Soju merupakan minuman beralkohol asal Korea Selatan. Di negara asalnya, minuman ini selalu tersaji saat pesta atau makan malam. Apa yang membedakan soju dengan minuman beralkohol lainnya?
Soju merupakan minuman beralkohol asal Korea Selatan. Di negara asalnya, minuman ini selalu tersaji saat pesta atau makan malam. Apa yang membedakan soju dengan minuman beralkohol lainnya?

Soju adalah minuman alkohol yang terbuat dari fermentasi beras atau bahan kaya tepung lainnya, seperti ubi jalar atau tapioka.
Bahan fermentasi tersebut kemudian melalui proses distilasi atau disuling.
Proses penyulingan menghasilkan minuman beralkohol yang bening dan tidak berwarna, dengan rasa yang mirip dengan vodka.
Selain itu, proses penyulingan menghasilkan minuman dengan kandungan alkohol yang tinggi, lantaran pemisahan alkohol dengan air dan senyawa lain dari bahan fermentasi.
Satu botol soju (360 ml) rata-rata mengandung 15% alkohol. Kandungan alkohol ini tiga kali lebih tinggi dari satu kaleng bir (350 ml).

Soju, sama seperti kebanyakan minuman beralkohol tinggi, memiliki kandungan kalori yang besar.
Berikut ini adalah kandungan zat gizi dalam 360 ml soju.
Berdasarkan komposisi gizinya, soju tergolong minuman tinggi kalori tapi rendah gizi.
Kandungan alkohol dalam satu sloki (45 ml) soju adalah 7 gram alkohol etil. Sementara itu, batas aman untuk konsumsi alkohol setara wine (12 – 15%) adalah 150 ml dalam sehari.
Soju dapat memabukkan tergantung pada jumlah alkohol dan toleransi tubuh terhadap alkohol.
Berikut ini adalah beberapa manfaat minuman beralkohol, termasuk soju, untuk kesehatan menurut riset.

Sebuah artikel yang diterbitkan Mayo Clinic Proceedings (2014) menyebutkan asupan alkohol dalam jumlah sedang mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan stroke.
Namun, menurut tinjauan ini, manfaat ini diperoleh hanya bagi mereka yang minum dalam jumlah sedang.
Artinya, hanya satu gelas per hari untuk wanita dan satu atau dua gelas untuk pria.
Jika minum lebih dari itu, minum alkohol bisa menimbulkan risiko kesehatan.
Sebuah penelitian besar dalam British Medical Journal (2017) menganalisis dampak minuman beralkohol pada rasa percaya diri 29.836 responden berusia 18 – 34 tahun di 21 negara.
Riset menyimpulkan bahwa minuman beralkohol seperti vodka dan wiski cenderung meningkatkan rasa percaya diri, daya tarik, dan agresivitas.
Mereka yang minum anggur atau bir lebih cenderung merasa santai. Namun, minum anggur merah bisa memicu rasa kantuk.
Minum alkohol dalam jumlah sedang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan menurut sebuah penelitian dalam jurnal Vaccine (2013).
Riset ini menyebutkan minum alkohol dalam jumlah sedang bersamaan dengan vaksinasi teratur dapat membantu sistem kekebalan bekerja pada tingkat yang optimal.
Meskipun begitu, minum secara berlebihan dapat menurunkan respons sistem kekebalan secara signifikan.
Selain itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan karena penelitian ini dipelajari pada monyet atau pada hewan (in vivo).
Ada sejumlah efek samping mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah besar.

Soju tinggi kalori. Sebotol soju mengandung 405,3 kkal.
Asupan kalori yang tinggi, tapi tidak disertai dengan pembakaran kalori yang seimbang, dapat menambah berat badan secara tidak sehat.
Penambahan berat badan secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti obesitas, diabetes melitus, dan penyakit jantung.
Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol, termasuk soju, dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan penumpukan lemak visceral (lemak perut) dan perut buncit.
Ulasan dari European Journal of Nutrition menjelaskan bahwa lemak yang menumpuk di perut adalah jenis lemak paling berbahaya bagi kesehatan.
Pasalnya, lemak visceral bisa mengganggu keseimbangan hormon tubuh.
Penumpukan lemak ini juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2, sindrom metabolik, kanker, perlemakan hati, dan penyakit jantung.
Alkohol memang dapat memberikan pengaruh pada jantung.
Asupan melebihi batas yang disarankan dapat menyebabkan jantung berdebar tidak teratur setelah minum alkohol.
Bila melanjutkan kebiasaan minum lebih dari satu hingga dua minum per hari, isiko penyakit jantung bisa meningkat.
Risiko yang mungkin Anda alami seperti atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung.
Anda pasti mengetahui adanya larangan untuk mengemudi kendaraan di bawah pengaruh alkohol.
Hal itu disebabkan alkohol dapat memengaruhi kemampuan koordinasi antara kendali otot tubuh dan visualisasi otak.
Jadi, minum soju terlalu banyak bisa melemahkan pandangan dan secara bersamaan mengganggu kontrol pergerakan tubuh.
Kondisi ini dapat membahayakan jiwa apabila Anda tetap nekat mengemudi kendaraan.
Soju merupakan minuman beralkohol khas Korea Selatan yang dibuat melalui proses fermentasi beras atau tepung.
Kandungan alkohol dalam soju cukup tinggi. Jika ingin terhindar dari efek memabukkan soju, Anda perlu membatasi asupannya dalam sehari.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Park, H. (2021). Soju: A Global History. New York: Cambridge University Press.
Ashton, K., Bellis, M. A., Davies, A. R., Hughes, K., & Winstock, A. (2017). Do emotions related to alcohol consumption differ by alcohol type? An international cross-sectional survey of emotions associated with alcohol consumption and influence on drink choice in different settings. BMJ open, 7(10), e016089. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2017-016089
Bendsen, N. T., Christensen, R., Bartels, E. M., Kok, F. J., Sierksma, A., Raben, A., & Astrup, A. (2013). Is beer consumption related to measures of abdominal and general obesity? A systematic review and meta-analysis. Nutrition reviews, 71(2), 67–87. https://doi.org/10.1111/j.1753-4887.2012.00548.x
Messaoudi, I., Asquith, M., Engelmann, F., Park, B., Brown, M., Rau, A., Shaw, J., & Grant, K. A. (2013). Moderate alcohol consumption enhances vaccine-induced responses in rhesus macaques. Vaccine, 32(1), 54–61. https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2013.10.076
Phillips, L. K., & Prins, J. B. (2008). The link between abdominal obesity and the metabolic syndrome. Current hypertension reports, 10(2), 156–164. https://doi.org/10.1007/s11906-008-0029-7
Schröder, H., Morales-Molina, J. A., Bermejo, S., Barral, D., Mándoli, E. S., Grau, M., Guxens, M., de Jaime Gil, E., Alvarez, M. D., & Marrugat, J. (2007). Relationship of abdominal obesity with alcohol consumption at population scale. European journal of nutrition, 46(7), 369–376. https://doi.org/10.1007/s00394-007-0674-7
Alcoholic beverage, wine, light. (2019). U.S. Department of Agriculture. Retrieved November 22, 2022 from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/169071/nutrients
Alcohol use: Weighing risks and benefits – Nutrition and healthy eating. (2021). Mayo Clinic. Retrieved November 22, 2022 from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/alcohol/art-20044551
Dietary Guidelines for Alcohol. (2022). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved November 22, 2022 from https://www.cdc.gov/alcohol/fact-sheets/moderate-drinking.htm
Distilled Soju. (n.d.). Nutritionix. Retrieved November 22, 2022 from https://www.nutritionix.com/food/distilled-soju
Distilled Spirits – Korea – Republic of. (2013). Food and Drugs Administration. Retrieved November 22, 2022 from https://apps.fas.usda.gov/newgainapi/api/report/downloadreportbyfilename?filename=Distilled%20Spirits_Seoul%20ATO_Korea%20-%20Republic%20of_1-2-2013.pdf
SNU Hospital Neurologists: Minimal Soju Intake Prevents Stroke. (n.d.). Seoul National University. Retrieved November 22, 2022 from https://en.snu.ac.kr/snunow/snu_media/news?md=v&bbsidx=122416
Types of Alcohol. (n.d.). Recovered. Retrieved November 22, 2022 from https://recovered.org/alcohol/types-of-alcohol
Versi Terbaru
01/12/2022
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah