home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jagung Terasa Enak Jika Sudah Diolah, Tapi Boleh Tidak, Ya, Dimakan Mentah?

Jagung Terasa Enak Jika Sudah Diolah, Tapi Boleh Tidak, Ya, Dimakan Mentah?

Entah itu direbus, ditumis, atau dibakar, jagung adalah salah satu makanan sumber karbohidrat yang mudah diolah menjadi sajian apa pun. Nah, bagaimana dengan jagung mentah? Apakah aman bila dimakan langsung tanpa harus dimasak terlebih dahulu? Cari tahu jawabannya dalam ulasan ini, yuk!

Bisakah jagung dimakan mentah?

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat mendengar nama “jagung”? Kebanyakan orang akan menjawab jagung memiliki warna kuning yang khas, bisa menjadi pengganti nasi, dan sumber karbohidrat yang baik untuk membantu kenyang lebih lama.

Tak jarang, Anda mungkin langsung membayangkan suatu nama makanan tertentu dengan bahan dasar jagung. Ya, selain menyimpan segudang manfaat super untuk tubuh, jagung juga bisa dimasak menjadi berbagai macam sajian yang menggugah selera.

Misalnya sup jagung, jagung bakar, tumis jagung, hingga camilan jagung yang dicampur dengan keju dan susu. Membayangkannya saja sudah terasa nikmat, bukan? Uniknya, ternyata jagung juga bisa dimakan tanpa harus diolah dulu, alias jagung mentah, mengutip dari laman Very Well Fit.

Tak kalah enak dengan diolah, jagung mentah juga memiliki rasa yang manis dengan tekstur renyah saat dikunyah. Sekali lahap, jagung mentah dapat menyumbang beragam nutrisi seperti serat, protein, vitamin B, vitamin C, magnesium, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, kalium, hingga zink.

Jagung juga mengandung karotenoid, yakni zat antioksidan pemberi warna (pigmen) kuning atau oranye alami pada buah dan sayuran. Senyawa kimia ini berperan penting untuk menjaga kesehatan mata.

Tak perlu bingung bagaimana harus memakannya, Anda bisa mencampurkan jagung mentah ke dalam semangkuk salad favorit, memasukkan ke dalam sup yang telah siap santap, atau mengombinasikan dengan berbagai sajian lainnya.

Sumber: Pinterest

Awas, makan jagung mentah juga ada risikonya

Dibalik segudang nutrisi yang terkandung di dalamnya, makan jagung mentah juga berisiko menimbulkan masalah pencernaan. Pasalnya, ada berbagai bakteri yang bisa dengan mudah menempel pada buah dan sayuran mentah, terutama jika tidak dicuci dengan bersih.

Ambil contoh seperti bakteri E. coli, Salmonella, dan Listeria. Kontaminasi bakteri tersebut bisa berasal dari tempat di mana jagung ditanam, sumber air yang dipakai untuk mencuci jagung ternyata kotor, atau peralatan yang dipakai untuk membersihkan jagung tidak bersih.

Supaya meminimalkan risikonya, usahakan untuk selalu mencuci jagung sekaligus menghilangkan serabutnya sampai bersih sebelum dimakan mentah.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Corn Nutrition Facts. https://www.verywellfit.com/corn-facts-content-calories-and-health-benefits-4116932 Diakses pada 24 Januari 2019.

Data Komposisi Pangan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.panganku.org/id-ID/view Diakses pada 24 Januari 2019.

Top 9 Foods Most Likely to Cause Food Poisoning. https://www.healthline.com/nutrition/foods-that-cause-food-poisoning#section2 Diakses pada 24 Januari 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 21/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x