Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenali 7 Manfaat Sehat Wijen untuk Tubuh

Kenali 7 Manfaat Sehat Wijen untuk Tubuh

Biji wijen adalah biji kecil kaya minyak dari tanaman Sesamum indicum. Wijen kerap menjadi bahan tambahan pada makanan seperti menjadi pelengkap atau bumbu. Apa saja manfaat wijen bagi kesehatan?

Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai kandungan zat gizi dan manfaat wijen.

Kandungan zat gizi wijen

alergi biji wijen

Tanaman wijen kemungkinan berasal dari Asia atau Afrika Timur. Orang Romawi kuno dulu menggiling biji wijen dengan jintan sebagai olesan roti.

Aroma dan rasa biji wijen dikenal lembut seperti kacang. Wijen juga tinggi protein dan kaya akan thiamin serta vitamin B6.

Manfaat wijen lainnya adalah minyak wijen digunakan sebagai minyak salad atau minyak goreng, margarin, sabun, obat-obatan, pelumas, dan bahan kosmetik.

Berdasarkan U.S. Department of Agriculture, 100 gram biji wijen yang dikeringkan memiliki komposisi zat gizi sebagai berikut.

  • Air: 4,69 gram (g).
  • Energi: 573 kkal.
  • Protein 17,7 g.
  • Lemak: 49,7 g.
  • Abu: 4,45 g.
  • Karbohidrat: 23,4 g.
  • Serat: 11,8 g.
  • Gula: 0,3 g.
  • Kalsium (Ca): 975 miligram (mg).
  • Besi (Fe): 14,6 mg.
  • Magnesium (Mg): 351 mg.
  • Fosfor (P): 629 mg.
  • Kalium (K): 468 mg.
  • Natrium (Na): 11 mg.
  • Seng (Zn 7):,75 mg.
  • Tembaga (Cu): 4,08 mg.
  • Mangan (Mn): 2.46 mg.
  • Tiamin: 0,791 mg.
  • Riboflavin: 0,247 mg.
  • Niasin: 4,52 mg.
  • Asam pantotenat: 0,05 mg.
  • Vitamin B6: 0,79 mg.
  • Kolin: 25,6 mg.
  • Vitamin A: 9 Satuan Internasional (SI).
  • Vitamin E: 0,25 mg.

Wijen juga memiliki sejumlah kecil kandungan beta karoten yang bermanfaat untuk menjaga fungsi mata dan folat untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Dari kandungan zat gizinya inilah, wijen bisa memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan tubuh.

Manfaat wijen bagi kesehatan

Biji wijen telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama ribuan tahun. Selain mengobati, wijen dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung, diabetes, dan radang sendi.

Di bawah ini adalah sejumlah manfaat wijen yang diketahui berdasarkan riset ilmiah.

1. Memenuhi kebutuhan serat

kebutuhan serat harian

Tiga sendok makan (30 gram) biji wijen yang tidak dikupas memiliki 3,5 gram serat. Jadi, konsumsi wijen secara teratur dapat membantu mencukupi asupan serat Anda.

Serat juga punya peranan penting dalam mendukung kesehatan pencernaan. Serat bisa melancarkan pergerakan makanan dari lambung ke usus dan melunakkan feses.

Selain itu, Scientific Report of the 2015 Dietary Guidelines Advisory Committee (2015) menunjukkan bahwa serat berperan dalam mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, obesitas, dan diabetes tipe 2.

Kandungan serat dalam wijen punya manfaat menurunkan kadar kolesterol darah total dengan menurunkan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat.

Pada penderita diabetes, serat dapat memperlambat penyerapan gula yang membantu mengontrol kadar gula darah.

2. Membangun dan menjaga fungi sel

Biji wijen mengandung 5 gram protein per 3 sendok makan (30 gram). Jumlah ini bisa membantu memenuhi kebutuhan protein harian.

Protein sangat penting untuk kesehatan Anda karena membantu membangun dan menjalankan fungsi sel-sel tubuh, mulai dari otot hingga hormon.

Di sisi lain, biji wijen kaya akan metionin dan sistein, dua asam amino yang tidak tersedia pada sebagian besar jenis biji-bijian lainnya. Asam amino sendiri merupakan molekul dasar penyusun protein.

Untuk memaksimalkan perolehan protein dari biji wijen, pilih biji yang telah dikupas dan dipanggang.

3. Menyehatkan tulang

pencegahan osteoporosis

Biji wijen kaya akan beberapa zat gizi, seperti kalsium, mangan, magnesium, dan seng, yang diperlukan oleh kesehatan tulang.

Kandungan zat gizi tersebut juga berguna dalam mencegah radikal bebas serta sel kanker.

Manfaat wijen ini bisa ditemukan pada wijen yang tidak dikupas maupun yang sudah dikupas meskipun kalsium lebih banyak ditemukan pada kulitnya.

Namun, biji wijen juga mengandung senyawa alami yang disebut oksalat dan fitat, antinutrisi yang mengurangi penyerapan kalsium, mangan, dan magnesium.

Untuk membatasi dampak senyawa ini, cobalah merendam atau memanggang biji wijen.

4. Mengurangi peradangan

Sebuah ulasan dari The Scientific World Journal (2014) menemukan konsumsi biji wijen bisa mengurangi peradangan pada pasien penyakit ginjal.

Pada penelitian tersebut, pasien mengonsumsi campuran 18 gram biji rami dengan 6 gram biji wijen serta 6 gram labu setiap hari selama 3 bulan.

Hasil studi memperlihatkan inflamasi pada ginjal berkurang sebesar 51 – 79 persen.

Namun, dampak antiradang biji wijen sendiri masih tidak pasti karena penelitian ini menguji campuran beberapa biji.

Meski demikian, beberapa penelitian pada hewan tentang minyak biji wijen juga menunjukkan manfaat wijen sebagai antiradang.

Senyawa dalam biji wijen dan minyaknya yang disebut sesamin menjadi antioksidan kuat dan pelindung saraf, sehingga dapat menjadi agen pengobatan radang.

5. Mengontrol gula darah

cara kerja alat tes gula darah yang akurat

Diabetic medicine: a journal of the British Diabetic Association (2019) menemukan bahwa biji wijen memiliki kandungan rendah karbohidrat, tetapi tinggi protein dan lemak sehat yang bermanfaat untuk mengontrol gula darah.

Selain itu, wijen mengandung pinoresinol, senyawa yang dapat membantu mengatur gula darah dengan menghambat kerja enzim pencernaan maltase.

Enzim pencernaan maltase bekerja memecah gula maltosa yang digunakan sebagai pemanis untuk beberapa produk makanan.

Maltosa juga diproduksi di usus Anda saat mencerna makanan bertepung seperti roti dan pasta.

6. Mencegah kerusakan sel

Beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan dan manusia menunjukkan wijen dapat meningkatkan aktivitas antioksidan (pencegah sel rusak) dalam darah Anda.

Studi yang diterbitkan di dalam ChemistryOpen (2018) menjelaskan kandungan lignan dalam biji wijen berfungsi sebagai antioksidan.

Artinya, zat ini membuat wijen memiliki manfaat dalam melawan stres oksidatif atau reaksi kimia yang dapat merusak sel-sel Anda dan meningkatkan risiko banyak penyakit kronis.

Selain itu, studi dari Clinical cardiology (2015) menemukan wijen mengandung bentuk vitamin E yang disebut gamma-tokoferol. Ini merupakan antioksidan yang berpotensi melindungi tubuh dari penyakit jantung.

7. Meningkatkan daya tahan tubuh

sistem imun lemah

Wijen juga menjadi sumber beberapa zat gizi penting untuk sistem kekebalan tubuh, termasuk seng, selenium, tembaga, zat besi, vitamin B6, dan vitamin E.

Biji wijen menyediakan sekitar 20% dari 13 miligram kebutuhan seng harian dalam porsi 3 sendok makan (30 gram).

Tubuh Anda membutuhkan seng untuk mengembangkan dan mengaktifkan sel darah putih tertentu yang bisa mengenali dan menyerang mikroba berbahaya.

Jadi, kekurangan asupan seng dapat mengganggu aktivitas sistem kekebalan tubuh.

Manfaat wijen bagi kesehatan cukup beragam. Anda dapat mengolah wijen sebagai pelengkap makanan atau bumbu pada masakan.

Namun, pastikan jumlah wijen yang Anda konsumsi tidak berlebihan, ya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ahmad, S., ElSherbiny, N. M., Jamal, M. S., Alzahrani, F. A., Haque, R., Khan, R., Zaidi, S. K., AlQahtani, M. H., Liou, G. I., & Bhatia, K. (2016). Anti-inflammatory role of sesamin in STZ induced mice model of diabetic retinopathy. Journal of neuroimmunology, 295-296, 47–53. https://doi.org/10.1016/j.jneuroim.2016.04.002

Bohn, L., Meyer, A. S., & Rasmussen, S. K. (2008). Phytate: impact on environment and human nutrition. A challenge for molecular breeding. Journal of Zhejiang University. Science. B, 9(3), 165–191. https://doi.org/10.1631/jzus.B0710640 

Haidari, F., Mohammadshahi, M., Zarei, M., & Gorji, Z. (2016). Effects of Sesame Butter (Ardeh) versus Sesame Oil on Metabolic and Oxidative Stress Markers in Streptozotocin-Induced Diabetic Rats. Iranian journal of medical sciences, 41(2), 102–109. PMID: 26989280, PMCID: PMC4764959

Kan, L., Nie, S., Hu, J., Wang, S., Bai, Z., Wang, J., Zhou, Y., Jiang, J., Zeng, Q., & Song, K. (2018). Comparative study on the chemical composition, anthocyanins, tocopherols and carotenoids of selected legumes. Food chemistry, 260, 317–326. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2018.03.148 

Li, L., Piao, H., Zheng, M., Jin, Z., Zhao, L., & Yan, G. (2016). Sesamin attenuates allergic airway inflammation through the suppression of nuclear factor-kappa B activation. Experimental and therapeutic medicine, 12(6), 4175–4181. https://doi.org/10.3892/etm.2016.3903

Lin, Y. C., Thùy, T. D., Wang, S. Y., & Huang, P. L. (2014). Type 1 diabetes, cardiovascular complications and sesame ( zhī má). Journal of traditional and complementary medicine, 4(1), 36–41. https://doi.org/10.4103/2225-4110.124817 

Mathur, P., Ding, Z., Saldeen, T., & Mehta, J. L. (2015). Tocopherols in the Prevention and Treatment of Atherosclerosis and Related Cardiovascular Disease. Clinical cardiology, 38(9), 570–576. https://doi.org/10.1002/clc.22422

McArdle, P. D., Greenfield, S. M., Rilstone, S. K., Narendran, P., Haque, M. S., & Gill, P. S. (2019). Carbohydrate restriction for glycaemic control in Type 2 diabetes: a systematic review and meta-analysis. Diabetic medicine : a journal of the British Diabetic Association, 36(3), 335–348. https://doi.org/10.1111/dme.13862

Melina, V., Craig, W., & Levin, S. (2016). Position of the Academy of Nutrition and Dietetics: Vegetarian Diets. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 116(12), 1970–1980. https://doi.org/10.1016/j.jand.2016.09.025 

Monteiro, E. M., Chibli, L. A., Yamamoto, C. H., Pereira, M. C., Vilela, F. M., Rodarte, M. P., Pinto, M. A., do Amaral, M., Silvério, M. S., Araújo, A. L., de Araújo, A., Del-Vechio-Vieira, G., & de Sousa, O. V. (2014). Antinociceptive and anti-inflammatory activities of the sesame oil and sesamin. Nutrients, 6(5), 1931–1944. https://doi.org/10.3390/nu6051931

Narasimhulu, C. A., Selvarajan, K., Burge, K. Y., Litvinov, D., Sengupta, B., & Parthasarathy, S. (2016). Water-Soluble Components of Sesame Oil Reduce Inflammation and Atherosclerosis. Journal of medicinal food, 19(7), 629–637. https://doi.org/10.1089/jmf.2015.0154

Narasimhulu, C. A., Selvarajan, K., Litvinov, D., & Parthasarathy, S. (2015). Anti-atherosclerotic and anti-inflammatory actions of sesame oil. Journal of medicinal food, 18(1), 11–20. https://doi.org/10.1089/jmf.2014.0138

Ristic-Medic, D., Perunicic-Pekovic, G., Rasic-Milutinovic, Z., Takic, M., Popovic, T., Arsic, A., & Glibetic, M. (2014). Effects of dietary milled seed mixture on fatty acid status and inflammatory markers in patients on hemodialysis. TheScientificWorldJournal, 2014, 563576. https://doi.org/10.1155/2014/563576 

Shikinaka, K., Nakamura, M., Navarro, R. R., & Otsuka, Y. (2018). Plant-Based Antioxidant Nanoparticles without Biological Toxicity. ChemistryOpen, 7(9), 709–712. https://doi.org/10.1002/open.201800157

Wichitsranoi, J., Weerapreeyakul, N., Boonsiri, P., Settasatian, C., Settasatian, N., Komanasin, N., Sirijaichingkul, S., Teerajetgul, Y., Rangkadilok, N., & Leelayuwat, N. (2011). Antihypertensive and antioxidant effects of dietary black sesame meal in pre-hypertensive humans. Nutrition journal, 10, 82. https://doi.org/10.1186/1475-2891-10-82

Wikul, A., Damsud, T., Kataoka, K., & Phuwapraisirisan, P. (2012). (+)-Pinoresinol is a putative hypoglycemic agent in defatted sesame (Sesamum indicum) seeds though inhibiting α-glucosidase. Bioorganic & medicinal chemistry letters, 22(16), 5215–5217. https://doi.org/10.1016/j.bmcl.2012.06.068

Advisory Report to the Secretary of Health and Human Services and the Secretary of Agriculture. Scientific Report of the 2015 Dietary Guidelines Advisory Committee. (2015). U.S. Department of Agriculture: Washington D.C. 

Dietary fiber: Essential for a healthy diet. (2021). Mayo Clinic. Retrieved April 11, 2022 from, https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983 

Seeds, sesame seeds, whole, dried. (2019). U.S. Department of Agriculture. Retrieved April 11, 2022 from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170150/nutrients 

Sesame. Britannica. Retrieved April 11, 2022 from https://www.britannica.com/plant/sesame-plant 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 4 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan