Jagung Terasa Enak Jika Sudah Diolah, Tapi Boleh Tidak, Ya, Dimakan Mentah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Entah itu direbus, ditumis, atau dibakar, jagung adalah salah satu makanan sumber karbohidrat yang mudah diolah menjadi sajian apa pun. Nah, bagaimana dengan jagung mentah? Apakah aman bila dimakan langsung tanpa harus dimasak terlebih dahulu? Cari tahu jawabannya dalam ulasan ini, yuk!

Bisakah jagung dimakan mentah?

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat mendengar nama “jagung”? Kebanyakan orang akan menjawab jagung memiliki warna kuning yang khas, bisa menjadi pengganti nasi, dan sumber karbohidrat yang baik untuk membantu kenyang lebih lama.

Tak jarang, Anda mungkin langsung membayangkan suatu nama makanan tertentu dengan bahan dasar jagung. Ya, selain menyimpan segudang manfaat super untuk tubuh, jagung juga bisa dimasak menjadi berbagai macam sajian yang menggugah selera.

Misalnya sup jagung, jagung bakar, tumis jagung, hingga camilan jagung yang dicampur dengan keju dan susu. Membayangkannya saja sudah terasa nikmat, bukan? Uniknya, ternyata jagung juga bisa dimakan tanpa harus diolah dulu, alias jagung mentah, mengutip dari laman Very Well Fit.

Tak kalah enak dengan diolah, jagung mentah juga memiliki rasa yang manis dengan tekstur renyah saat dikunyah. Sekali lahap, jagung mentah dapat menyumbang beragam nutrisi seperti serat, protein, vitamin B, vitamin C, magnesium, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, kalium, hingga zink.

Jagung juga mengandung karotenoid, yakni zat antioksidan pemberi warna (pigmen) kuning atau oranye alami pada buah dan sayuran. Senyawa kimia ini berperan penting untuk menjaga kesehatan mata.

Tak perlu bingung bagaimana harus memakannya, Anda bisa mencampurkan jagung mentah ke dalam semangkuk salad favorit, memasukkan ke dalam sup yang telah siap santap, atau mengombinasikan dengan berbagai sajian lainnya.

Sumber: Pinterest

Awas, makan jagung mentah juga ada risikonya

Dibalik segudang nutrisi yang terkandung di dalamnya, makan jagung mentah juga berisiko menimbulkan masalah pencernaan. Pasalnya, ada berbagai bakteri yang bisa dengan mudah menempel pada buah dan sayuran mentah, terutama jika tidak dicuci dengan bersih.

Ambil contoh seperti bakteri E. coli, Salmonella, dan Listeria. Kontaminasi bakteri tersebut bisa berasal dari tempat di mana jagung ditanam, sumber air yang dipakai untuk mencuci jagung ternyata kotor, atau peralatan yang dipakai untuk membersihkan jagung tidak bersih.

Supaya meminimalkan risikonya, usahakan untuk selalu mencuci jagung sekaligus menghilangkan serabutnya sampai bersih sebelum dimakan mentah.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jagung Vs. Kentang: Mana yang Lebih Baik untuk Pengganti Nasi?

Jagung dan kentang adalah sumber karbohidrat lain yang bisa dijadikan sebagai pengganti nasi. Namun, diantara keduanya, mana yang lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

5 Resep Olahan Makanan Mentah yang Sehat dan Aman Bagi Pencernaan

Sering merasa lapar namun takut berat badan melonjak naik? Tak perlu khawatir, Anda bisa coba beberapa resep olahan makanan mentah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Resep Sehat, Nutrisi 7 Juni 2018 . Waktu baca 6 menit

Yuk, Kenali 7 Manfaat Polenta (Bubur Jagung) Bagi Kesehatan

Pernah dengar apa itu polenta? Polenta atau bubur jagung ini rupanya kaya nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan, lho. Apa saja manfaat polenta? Cek di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Fakta Gizi, Nutrisi 3 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit

5 Jenis Bakteri yang Paling Sering Menyebabkan Keracunan Makanan

Keracunan makanan bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, hingga bahkan kematian. Lantas, bakteri apa saja yang bisa menyebabkan hal ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 30 November 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

salmonella dalam makanan

Cara Menghindari Paparan Bakteri Salmonella dari Makanan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 4 menit
hamil telur setengah matang

Bolehkan Ibu Hamil Makan Telur Setengah Matang?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
sayuran terbaik untuk anak

5 Jenis Sayur Terbaik untuk Anak yang Wajib Ibu Tahu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 7 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

6 Jenis Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Mentah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2019 . Waktu baca 6 menit