home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perlukah Konsumsi Minuman Isotonik Saat Puasa?

Perlukah Konsumsi Minuman Isotonik Saat Puasa?

Minuman isotonik sering dikenal sebagai minumannya para atlet. Hanya saja, memasuki bulan Ramadan, iklan minuman isotonik kerap muncul dan dikaitkan dengan fungsi minuman ini yang dapat membantu menjalani puasa setiap hari.

Siapa yang sebenarnya membutuhkan minuman isotonik? Apakah aman mengonsumsi minuman ini setiap hari saat puasa?

Apakah minuman isotonik penting saat puasa?

Minuman isotonik puasa

Isotonik termasu jenis sports drink dengan kandungan karbohidrat, mineral, dan elektrolit tinggi. Mineral dan elektrolit berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena berkeringat.

Sementara itu, karbohidrat memiliki fungsi untuk memastikan asupan energi agar tubuh bisa terus melakukan aktivitas fisik berat. Misalnya, untuk menjaga ketahanan atlet saat sedang bertanding.

Olahraga bersifat ketahanan (endurance) seperti triathlon memiliki risiko dehidrasi karena produksi keringat yang berlebih. Atlet yang melakukan pertandingan durasi panjang ini, bisa kehilangan sekitar setengah liter sampai 3 liter keringat dalam satu jam.

Studi yang dipublikasi di jurnal PubMed mengatakan atlet bisa kehilangan 6% berat tubuh karena berkeringat dalam sebuah pertandingan menantang.

Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, tubuh akan mengalami dehidrasi. Dalam kondisi ini, minuman isotonik jadi solusi.

Kondisi alter tersebut tentu berbeda pada orang puasa dengan aktivitas normal (tidak melakukan olahraga berat). Anda mungkin hanya kekurangan air sehingga tidak perlu mengonsumsi minuman isotonik setiap hari saat sahur atau berbuka puasa.

Francis Wang, dokter di Harvard Medical School, mengatakan saat haus atau dehidrasi biasa, air putih adalah pilihan utama.

Untuk menghindari dehidrasi selama puasa, Anda bisa menyiasatinya dengan asupan nutrisi yang seimbang saat sahur dan berbuka. Seperti penuhi kebutuhan air putih saat puasa, kurangi makanan asin, serta konsumsi buah dan sayur.

Minuman isotonik berdampak buruk jika dikonsumsi setiap hari

Minuman isotonik puasa

Kandungan isotonik secara umum baik bagi tubuh. Hal tersebut dengan catatan bahwa kandungan gula di dalamnya masih dalam batas normal dan tidak mengandung bahan pengawet.

Minuman isotonik kemasan mayoritas mengandung tinggi gula, pemanis buatan, dan bahan pengawet. Ini membuat konsumsi minuman isotonik setiap hari (saat sahur dan berbuka) bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Sebagai contoh, satu botol minuman isotonik merek ternama di Indonesia berukuran 600 ml mengandung 150 kalori yang setara dengan 10 sendok teh gula pasir. Anda bisa mengalami peningkatan gula darah yang tentunya berbahaya terutama bagi penderita diabetes.

Selain itu, kandungan bahan pengawet dalam minuman isotonik bisa membuat beberapa gangguan saat puasa seperti tenggorokan sakit dan gatal. Jika dikonsumsi terus-menerus, bahan pengawet bisa menimbulkan berbagai penyakit pada tubuh.

Jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi minuman isotonik saat puasa, usahakan tidak meminumnya terlalu sering dan perhatikan komposisi yang tertera dalam kemasan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Baker, L., Rollo, I., Stein, K., & Jeukendrup, A. (2015). Acute Effects of Carbohydrate Supplementation on Intermittent Sports Performance. Nutrients, 7(7), 5733-5763. doi: 10.3390/nu7075249

Coombes, J., & Hamilton, K. (2000). The Effectiveness of Commercially Available Sports Drinks. Sports Medicine, 29(3), 181-209. doi: 10.2165/00007256-200029030-00004

Harvard Health Publishing. Harvard Medical School. Trade sports drinks for water. Retrieved 4 April 2020 from https://www.health.harvard.edu/blog/trade-sports-drinks-for-water-201207305079

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 21/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x