Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

4 Manfaat Gochujang Plus Tips Aman Mengonsumsinya

4 Manfaat Gochujang Plus Tips Aman Mengonsumsinya

Makanan korea, seperti tteokbokki, bibimbap, atau ayam yang berbumbu pedas cukup digemari masyarakat Indonesia. Rasa pedas pada makanan tersebut didapat dari bumbu gochujang. Bumbu khas makanan Korea ini mengandung berbagai zat gizi. Jika dilihat dari kandungan gizinya, apa saja manfaat gochujang?

Kandungan gizi gochujang

Sebelum mengulik manfaat gochujang lebih dalam, lebih baik Anda mengenal seperti apa bumbu ini dan kandungan gizinya terlebih dahulu. Bisa dibilang gochujang adalah bumbu pedasnya masakan Korea.

Ini karena gochujang terbuat dari campuran air, gula, cuka beras, miso (kedelai), cabai merah kering, bawang putih bubuk, minyak wijen, kecap asin, dan garam.

Semua campuran tersebut membuat rasa gochujang sedikit lebih unik, yakni pedas, asam, dan manis dalam sekali makan.

Meski terlihat sederhana, proses pembuatan gochujang tidaklah mudah. Pembuatnya harus memastikan takaran setiap bahannya sesuai agar rasanya enak.

Setelah dicampurkan, gochujang perlu difermentasi yakni ditempatkan di dalam tempayan, ditutup, dan dibiarkan di halaman rumah selama beberapa hari. Barulah gochujang bisa digunakan sebagai bumbu masakan.

Dalam 100 gram gochujang mengandung berbagai zat gizi sebagai berikut.

  • Kalori: 200 kkal
  • Karbohidrat: 40 g
  • Natrium: 640 mg
  • Vitamin A: 2000 IU

Manfaat gochujang untuk kesehatan tubuh

manfaat gochujang

Dilihat dari kandungan gizinya, gochujang kemungkinan memiliki beberapa potensi sebagai berikut.

1. Menyehatkan untuk banyak organ tubuh

Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemaj secara alami. Adanya vitamin ini pada gochujang berasal dari campuran bahan-bahan seperti cabai dan bawang-bawangan yang digunakan.

Nah, tubuh memanfaat vitamin ini untuk melindungi sel-sel mata, jantung, paru-paru, dan ginjal agar dapat bekerja lebih baik.

Di samping itu, vitamin A juga menjadi salah satu zat gizi yang dibutuhkan sistem imun agar dapat bekerja optimal melawan infeksi.

2. Menjaga kesehatan saraf dan otot

Manfaat gochujang yang tidak terlewatkan adalah pada kandungan natriumnya.

Natrium atau garam pada gochujang berfungsi sebagai pengikat, penyeimbang, dan pengawet makanan, mengingat bumbu Korea ini dapat bertahan selama beberapa hari.

Pada tubuh, natrium digunakan tubuh untuk membantu menghantarkan impuls dari saraf ke otak, mengencangkan dan mengendurkan otot, dan menjaga keseimbangan air dan mineral.

Kekurangan natrium, bisa menimbulkan masalah pada saraf dan otot, seperti kedutan atau kelemahan otot.

3. Menambah ketersediaan energi tubuh

Meskipun digunakan sebagai bumbu makanan, penambahan gochujang bisa meningkatkan nilai kalori dari suatu makanan, meskipun pengaruhnya tidaklah besar.

Kalori adalah zat gizi yang nantinya tubuh jadikan sebagai energi tubuh.

Secara tidak langsung, penambahan energi membuat performa Anda dalam beraktivitas jadi lebih kuat.

4. Menyehatkan sistem pencernaan

Satu lagi manfaat gochujang yang sangat populer, yakni dapat menyehatkan sistem pencernaan.

Ini karena gochujang yang merupakan makanan fermentasi, mengandung probiotik yang dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik di usus.

Adanya bakteri baik membantu proses pencernaan jadi lebih baik dan mencegah bakteri jahat untuk berkembang dan menginfeksi usus.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi gochujang

manfaat tteokbokki

Terlepas dari rasa pedasnya yang unik, gochujang yang memberikan manfaat tentu menarik perhatian Anda untuk mencobanya.

Anda bisa menambahkan bumbu ini dalam menu makanan dengan membuat berbagai menu masakan Korea. Anda bisa juga mengkreasikan menu buatan sendiri dengan bahan-bahan yang Anda sukai.

Namun, perlu digarisbawahi untuk tidak menggunakannya secara berlebihan. Pasalnya, gochujang diketahui sebagai penambah rasa makanan yang mengandung banyak garam.

Saat meracik masakan, Anda masih menambahkan garam. Tentu, sajian makanan yang dibuat akan lebih tinggi kandungan garamnya.

Jadi, jika membuat gochujang, baiknya tidak menambahkan banyak garam. Selain bertujuan agar makanan tidak asin, tindakann ini juga membantu Anda untuk menyajikan makanan yang sehat.

Terlalu banyak garam pada makanan, bisa meningkatkan tekanan darah dan memperberat kinerja ginjal.

Seperti dilansir dari situs Harvard Public School of Health, konsumsi makanan tinggi garam dalam jangka panjang, bisa meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal, kanker, dan osteoporosis.

Jika Anda atau anggota keluarga di rumah ada yang memiliki penyakit di atas, tentu konsumsi gochujang harus dibatasi.

Menurut aturan Angka Kecukupan Gizi, natrium untuk pria dan wanita usia 19 hingga 49 tahun, asupan natrium per hari yang aman adalah sekitar 1500 mg.

Selain itu, jika Anda memiliki penyakit maag dan sering kambuh, makanan berbumbu gochujang sebaiknya juga dibatasi.

Ini karena pada dasarnya gochujang terbuat dari cabai, yang ada kandungan capcaisin di dalamnya. Nah, capsaicin ini bersifat iritan yang bisa memicu kambuhnya masalah pada lambung.

Untuk tahu, seberapa amannya konsumsi gochujang jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved March 8, 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/467903/nutrients

Salt and sodium. The Nutrition Source. (2021, November 19). Retrieved March 8, 2022, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/salt-and-sodium/

U.S. Department of Health and Human Services. (n.d.). Office of dietary supplements – vitamin A. NIH Office of Dietary Supplements. Retrieved March 8, 2022, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminA-Consumer/

NHS. (n.d.). NHS choices. Retrieved March 8, 2022, from https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/managing-your-weight/understanding-calories/

Edwin McDonald, M. D. (2018, September 23). A hot topic: Are spicy foods healthy or dangerous? UChicago Medicine. Retrieved March 8, 2022, from https://www.uchicagomedicine.org/forefront/health-and-wellness-articles/spicy-foods-healthy-or-dangerous

Peraturan menteri Kesehatan republik … – kemkes.go.id. (n.d.). Retrieved March 8, 2022, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Ryu, J.-A., Kim, E., Kim, M.-J., Lee, S., Yoon, S.-R., Ryu, J.-gi, & Kim, H.-Y. (2021). Physicochemical characteristics and microbial communities in Gochujang, a traditional Korean fermented hot pepper paste. Frontiers in Microbiology, 11. https://doi.org/10.3389/fmicb.2020.620478

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Apr 04
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan