home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berat Badan Naik? Mungkin Karena Anda Tidur Dengan Lampu Menyala

Berat Badan Naik? Mungkin Karena Anda Tidur Dengan Lampu Menyala

Banyak orang yang tidak ingin punya badan gemuk. Tak heran jika segala macam diet dan olahraga dilakukan untuk menurunkan berat badan. Tapi, tahukah Anda ada salah satu hal tak terduga yang ternyata bisa bikin badan Anda gemuk, selain malas berolahraga dan makan makanan tinggi kalori? Coba cek lampu kamar Anda saat tidur; nyala atau mati? Ya, kebiasaan tidur dengan lampu menyala semalaman ternyata bisa bikin angka timbangan naik tanpa disadari. Kenapa begitu?

Lampu kamar dan sinar dari layar gadget di malam hari bisa bikin badan gemuk

Apakah Anda suka menyalakan lampu ketika tdur di malam hari? Atau, meski sudah waktu tidur, Anda masih berada di depan laptop atau gadget Anda. hat-hati, cahaya dari gadget Anda bisa jadi penyebab dari badan gemuk.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Leiden University Medical Center ini melibatkan sebanyak 113 ribu wanita yang berusia minimal 16 tahun. Dalam studi tersebut peserta diukur berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, serta lingkar pinggul. Kemudian mereka juga diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan terkait pola hidup yang dilakukan selama ini, termasuk kebiasaan tidurnya.

Lalu di akhir penelitian diketahui bahwa kelompok wanita yang terbiasa tidur dalam gelap di malah hari – tak menggunakan lampu sama sekali – memiliki lingkar pinggang dan panggul yang lebih kecil ketimbang dengan kelompok wanita yang tidur dengan lampu.

Kenapa tidur dengan lampu menyala bisa bikin badan gemuk?

Para ahli percaya bahwa paparan cahaya di malam hari telah mengecoh tubuh Anda dalam membakar lemak. Hal ini terkait dengan jam biologis yang dimiliki tubuh. Jam biologis tubuh mengatur semua jadwal apa saja yang harus dilakukan tubuh dan diatur oleh hormon melatonin. Hormon melatonin, yaitu hormon pemicu ngantuk yang akan menurun ketika siang hari dan naik ketika malam hari.

Tapi saat Anda terpapar cahaya di malam hari, hormon melatonin malah diproduksi dalam jumlah minim. Ini karena tubuh salah paham mengira bahwa waktu tersebut masih siang, sehingga secara otomatis mengendalikan produksi hormon pembuat ngantuk agar Anda tetap segar dan waspada.

Di sisi lain, melatonin juga memengaruhi metabolisme di dalam tubuh. Semakin banyak melatonin yang diproduksi, maka semakin cepat metabolisme yang terjadi sehingga makin banyak lemak pula yang terbakar ketika Anda tertidur.

Semakin Anda lama terpapar dengan cahaya, maka Anda akan lebih sulit untuk tertidur. Pada akhirnya, jadwal tidur pun kacau dan Anda jadi kekurangan tidur di keesokan harinya. Kurang tidur telah terbukti dapat membuat berat badan naik.

penyebab jadwal tidur terganggu
Kurang tidur bikin badan gemuk (sumber: shutterstock)

Lalu, apa yang harus dilakukan jika jadwal tidur saya kacau?

Tanpa Anda sadar kebiasaan tidur Anda di malam hari bisa menjadi salah satu penyebab mengapa berat badan Anda naik. Oleh karena itu, para peneliti menyarankan agar setiap orang sebaiknya memiliki jadwal tidur yang rutin. Jika memang jadwal tidur Anda sudah berantakan, sebaiknya Anda atur ulang kebiasaan tidur Anda, dengan cara-cara di bawah ini:

  • Rencanakan jadwal tidur, dengan menentukan pukul berapa Anda harus tidur dan disiplin dengan jadwal tersebut. Jika sudah waktunya tidur, sebaiknya segera hentikan pekerjaan Anda.
  • Kurangi paparan cahaya di malam hari. seperti yang telah disebutkan dalam penelitian sebelumnya, Anda harus mengurangi cahaya ketika Anda akan tidur. Hindari main HP sebelum tidur untuk mengurangi paparan cahaya.
  • Olahraga dengan rutin. Terdengar tidak ada hubungannya memang dengan jadwal tidur yang berantakan, namun membiasakan diri untuk berolahraga setiap hari membantu mencegah badan gemuk dan memperbaiki jadwal tidur.
  • Jangan tidur siang terlalu lama. Memang, tidur siang dapat meningkatkan produktivitas Anda ketika bekerja. Namun bila Anda ada kesempatan untuk tidur siang, jangan melakukannya terlalu lama, sebab akan mengganggu siklus tidur Anda.
  • Hindari konsumsi kafein. Bila Anda sudah menentukan jam berapa Anda akan tidur, maka sebaiknya hindari konsumsi kafein mendekati waktu tidur Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Verywell. (2017). Is Artificial Light a Cause of Obesity?. [online] Available at: https://www.verywell.com/is-artificial-light-a-cause-of-obesity-3963051  [Accessed 17 Jul. 2017].

Medscape. (2017). Relationship Between Obesity and Exposure to Light at Night. [online] Available at: http://www.medscape.com/viewarticle/828924_3  [Accessed 17 Jul. 2017].

Healthline. (2015). Artificial Light Associated with Obesity, Study Says. [online] Available at: http://www.healthline.com/health-news/artificial-light-associated-with-obesity-study-says-051115#2  [Accessed 17 Jul. 2017].

WebMD. (2017). 10 Ways to Reset Your Sleep Cycle. [online] Available at: http://www.webmd.com/a-to-z-guides/discomfort-15/better-sleep/adjust-sleep-cycle?page=2  [Accessed 17 Jul. 2017].

University of Maryland Medical Center. (2017). Melatonin. [online] Available at: http://www.umm.edu/health/medical/altmed/supplement/melatonin  [Accessed 17 Jul. 2017].

 


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 26/07/2017
x