Segudang Manfaat Kencur untuk Mengatasi Berbagai Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sejumlah gangguan pencernaan seperti maag, perut kembung, dan tukak lambung bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama Helicobacter pylori. Bakteri ini menyebabkan dinding lambung luka meradang dan membengkak, sehingga cairan asam lambung mudah naik.

Untuk mencegah masalah pencernaan ini makin parah, Anda bisa mengonsumsi jamu kencur sebagai pengobatan alternatifnya. Memang, apa manfaat kencur untuk kesehatan pencernaan kita, dan bagaimana cara membuat jamur kencur sendiri di rumah? Simak info lengkapnya di artikel ini.

Bagaimana helicobacter pylori menyebabkan masalah pencernaan

Sebelum mengetahui lebih lanjut seputar manfaat kencur untuk kesehatan pencernaan, ada baiknya Anda memahami dulu bagaimana bakteri jahat Helicobacter pylori bisa menyebabkan masalah dalam tubuh kita.

Bakteri Helicobacter pylori, disingkat H. pylori, merupakan bakteri yang hidup pada lapisan lendir dinding usus dan lambung. Sistem pencernaan manusia bersifat sangat asam, yang sebenarnya tidak ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Untuk menyiasati hal ini, H. pylori mengeluarkan enzim urease yang merubah urea menjadi amonia agar bisa terus bertahan hidup. Akibatnya, kadar keasaman lambung berkurang.

Koloni bakteri ini juga sering menggali dinding saluran pencernaan untuk bertahan hidup. Karena itulah muncul peradangan dan luka menganga pada organ cerna Anda. Peradangan ini susah sembuhnya, dan menyebabkan berbagai masalah pencernaan. Mulai dari maag, tukak lambung, diare, hingga GERD.

Peradangan dan luka akibat infeksi bakteri H. pylori bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel sistem pencernaan Anda. Luka yang ditimbulkan oleh H. pylori akibat infeksi kronis bahkan dilaporkan menjadi salah satu faktor risiko dari kanker lambung nonkardia (terjadi pada bagian lambung bawah).

Manfaat kencur untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan

Kencur, yang punya nama Latin Kaempferia Galanga, memiliki kandungan zat sitotoksik dan antibakteri dalam jumlah yang lumayan banyak. Itu sebabnya banyak penelitian yang berhasil membuktikan bahwa manfaat kencur benar ampuh sebagai obat alami berbagai masalah pencernaan.

Berkat sifat antibakterinya, kencur dapat menghambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan bakteri jahat Helicobacter pylori yang ada di dalam perut Anda. Padahal, bakteri ini memiliki kemampuan untuk bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh sehingga bisa luput untuk dimusnahkan.

Sebuah penelitian juga menemukan bahwa kencur dapat mencegah erosi atau luka pada lambung, yang terjadi akibat peradangan hasil infeksi. Pasalnya selain bersifat antibakteri, kencur juga dipersenjatai dengan kandungan antiradang.

Cara membuat jamu kencur sendiri di rumah

Di Indonesia, kencur sering dijadikan bahan utama untuk membuat jamu yang dikombinasikan dengan air beras, asam Jawa, serta gula merah atau gula Jawa. Bisa juga ditambahkan garam, jeruk nipis, cengkeh, gula pasir, kayu manis, dan air. Begini cara membuatnya:

  1. Buat dulu air beras, dengan merendam beras dalam air matang selama 4 jam. Setelahnya, tiriskan airnya.
  2. Kupas kencur dan cuci bersih.
  3. Uleg beras hingga hancur, kemudian masukkan kayu manis dan cengkeh.
  4. Rebus semua bahan tersebut dengan air rendaman beras (atau air tawar biasa), masukkan gula merah dan asam Jawa.
  5. Rebus selama 20 menit sampai mendidih, aduk sesekali.
  6. Anda bisa saring jamunya sebelum disajikan. Tambahkan perasan jeruk nipis supaya rasanya tambah segar.

Ada baiknya mengonsumsi jamu beras kencur segera setelah bangun tidur, saat kondisi perut masih kosong, atau sekitar 1 jam sebelum makan.

Kencur juga bisa dikonsumsi dengan cara lain untuk mendapatkan manfaatnya, misalnya dengan dikunyah langsung dan dibalas dengan minum air hangat. Anda bisa melakukan cara ini tiga kali dalam sehari.

Manfaat kencur untuk kesehatan pun tidak berhenti sampai di sistem pencernaan Anda saja. Kencur yang diolah menjadi jamu juga bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan, mengatasi sesak napas, batuk pilek, sakit kepala, demam, bengkak, rematik, meredakan stres, dan lain sebagainya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Jika dibiarkan, septikemia bisa berakibat fatal. Apa itu septikemia dan siapa saja yang berisiko mengalaminya? Simak info lengkapnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Penyakit Kelainan Darah Lainnya 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Keracunan Makanan

Keracunan makanan adalah gangguan pencernaan umum. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mengobati dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Infeksi Melalui Makanan 3 Maret 2021 . Waktu baca 11 menit

Infeksi Bakteri E. coli

Infeksi bakteri E. coli adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Infeksi Melalui Makanan 3 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ciri tipes yang parah

Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
minum teh saat hamil

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat buah mangga

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit