, perhatikan hal-hal berikut:

  • Actifed mungkin dapat menyebabkan pusing atau mengantuk. Jangan berkendara, mengoperasikan mesin, atau hal-hal lain semacamnya yang dapat membahayakan sampai Anda mengetahui efek Actifed terhadap diri Anda.
  • Jangan menggunakan obat ini lebih dari tujuh hari berturut-turut. Jika kondisi Anda tidak membaik setelah mengonsumsinya selama tujuh hari, konsultasikan kepada dokter, khususnya jika Anda demam disertai sakit kepala atau ruam-ruam pada kulit.
  • Hindari diet atau mengkonsumsi obat penghilang nafsu makan saat Anda menggunakanActifed tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.
  • Hindari mengonsumsi obat yang bisa digunakan sebagai obat batuk ini lebih dari jangka waktu yang disarankan oleh dokter Anda.
  • Hati-hati mengonsumsi obat batuk Actifed bagi lansia karena mungkin orang-orang lanjut usia lebih sensitif terhadap efek Actifed
  • Actifed tidak direkomendasikan bagi anak-anak di bawah 6 tahun tanpa anjuran dokter. 
  • Hati-hati saat memberikan Actifed pada anak, karena mereka bisa lebih sensitif terhadap efek obat ini.
  • Konsultasikan kepada dokter jika Anda juga mengonsumsi obat-obatan lainnya saat mengonsumsi obat ini.
  • Hindari mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan lainnya yang dapat menyebabkan mengantuk saat mengkonsumsi Actifed.
  • Jika Anda hendak menjalani operasi atau tes kesehatan, infokan kepada dokter bahwa Anda tengah mengonsumsi obat ini beberapa hari sebelumnya.
  • Lansia berpeluang lebih tinggi untuk alami efek samping jika menggunakan obat ini sebagai obat flu.

Apakah Actifed aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Mengonsumsi obat batuk ini saat kehamilan trisemester pertama dapat menimbulkan risiko cacat pada anak saat lahir. Oleh sebab itu, penggunaan obat ini sangat tidak dianjurkan saat sedang hamil atau menyusui.

Meski begitu, selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Konsultasikan juga kepada dokter jika Anda sedang menyusui. MIMS menyebutkan bahwa 0.5-0.7% dari dosis obat yang dikonsumsi sang ibu akan keluar melalui air susu yang diproduksinya dalam waktu 24 jam.

Dengan begitu, obat ini bisa saja sampai pada bayi melalui ASI dan dampaknya masih belum diketahui. Diskusikan bersama dokter mengenai dampak obat batuk Actifed pada bayi.

Secara umum, efek samping antihistamin pada balita dan bayi yang baru lahir lebih parah ketimbang pada orang dewasa. Maka itu, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter, apakah sebaiknya Anda berhenti menyusui selama mengonsumsi Actifed, atau Anda berhenti mengonsumsi Actifed.

Meski hanya sebagai obat batuk, sebaiknya tanyakan dulu efek samping jika menggunakan Actifed saat hamil dan menyusui. 

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Actifed?

Actifed mungkin berinteraksi dengan obat lain yang sedang Anda gunakan. Hal ini dapat mengubah cara kerja obat tersebut, atau bahkan meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping.

Untuk menghindari kemungkinan interaksi obat ini, buatlah daftar semua obat yang sedang atau yang baru-baru ini Anda gunakan, termasuk obat resep, obat nonresep, obat herbal, dan suplemen vitamin. Perlihatkan daftar ini kepada dokter atau apoteker saat Anda diresepkan.\

Ingat, jangan memulai atau memberhentikan obat dan mengganti dosis obat, tanpa berkonsultasi dulu pada dokter Anda.

Obat ini sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan 899 jenis obat, namun di antaranya yang paling sering terdeteksi interaksinya adalah: 

  • acetaminophen
  • amitriptyline
  • amlodipine
  • amoxilin
  • aspirin
  • Aspirin Low Strength
  • Augmentin
  • belladone/caffeine/ergotamine/pentobarbital
  • benzoic acid/hyoscyamine/methenamine/methylene blue / phenyl salicylate
  • Benadryl
  • bisacodyl / polyethylene glycol 3350 / potassium chloride / sodium bocarbonate / sodium chloride
  • bromocriptine
  • ciprofoxaclin
  • citalopram
  • codeine
  • droxidopa
  • fluticasone nasal
  • furazolidone 
  • guanethidine
  • guanadrel
  • ibuprofen
  • lipitor
  • lisinopril
  • loratadine
  • mecamylamine
  • melatonin
  • methyldopa
  • mucinex
  • multivitamin
  • naproxen
  • omeprazole
  • Panadol
  • Paracetamol
  • prednisone
  • pseudoephedrine
  • ramipril
  • reserpin
  • sertraline
  • triprolidine
  • Tylenol
  • Zyrtec

Apakah ada makanan dan minuman yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Actifed?

Obat ini mungkin saja berinteraksi dengan makanan atau minuman tertentu, terutama alkohol, yang mengubah cara kerja obat atau malah meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping. Diskusikan dengan dokter mengenai apa saja pantangan makanan dan minuman selama Anda menggunakan obat ini.

Selama menggunakan obat ini, Anda sebaiknya menghindari konsumsi makanan atau minuman mengandung alkohol.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Actifed?

Obat ini dapat berinteraksi dengan beberapa penyakit dan gangguan kesehatan. Interaksi ini dapat membuat penyakit Anda bertambah parah, atau mengganggu cara kerja obat.

Penting untuk selalu memberi tahu dokter mengenai penyakit dan gangguan kesehatan lain yang Anda alami sebelum mulai menggunakan obat ini.

Jika Anda sebelumnya telah menunjukkan tanda-tanda atau gejala atau reaksi tidak cocok pada obat ini, atau obat-obatan yang memiliki kandungan pseudoephedrine atau triprolidine, jangan memaksakan diri untuk mengonsumsi obat ini.

Begitu juga jika Anda memiliki penyakit tekanan darah tinggi atau penyakit jantung koroner juga tidak disarankan mengonsumsi Actifed.

Jika Anda pernah mengonsumsi MAOI atau obat antidepressan dalam kurun waktu 2 minggu, hindari penggunaan obat ini karena dapat meningkatkan tekanan darah.

Penderita kondisi kesehatan lainnya berikut ini juga sebaiknya menghindari penggunaan Actifed:

  • Glaukoma atau peningkatan tekanan di mata
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Penyakit pada hati
  • Penyakit pada ginjal
  • Penyempitan pada pencernaan
  • Diabetes
  • Masalah pernapasan saat tidur
  • Masalah tidur
  • Masalah pernapasan (asma, emfisema, bronkitis kronis)
  • Penyakit pada prostat

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Berikut ini adalah tanda-tanda overdosis yang bisa Anda kenali, di antaranya adalah:

  • Rasa kantuk berlebihan
  • Pusing
  • Ataxia atau penyakit degeneratif saraf
  • Lethargy syndrome pada anak
  • Hiperaktif
  • Hypotonia atau penurunan massa otot pada anak
  • Hipertensi

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat?

Obat Actifed yang diandalkan sebagai obat batuk ini batuk ini biasanya hanya dikonsumsi saat dibutuhkan saja, misal ketika gejala muncul. Jangan mengonsumsinya jika Anda tidak mengalami gejala apapun.

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat saat mendekati waktu untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal.

Jangan mengonsumsi lebih dari satu dosis dalam satu kali pemakaian dan jangan menggandakan dosis jika Anda terlupa.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Mei 16, 2019

Yang juga perlu Anda baca