backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Ayam Broiler dan Ayam Kampung, Ini 5 Perbedaan Utamanya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

    Ayam Broiler dan Ayam Kampung, Ini 5 Perbedaan Utamanya

    Saat pergi ke pasar atau supermarket, Anda mungkin melihat berbagai jenis daging ayam dijual, mulai dari ayam kampung hingga ayam broiler. Perbedaan keduanya terlihat jelas dari ukuran. Daging ayam kampung lebih tipis dan kecil, sedangkan ayam broiler lebih tebal dan gemuk. Lantas, bagaimana dengan perbedaan manfaat konsumsinya?

    Perbedaan ayam broiler dan ayam kampung

    Ayam broiler alias ayam pedaging adalah jenis ayam yang diternakkan dengan perlakukan khusus untuk menjaga kualitas daging yang dihasilkan nantinya. 

    Sementara itu, ayam kampung biasanya diternakkan secara bebas.

    Jenis ayam ini akan mencari makanannya sendiri atau diberikan pakan sederhana, seperti sisa nasi kering.  

    Perbedaan cara merawatnya inilah yang membuat ayam broiler dan ayam kampung memiliki perbedaan utama dari segi kandungan zat gizi, manfaat, serta tekstur dagingnya.

    1. Kandungan zat gizi

    zat gizi ayam broiler dan ayam kampung

    Perbedaan antara ayam broiler dan ayam kampung terdapat pada kandungan lemaknya.

    Ayam broiler yang berukuran 100 gram mengandung sebanyak 3,57 gram lemak. Ayam kampung hanya memiliki kandungan lemak sebesar 3 gram. 

    Ayam broiler memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi karena jenis ayam ini menerima suntikan antibiotik dan pakan khusus untuk mempercepat pertumbuhannya.  

    Meskipun mengandung lebih banyak lemak, ayam broiler juga memiliki kandungan protein yang lebih besar.

    Ayam broiler 100 gram mengandung protein sebesar 31 gram. Namun, ayam kampung mengandung protein sebanyak 25 gram.

    2. Manfaat untuk kesehatan

    Ayam kampung dinilai lebih sehat karena kandungan lemak yang lebih sedikit dibandingkan dengan ayam broiler.

    Namun, ayam broiler juga tinggi akan kandungan protein. Protein merupakan bahan dasar untuk membangun jaringan tubuh serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

    Meski begitu, Anda tetap harus membatasi konsumsi daging ayam broiler. Makan daging ayam yang telah disuntik oleh bahan kimia dapat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terlebih jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang. 

    3. Ukuran daging

    Daging ayam kampung memang memiliki ukuran yang cenderung lebih kecil dibandingkan dengan ayam broiler. Hal ini karena ayam broiler telah melalui proses perawatan khusus untuk meningkatkan ukuran dagingnya.

    Perawatan ini meliputi pemberian pakan berkualitas hingga penyuntikan antibiotik untuk mendorong pertumbuhannya. Alhasil, ayam pedaging lebih cepat tumbuh besar dibandingkan dengan ayam kampung. 

    Daging ayam kampung lebih tipis karena peternak membiarkan ayam ini lebih aktif bergerak untuk mencari makanannya sendiri.

    4. Tekstur dan warna daging

    Perbedaan antara daging ayam broiler dan ayam kampung selanjutnya adalah dari tekstur dan warna dagingnya. 

    Mengutip studi dalam Asian Australian Journal of Animal Science daging ayam kampung biasanya memiliki tekstur daging yang lebih padat dan alot.

    Warna daging ayam kampung juga cenderung lebih gelap atau merah dibandingkan dengan ayam pedaging. 

    Sementara itu, daging ayam broiler cenderung lebih padat dan empuk serta memiliki warna daging yang sedikit lebih terang dan pucat. 

    5. Cara memasak

    kontaminasi silang

    Daging ayam kampung cenderung lebih alot sehingga perlu dimasak dalam waktu yang cukup lama agar dagingnya menjadi lebih empuk. 

    Sebagian orang memasak daging ayam kampung dengan cara diungkep terlebih dahulu agar tekstur dagingnya menjadi lebih lembut. 

    Sementara itu. ayam broiler tidak perlu melalui proses memasak yang cukup lama karena jenis daging ini memiliki tekstur yang empuk. 

    Daging ini juga tidak perlu melalui proses ungkep, cara memasak daging ayam broiler bisa dengan cara dipanggang, dikukus, atau digoreng.  

    Terlepas dari cara perawatannya, ayam broiler dan ayam kampung sama-sama menyehatkan karena keduanya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. 

    Meskipun begitu, Anda tetap harus membatasi konsumsi daging ayam, baik ayam kampung maupun pedaging. Konsumsi daging ayam yang dianjurkan adalah sekitar 155 gram atau setara 2 porsi ayam per hari.

    Agar lebih sehat, cara memasak ayam yang tepat adalah dengan cara dikukus, dipanggang, atau ditumis dengan sayuran dan rempah-rempah lainnya. 

    Kesimpulan

    Perbedaan antara ayam broiler dan ayam kampung terdapat pada kandungan gizinya, manfaat, ukuran daging, tekstur dan warna daging, serta cara memasaknya. 

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan