Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

5 Manfaat Makan Mentimun di Malam Hari untuk Kesehatan

    5 Manfaat Makan Mentimun di Malam Hari untuk Kesehatan

    Ketika rasa lapar melanda di malam hari, memilih camilan tentunya tidak boleh sembarangan jika Anda tak mau berat badan naik. Agar lebih menyehatkan, makan buah-buahan dapat menjadi pilihan yang tepat. Salah satunya adalah mentimun yang kaya manfaat dan dapat dimakan pada malam hari.

    Selain menyegarkan, mengganti camilan di malam hari dengan makan mentimun juga menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh Anda, lho.

    Manfaat makan mentimun di malam hari

    Biasa hanya menjadi makanan pendamping nasi goreng atau dimakan sebagai lalapan, Anda mungkin akan mulai tertarik memakan mentimun sebagai camilan setelah mengetahui berbagai manfaat berikut ini.

    Mentimun mengandung antioksidan

    makan mentimun malam hari
    Sumber: Silver Cuisine Blog

    Mentimun mengandung antioksidan, termasuk di antaranya adalah flavonoid, tanin, dan triterpen. Antioksidan merupakan zat kimia yang akan bantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Perlu diketahui, tingginya kadar radikal bebas dalam tubuh akan menyebabkan stres oksidatif yang bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti kanker dan penyakit autoimun.

    Oleh karena itu, mengonsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan seperti mentimun akan menjauhkan Anda dari risiko tersebut.

    Mentimun jauhkan tubuh dari masalah dehidrasi

    penyebab dehidrasi

    Satu buah mentimun terdiri atas sekitar 96% air. Air sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh Anda.

    Air bantu melancarkan penyebaran nutrisi dan pembuangan zat-zat sisa yang tidak diperlukan dari dalam tubuh. Ketika tubuh terhidrasi dengan baik, kinerja fisik dan sistem metabolisme bisa bekerja lebih optimal.

    Mentimun bantu jaga berat badan

    berat badan setiap bulan

    Mungkin Anda khawatir camilan yang Anda makan di malam hari akan meningkatkan berat badan, tapi Anda tak perlu khawatir jika yang dimakan adalah buah mentimun.

    Pasalnya meski mengandung banyak air, mentimun hanya mengandung 14 kalori yang memakan kurang dari satu persen dari keseluruhan kalori yang dibutuhkan per hari.

    Justru dengan kandungan airnya, mentimun bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Dengan itulah mentimun membantu Anda untuk makan dengan porsi yang lebih terbatas.

    Bahkan karena kepadatan energi yang dimiliki tergolong sangat rendah, mentimun dapat memudahkan Anda yang ingin menurunkan berat badan.

    Mentimun kendalikan kadar gula darah

    alat tes gula darah

    Ternyata, buah mentimun juga memiliki potensi untuk mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh. Hal ini terlihat pada penelitian yang diterbitkan di Journal of Scientific Research.

    Penelitian dilakukan dengan memberikan potongan mentimun pada sekelompok tikus diabetes. Hasilnya, tikus yang mengonsumsi lebih banyak mentimun berhasil menurunkan kadar glukosa dalam tubuh.

    Penelitian lainnya yang dilakukan dengan tabung reaksi juga menunjukkan kemungkinan mentimun sebagai buah yang bisa mengurangi stres oksidatif terkait dengan komplikasi diabetes.

    Meski demikian, masih harus dilakukan penelitian lanjutan untuk benar-benar membuktikannya.

    Mentimun lancarkan pencernaan

    sistem pencernaan

    Terkadang ketika rasa lapar mendera saat malam hari, Anda mungkin cenderung menginginkan makanan yang manis atau yang tinggi garam. Tak jarang makanan tersebut juga malah membuat Anda sakit perut dan susah buang air besar keesokan harinya.

    Mengganti menu camilan Anda di malam hari dengan mentimun tidak hanya mengurangi keinginan untuk makan makanan tak sehat, tapi juga membantu melancarkan pencernaan.

    Dengan kandungan seratnya, mentimun akan membantu pergerakan usus saat mencerna makanan yang nantinya dapat membuat buang air besar jadi lebih teratur.

    Sebelum makan mentimun yang kaya manfaat di malam hari

    Mentimun memang menyegarkan dan memberi berbagai manfaat untuk tubuh. Namun, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi mentimun dalam jumlah yang berlebih.

    Seperti yang sudah dijelaskan, mentimun memiliki kandungan air yang sangat tinggi. Makan mentimun dalam jumlah banyak pada malam hari mungkin akan membuat Anda merasa tak nyaman ketika tidur karena bisa saja memunculkan keinginan untuk buang air kecil.

    Untuk mencegahnya, sebaiknya Anda tidak meminum terlalu banyak air setelah makan mentimun di malam hari.

    Bagi Anda yang sedang menjalani pengobatan diabetes juga tidak disarankan makan mentimun. Pasalnya, mentimun dapat menurunkan kadar gula Anda.

    Jika Anda mengonsumsi mentimun terlalu banyak saat pengobatan, bisa saja kadar gula darah langsung merosot turun, hal inilah yang nantinya akan berisiko terhadap komplikasi diabetes seperti hipoglikemia.

    Konsultasikan kembali kepada dokter untuk mengetahui menu makanan yang tepat bila Anda memilki kondisi kesehatan tertentu seperti alergi dan sebagainya.

    Makan mentimun di malam hari memang menyehatkan, tapi tetap harus dikontrol ya!

    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    7 Health Benefits of Eating Cucumber. (2017). Retrieved 24 March 2020, from https://www.healthline.com/nutrition/7-health-benefits-of-cucumber

    Benefits and Side Effects of Cucumbers. (2019). Retrieved 24 March 2020, from https://www.livestrong.com/article/527901-benefits-and-side-effects-of-cucumbers/

    Cucumbers: Health benefits, nutritional content, and uses. (2019). Retrieved 24 March 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/283006

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui Apr 19, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: