Mengatasi 5 Jenis Gangguan Nutrisi Pada Pasien Kemoterapi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pada umumnya, penderita kanker mengalami perubahan pola makan yang disebabkan perubahan cara metabolisme nutrisi seperti protein, karbohidrat dan lemak. Selain itu pengobatan kanker seperti metode kemoterapi akan mempengaruhi aktivitas organ saluran pencernaan khususnya lambung dan usus untuk menyerap nutrisi makanan. Hal ini menyebabkan tubuh mengalami kesulitan untuk memenuhi kecukupan asupan dan menyebabkan individu yang sedang menjalani kemoterapi mengalami malnutrisi.

Memenuhi kebutuhan berbagai nutrisi dari makanan dan air adalah kunci keberhasilan pengobatan kanker. Khususnya pada pasien kemoterapi, kecukupan nutrisi sangat dibutuhkan untuk membantu regenerasi jaringan dan sel yang telah rusak selama sakit dan masa penyembuhan. Gangguan nutrisi merupakan salah satu penghambat kesembuhan dan pengobatan pasien kanker karena menghambat tubuh pasien memperoleh asupan yang dibutuhkan, dan akan membuat tubuh pasien semakin melemah serta menjadi lebih rentan terhadap penyakit infeksi.

Berikut beberapa gangguan nutrisi yang sering terjadi pada pasien kemoterapi

1. Anoreksia dan kaheksia

Keduanya merupakan gangguan makan sekaligus gangguan nutrisi yang dapat memicu gangguan nutrisi lainnya pada pasien kemoterapi. Pasien yang mengalami anoreksia atau kehilangan nafsu makan disebabkan oleh beberapa efek samping kemoterapi seperti gangguan pada lidah yang menyebabkan perubahan rasa dan aroma makanan menjadi pahit. Akibatnya, pasien kemoterapi menghindari konsumsi berbagai makanan dan menyebabkan tubuhnya kekurangan berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan.

Kondisi anoreksia pada seseorang yang sedang menjalani kemoterapi juga sering disertai dengan kaheksia yang ditandai dengan penurunan berat badan secara drastis dan menurunnya massa otot. Kondisi ini lebih umum dialami pasien kemoterapi pada kanker paru, pankreas, dan saluran pencernaan atas. Kondisi ini sulit untuk membaik, oleh karena itu penanganan pasien dengan kondisi ini perlu dilakukan sejak dini.

Tips untuk menangani kondisi anoreksia dan kaheksia pada penderita kanker

  • Atasi perubahan rasa pada makanan dengan menambahkan beberapa bumbu masakan alami seperti serbuk cabai, bawang merah dan putih, kecap, saus dan dedaunan herbal seperti oregano dan mint.
  • Jagalah kebersihan mulut untuk mengurangi rasa tidak enak saat mengonsumsi makanan dengan menyikat gigi dan membersihkan lidah secara rutin.
  • Sajikan masakan dalam suhu ruangan agar lebih mudah dikonsumsi.
  • Perbanyak konsumsi buah segar yang mengandung banyak air seperti anggur, jeruk, dan semangka dan sajikan dalam keadaan dingin.
  • Jika pasien kemoterapi tidak ingin makan besar, sajikan snack atau makanan ringan sepanjang hari agar perut tetap terisi.
  • Penuhi kebutuhan kalori dan protein dengan menyajikan makanan dengan olahan teur, selai kacang, keju, tuna dan ayam, serta beberapa jenis minuman seperti es krim, pudding, dan suplemen nutrisi cair.
  • Untuk mengatasi penurunan berat badan berlebih, lakukan pengobatan terhadap gangguan pencernaan seperti rasa mual, diare, dan sembelit, serta tangani kondisi dehidrasi.

2. Mual

Rasa mual berlebih dapat terjadi setelah menjalani kemoterapi dengan paparan radiasi kemoterapi pada area dada dan perut. Mual dapat bertahan selama satu hingga tiga hari pasca terapi. Meskipun terkadang tidak disertai dengan rasa ingin muntah, kondisi mual akan mengurangi nafsu makan.

Berikut tips menangani untuk meringankan gejala mual pada pasien kemoterapi:

  • Konsumsilah obat untuk mengurangi rasa mual.
  • Hindari makanan dengan bau menyengat, terlalu pedas dan panas.
  • Konsumsilah makanan kering seperti sereal, crackers, sedikit demi sedikit dalam beberapa jam sekali.
  • Konsumsi air mineral untuk mencegah dehidrasi dan mual bertambah parah.
  • Hindari ruangan dengan suhu hangat atau berbau makanan.
  • Jika terdapat terdapat rasa tidak enak di mulut dan membuat mual, emutlah permen dengan rasa mint atau lemon.

3. Xerostomia dan sakit tenggorokan

Keduanya sering disebabkan oleh paparan kemoterapi pada bagian tubuh bagian atas. Xerostomia ditandai dengan cairan saliva yang menjadi kental sehingga mulut dengan mudah menjadi kering dan sering kali disertai dengan rasa sakit pada tenggorokan. Kondisi ini akan menurunkan kesehatan gigi dan mulut sehingga mulut lebih rentan terhadap infeksi. Berikut tips untuk menangani xerostomia dan sakit tenggorokan:

  • Jagalah mulut agar tetap basah  dengan mengonsumsi 8 hingga 10 gelas per hari. Cairan membantu kesehatan mulut saat kekurangan cairan saliva.
  • Bersihkan mulut setiap habis makan dengan air serta gunakan sikat gigi dengan sikat yang lembut.
  • Hindari membersihkan mulut dengan obat kumur dengan alkohol.
  • Hindari konsumsi kopi dan paparan rokok serta asap rokok.
  • Konsumsi jenis makanan manis yang membantu stimulasi cairan saliva.
  • Konsumsi makanan dalam ukuran kecil agar lebih mudah dikunyah.
  • Konsumlah makanan dengan kuah dan lembut seperti sup dan makanan ringan seperti buah-buahan dalam keadaan dingin.
  • Pastikan ruangan ruangan tetap sejuk dan lembab untuk menghindari mulut bertambah kering.

4. Diare

Pengobatan kanker menyebabkan usus bergerak lebih sering dan lebih longgar sehingga terdapat cairan pada saat membentuk tinja dan menyebabkan diare. Kondisi diare juga menyebabkan diare, penurunan berat badan secara signifikan dan tubuh merasa lelah. Berikut beberapa cara mengatasi diare pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi:

  • Konsumsi air mineral secara rutin sepanjang hari.
  • Jagalah suhu ruangan tidak terlalu dingin ataupun terlalu panas.
  • Konsumsi snack dan makanan ringan dalam porsi kecil dalam beberapa jam sekali.
  • Kurangi konsumsi olahan susu menjadi hanya 2 gelas per hari.
  • Hindari konsumsi bergas seperti minuman bersoda, sayuran yang membuat perut bergas dan permen karet dengan sorbitol, mannitol, atau xylitol.
  • Konsumsi cairan dengan kandungan garam seperti pada minuman isotonik atau sport drinks dan kuah sup.
  • Konsumsi makanan dengan serat yang mudah larut seperti pisang, pear dan oatmeal.
  • Teruslah memantau kondisi diare, jika tinja memiliki bau dan warna yang tidak biasa, segera laporkan ke dokter untuk penanganan lanjutan.

5. Sembelit

Hal ini sering terjadi pada masa pengobatan yang disertai dengan konsumsi obat untuk mengurangi rasa sakit pada penderita kanker. Sembelit atau konstipasi terjadi apabila usus tidak bergerak secara normal dan tidak beraturan sehingga tinja menjadi lebih sulit keluar. Berbeda dengan sembelit pada umumnya, pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi, sembelit hanya disebakan karena reaksi tubuh terhadap obat. Kondisi sembelit dapat diringankan dengan beberapa cara sebagai berikut:

  • Cobalah makan teratur dengan waktu yang sama setiap hari.
  • Konsumsi 8 hingga 10 gelas air setiap hari, beberapa minuman hangat seperti minuman jeruk hangat dapat membantu pergerakan usus.
  • Hindari konsumsi obat pencahar kecuali sudah konsultasi dengan dokter.
  • Konsumsi sarapan dengan minuman hangat dengan tinggi serat.
  • Jika diperlukan konsumsilah minuman suplemen dengan tinggi kalori, protein dan serat
  • Hindari minuman bersoda dan kurangi konsumsi berbagai makanan yang membuat lambung bergas seperti alpukat, kubis, brokoli, timun, bayam, ikan, telur dan susu selama mengalami sembelit.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kebanyakan makan garam

Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan yang tidak boleh dimakan saat perut kosong

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
apa itu kalori adalah

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit