home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Bagian Buah dan Sayur yang Banyak Manfaatnya

9 Bagian Buah dan Sayur yang Banyak Manfaatnya

Buah dan sayur merupakan sumber zat gizi yang baik. Kebanyakan orang mungkin memperoleh berbagai zat gizi ini dari daging buah dan bagian sayuran yang biasa dikonsumsi. Namun, ada bagian lain dari buah dan sayur juga menyimpan manfaat. Apa saja?

Bagian lain buah dan sayur yang bisa dikonsumsi

sayur untuk mpasi

Kulit buah, biji buah, dan batang sayuran merupakan bagian yang sering kali dibuang karena rasanya kurang nikmat atau teksturnya keras. Padahal, bagian-bagian buah dan sayur yang kurang umum ini sebenarnya memiliki manfaat bagi tubuh.

Dari padatnya serat kulit apel hingga batang brokoli yang kaya beragam vitamin, berikut berbagai bagian dari buah dan sayuran yang sayang bila Anda lewatkan.

1. Kulit apel

Saat Anda masih kecil, orangtua Anda mungkin terbiasa menyajikan buah apel yang sudah dibersihkan kulitnya sebagai camilan. Ini dilakukan karena kulit apel sering kali tidak termakan karena agak keras dan sulit hancur ketika dikunyah.

Padahal, apel memiliki bagian lain yang kaya manfaat, yaitu kulitnya. Kulit apel sumber quercetin, salah satu antioksidan yang menjaga kesehatan paru-paru dan otak. Selain itu, apel dengan kulit juga mengandung lebih banyak serat dan vitamin.

Bila Anda tidak menyukai tekstur kulit apel yang keras, coba olah buah ini menjadi jus. Cuci apel hingga bersih, potong-potong, lalu haluskan dengan blender. Dengan begitu, Anda bisa tetap menikmati manisnya apel tanpa tekstur kulitnya yang kasar.

2. Kulit jeruk

Buah-buahan sitrus seperti jeruk, lemon, dan jeruk nipis merupakan sumber vitamin C, serat, dan antioksidan yang kuat. Namun, tahukah Anda bahwa sebagian besar vitamin C, serat, dan antioksidan pada buah ini terkandung dalam kulitnya?

Satu sendok makan kulit buah jeruk bahkan bisa mencukupi 14% kebutuhan vitamin C harian orang dewasa. Selain itu, kulit jeruk juga mengandung 4 kali lipat lebih banyak serat dan zat gizi lain seperti provitamin A, vitamin B1, vitamin B12, dan kalsium.

Walaupun kaya manfaat, kulit jeruk merupakan bagian lain dari buah sitrus yang jarang digunakan. Untuk menghilangkan rasa pahit dan teksturnya yang kasar, rendamlah kulit jeruk selama beberapa menit sebelum Anda mengolahnya bersama masakan.

3. Daun buah bit

Kebanyakan orang mungkin sudah mengenal manfaat buah bit. “Buah” ini sebenarnya merupakan tanaman umbi yang menyerupai kentang dengan warna ungu kemerahan. Orang-orang biasanya mengonsumsi bagian akarnya saja.

Padahal, daun bit juga mengandung zat gizi dan bisa dikonsumsi. Sayuran ini mengandung serat, kalsium, zat besi, vitamin A, dan vitamin K. Kalorinya juga amat rendah sehingga bisa membantu Anda yang sedang menurunkan berat badan.

Ada banyak cara mengolah daun buah bit. Anda dapat menumisnya seperti sayuran kangkung, membuat kari daun buah bit, mencampurkannya ke dalam pasta, atau menjadikannya salad dengan dada ayam panggang dan sayuran lain.

4. Kulit semangka

Semangka merupakan buah yang unggul dalam kandungan air, vitamin, dan mineral. Akan tetapi, buah ini hanya mengandung sedikit serat. Anda justru bisa mendapatkan manfaat serat semangka dengan mengonsumsi bagian lain buah ini, yaitu kulitnya.

Serat pada kulit semangka bisa melancarkan pencernaan dan berpotensi menurunkan risiko penyakit pada usus besar. Bagi penderita diabetes dan kolesterol tinggi, asupan serat yang cukup juga membantu mengendalikan kolesterol dan gula darah.

Kulit semangka juga mengandung asam amino yang disebut citrulline. Studi pada 2015 menunjukkan citrulline mampu meningkatkan kinerja otot dan mengurangi nyeri otot. Zat ini bekerja dengan meningkatkan pengiriman oksigen menuju otot.

5. Biji labu kuning

Saat memotong buah labu kuning, Anda akan mendapati biji-bijian yang mirip dengan biji buah melon. Kebanyakan orang membuang biji labu mentah karena rasanya kurang enak dan teksturnya pun keras.

Padahal, biji-bijian ini justru merupakan bagian lain dari buah labu yang kaya manfaat. Jika ditilik kembali, biji labu kuning sebenarnya mengandung serat, karbohidrat, protein, mineral, serta berbagai zat fitokimia yang bersifat sebagai antioksidan.

6. Daun lobak

Seperti halnya daun buah bit, konsumsi daun lobak juga kurang umum. Sebagian besar orang lebih menyukai umbi lobak itu sendiri dan kerap membuang daunnya. Padahal, sayuran ini mengandung vitamin A, vitamin K, zat besi, kalium, dan tinggi serat.

Anda bisa memanfaatkan daun lobak dengan menumis atau mencampurnya bersama kaldu ayam. Untuk menghilangkan rasa pahit daun lobak, masukkan setengah sendok teh baking soda ke dalam kaldu, lalu rebus sayuran ini selama 20 menit.

7. Kulit kiwi

Salah satu kesalahan umum dalam mengonsumsi kiwi yakni mengupas kulitnya. Kulit kiwi sebenarnya merupakan bagian lain dari buah ini yang kaya manfaat. Pasalnya, sebagian besar serat, vitamin, dan antioksidan kiwi ada pada kulitnya.

Serat pada kiwi bisa menyeimbangkan jumlah bakteri usus serta berpotensi mencegah penyakit jantung dan diabetes. Sementara itu, kandungan antioksidan pada kulit kiwi melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat dampak radikal bebas.

8. Kulit kentang

Kentang mengandung karbohidrat, serat, vitamin B kompleks, dan berbagai mineral penting bagi tubuh. Akan tetapi, jika Anda mengolah kentang lengkap dengan kulitnya, kandungan zat gizi tersebut akan menjadi lebih besar lagi.

Kira-kira sebanyak 40 – 50% kandungan serat kentang ada pada kulitnya. Kulit kentang juga merupakan sumber yang baik dari vitamin B2, B6, dan C. Anda dapat mengolah bahan ini menjadi kaldu yang lezat atau keripik kulit kentang yang gurih.

9. Batang brokoli

Satu lagi bagian lain dari buah dan sayur yang kaya manfaat yaitu brokoli. Sebagian besar kreasi resep brokoli hanya memanfaatkan bagian bonggolnya saja. Padahal, batang brokoli juga mengandung banyak zat gizi yang bermanfaat.

Batang dari sayuran brokoli merupakan bagian yang paling banyak mengandung serat. Serat ini juga yang membuat batang brokoli menjadi keras. Meski begitu, Anda bisa memotongnya menjadi bagian yang lebih kecil agar lebih mudah dikonsumsi.

Selain daging buah dan dedaunan sayur yang sudah umum, masih banyak bagian lain dari tetumbuhan ini yang menjadi sumber zat gizi. Jika Anda punya kesempatan mengolahnya, jangan buang bagian-bagian ini dan ubahlah menjadi sajian yang sedap.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Should You Peel Your Fruits and Vegetables?. (2017). Retrieved 15 April 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/peeling-fruits-veggies

Orange peel, raw. (2019). Retrieved 15 April 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/169103/nutrients

Top 11 Science-Based Health Benefits of Pumpkin Seeds. (2018). Retrieved 15 April 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/11-benefits-of-pumpkin-seeds

Slavin, J. L., & Lloyd, B. (2012). Health benefits of fruits and vegetables. Advances in nutrition (Bethesda, Md.), 3(4), 506–516. https://doi.org/10.3945/an.112.002154

Dahl, W. J., & Stewart, M. L. (2015). Position of the Academy of Nutrition and Dietetics: Health Implications of Dietary Fiber. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 115(11), 1861–1870. https://doi.org/10.1016/j.jand.2015.09.003

Bailey, S. J., Blackwell, J. R., Lord, T., Vanhatalo, A., Winyard, P. G., & Jones, A. M. (2015). l-Citrulline supplementation improves O2 uptake kinetics and high-intensity exercise performance in humans. Journal of applied physiology (Bethesda, Md. : 1985), 119(4), 385–395. https://doi.org/10.1152/japplphysiol.00192.2014

Mahboobi, S., Tsang, C., Rezaei, S., & Jafarnejad, S. (2019). Effect of L-citrulline supplementation on blood pressure: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Journal of human hypertension, 33(1), 10–21. https://doi.org/10.1038/s41371-018-0108-4

Richardson, D. P., Ansell, J., & Drummond, L. N. (2018). The nutritional and health attributes of kiwifruit: a review. European journal of nutrition, 57(8), 2659–2676. https://doi.org/10.1007/s00394-018-1627-z

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji pada 3 minggu lalu
x