backup og meta

Jangan Dibuang, Manfaat Rambut Jagung Sayang Dilewatkan

Jangan Dibuang, Manfaat Rambut Jagung Sayang Dilewatkan

Rambut jagung sering kali langsung dibuang saat proses mengupas dan memasak jagung. Padahal, bagian tersebut mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Apa saja khasiatnya?

Kandungan gizi rambut jagung

Rambut jagung adalah benang-benang panjang yang menutupi jagung dan biasanya terkumpul di bagian ujung. 

Dalam pengolahan jagung, bagian rambut biasanya memang dibuang. Namun, ternyata tak sedikit juga yang memanfaatkan corn silk sebagai obat herbal.

Rambut jagung (corn silk) ternyata telah digunakan selama ratusan tahun oleh sebagian masyarakat Cina sebagai pilihan pengobatan tradisional.

Khasiat untuk pengobatan tersebut berasal dari kandungan zat gizi corn silk yang akan sayang dilewatkan, seperti:

  • protein, 
  • vitamin
  • karbohidrat, 
  • kalsium, 
  • kalium, 
  • magnesium
  • sitosterol, 
  • stigmasterol, 
  • alkaloid, dan 
  • saponin.

Corn silk ini dapat dimasak bersama jagung, dikeringkan, atau diekstraksi menjadi teh dan suplemen.

Manfaat rambut jagung

corn silk

Berkat kandungan zat gizi yang dimiliki, corn silk menawarkan sederet manfaat berikut untuk kesehatan.

1. Kandungan antioksidan cegah penyakit kronis

Komponen antioksidan yang terkandung pada rambut jagung berperan dalam melindungi sel tubuh dalam menangkal paparan radikal bebas yang memicu stres oksidatif.

Stres oksidatif ini merupakan penyebab utama timbulnya penyakit kronis seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung.

Bahkan, penelitian dalam jurnal Molecules (2016) mengemukakan bahwa senyawa saponin memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang berperan penting dalam perawatan pasien obesitas.

Nah, obesitas bisa mengarah pada berbagai penyakit kronis tersebut.

Potensi manfaat untuk kesehatan ini tentu saja sangat sayang bila dilewatkan.

2. Punya komponen antiradang

Kondisi peradangan sebenarnya merupakan reaksi alami sistem kekebalan tubuh Anda.

Namun, peradangan yang cukup parah biasanya dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Sebuah percobaan pada hewan uji yang dimuat dalam jurnal Molecules (2012) menunjukkan potensi ekstrak rambut jagung untuk mengurangi peradangan.

Temuan penelitian tersebut bisa mengawali penelitian lanjutan untuk mengetahui perannya sebagai makanan antiradang pada manusia.

Selain itu, corn silk mengandung magnesium yang dikenal dapat mengendalikan respons tubuh pada peradangan.

3. Menjaga kadar gula darah

rambut jagung

Corn silk mempunyai potensi manfaat membantu menurunkan kadar gula darah.

Sebuah uji coba pada hewan yang dimuat dalam jurnal Molecules (2015) melaporkan bahwa pemberian flavonoid dari corn silk pada tikus menyebabkan menurunnya kadar gula darah secara signifikan.

Hasil penelitian ini memang cukup menjanjikan. Meski begitu, tetap diperlukan riset lebih lanjut untuk melihat efeknya pada manusia.

4. Mengontrol tekanan darah

Rambut jagung juga punya potensi khasiat mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi.

Bagian jagung ini memiliki sifat diuretik yang dapat mengurangi cairan berlebih dari tubuh yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya tekanan darah.

Sebuah studi dalam jurnal Clinical and Experimental Optometry (2015) menunjukkan penurunan tekanan darah yang cukup signifikan pada 40 pasien setelah mengonsumsi ekstrak corn silk.

Namun, perlu Anda ingat bahwa corn silk bukanlah pengobatan tunggal untuk mengatasi masalah tekanan darah.

5. Menurunkan kolesterol

Selain mengontrol tekanan darah, rambut jagung berpotensi sebagai makanan penurun kolesterol jahat (LDL).

Sebuah riset yang dimuat dalam Current Pharmaceutical Design (2017) menemukan bahwa kadar kolesterol LDL pada hewan uji berkurang cukup signifikan setelah mendapatkan perawatan dengan ekstrak corn silk.

Kondisi tersebut juga disertai dengan peningkatan kadar kolesterol HDL.

Untuk melihat efeknya pada masalah kadar kolesterol manusia, berbagai penelitian lanjutan masih perlu dilakukan.

6. Menjaga tubuh tetap bugar

Rambut jagung memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berkaitan erat dengan stamina atau ketahanan fisik.

Senyawa tersebut dapat membantu meningkatkan toleransi terhadap aktivitas berat seperti olahraga dan mencegah tubuh mudah lelah.

Jika dikonsumsi bersamaan dengan biji jagungnya, yang merupakan sumber karbohidrat, ini bisa menambah energi tubuh.

Setelah mengetahui manfaatnya, mulai saat ini cobalah untuk tak langsung membuang corn silk dan konsumsi bersama bijinya.

Ringkasan

Rambut jagung memiliki berbagai kandungan zat gizi yang dapat membantu menurunkan gula darah, tekanan darah, dan kolesterol. Mengonsumsi jagung bersama bagian ini dapat mengoptimalkan asupan nutrisi untuk tubuh.

[embed-health-tool-bmi]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Hasanudin, K., Hashim, P., & Mustafa, S. (2012). Corn Silk (Stigma Maydis) in Healthcare: A Phytochemical and Pharmacological Review. Molecules, 17(8), 9697-9715. doi: 10.3390/molecules17089697

Marrelli, M., Conforti, F., Araniti, F., & Statti, G. (2016). Effects of Saponins on Lipid Metabolism: A Review of Potential Health Benefits in the Treatment of Obesity. Molecules, 21(10), 1404. doi: 10.3390/molecules21101404

Zhang, Y., Wu, L., Ma, Z., Cheng, J., & Liu, J. (2015). Anti-diabetic, anti-oxidant and anti-hyperlipidemic activities of flavonoids from corn silk on STZ-induced diabetic mice. Molecules, 21(1), 7. DOI: 10.3390/molecules21010007

George, G. O., & Idu, F. K. (2015). Corn silk aqueous extracts and intraocular pressure of systemic and non‐systemic hypertensive subjects. Clinical and Experimental Optometry, 98(2), 138-149. DOI: 10.1111/cxo.12240

Wang, K., & Zhao, J. (2019). Corn silk (Zea mays L.), a source of natural antioxidants with α-amylase, α-glucosidase, advanced glycation and diabetic nephropathy inhibitory activities. Biomedicine Pharmacotherapy, 110, 510-517. doi: 10.1016/j.biopha.2018.11.126

Tian, S., Sun, Y., & Chen, Z. (2021). Extraction of flavonoids from corn silk and biological activities in vitro. Journal of Food Quality, 2021. doi: 10.1155/2021/7390425

Wang, B., Xiao, T., Ruan, J., & Liu, W. (2017). Beneficial effects of corn silk on metabolic syndrome. Current Pharmaceutical Design, 23(34), 5097-5103. doi: 10.2174/1381612823666170926152425

Versi Terbaru

27/01/2023

Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro

Diperbarui oleh: Fidhia Kemala


Artikel Terkait

Jagung Terasa Enak Jika Sudah Diolah, Tapi Boleh Tidak, Ya, Dimakan Mentah?

Jagung Boleh untuk Diabetes asalkan Ikuti Panduan Ini


Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 27/01/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan