home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Antara Kopi Hijau dan Teh Hijau, Mana yang Lebih Sehat?

Antara Kopi Hijau dan Teh Hijau, Mana yang Lebih Sehat?

Green coffee (kopi hijau) dan green tea (teh hijau) belakangan ini telah dimanfaatkan dalam membantu menurunkan berat badan. Kopi hijau terbuat dari kopi yang tidak diproses atau tidak dipanggang, sehingga warnanya masih berwarna hijau. Sedangkan, teh hijau juga hanya diproses secara minimal, hanya mengalami sedikit proses oksidasi, sehingga warnanya masih hijau. Tapi, tahukah Anda mana yang terbaik di antara kopi hijau dan teh hijau?

Kopi hijau

Selain mengandung kafein, biji kopi mengandung senyawa yang dikenal sebagai asam klorogenat. Senyawa ini bisa sebagai antioksidan, selain itu juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan membantu Anda dalam menurunkan berat badan. Asam klorogenat dapat meningkatkan metabolisme sehingga tubuh Anda akan membakar lemak bukan menyimpan lemak. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kopi dapat menurunkan berat badan. Namun, senyawa klorogenat dapat berkurang saat dipanggang. Oleh karena itu, minum kopi biasa (bukan kopi hijau) hanya memiliki efek penurunan berat badan yang sangat sedikit.

Berbeda dengan kopi hijau yang berasal dari biji kopi yang belum dipanggang, kopi hijau ini tentu memiliki asam klorogenat yang lebih banyak daripada kopi biasa. Sehingga, kopi hijau bisa Anda manfaatkan untuk menurunkan berat badan. Sebuah penelitian dalam jurnal Gastroenterology Research and Practice tahun 2011 pun telah membuktikan bahwa ekstrak kopi hijau dapat memiliki manfaat dalam membantu menurunkan berat badan. Namun, pembuktian ini masih sangat kecil dan bukan merupakan sebuah penelitian jangka panjang. Penelitian lain yang diterbitkan dalam Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity Targets and Therapy tahun 2012 juga membuktikan bahwa kopi hijau dapat membantu menurunkan berat badan.

Teh hijau

Teh hijau mengandung senyawa antioksidan yang sangat banyak. Salah satu senyawa antioksidan kuat yang dimiliki teh hijau adalah katekin. Senyawa ini 100 kali lebih kuat dibandingkan dengan vitamin C. Katekin merupakan polifenol flavonoid yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Selain itu, juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan pengeluaran energi dan mempercepat pembakaran lemak.

Namun, katekin tampaknya lebih efektif dalam menurunkan berat badan dengan dibantu oleh senyawa kafein, di mana senyawa kafein juga terdapat dalam teh hijau. Sebuah penelitian dalam Journal of Nutrition tahun 2009, membuktikan bahwa partisipan yang diberikan minuman mengandung katekin dan kafein dapat kehilangan berat badan dan lemak perut lebih banyak daripada partisipan yang hanya diberi minuman mengandung kafein.

Konsumsi ekstrak teh hijau dalam jangka panjang pun telah terbukti dapat membantu menurunkan berat badan sebanyak 1-1,5 kg selama 12 minggu. Jika konsumsi ekstrak kopi hijau dikombinasikan dengan olahraga secara teratur, maka hasil penurunan berat badan akan lebih besar.

Mana yang lebih sehat?

Kopi hijau dan teh hijau, keduanya dapat Anda manfaatkan untuk menurunkan berat badan. Kopi hijau maupun teh hijau dapat meningkatkan metabolisme Anda, sehingga tubuh dapat membakar lemak lebih cepat. Namun, keduanya juga mengandung kafein, yang dapat menyebabkan kegelisahan, insomnia, meningkatkan detak jantung, membuat Anda lebih sering buang air kecil, dan berbagai efek samping lainnya.

Kopi sendiri mengandung kafein lebih banyak dibandingkan dengan teh. Kopi mengandung sekitar 100 mg kafein per cangkir, sedangkan teh hanya mengandung kafein sebesar 14-60 mg per cangkir. Jika dilihat dari kandungan kafeinnya, tentu yang lebih baik adalah teh hijau. Selain itu, teh hijau juga mengandung banyak sekali antioksidan. Juga, sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa teh hijau mampu membantu menurunkan berat badan.

Namun, yang lebih baik lagi adalah jika Anda mengurangi asupan kalori Anda per hari dan berolahraga. Pilih makanan yang mengandung banyak serat, seperti buah dan sayur, sehingga Anda lebih lama merasa kenyang. Juga, batasi konsumsi lemak Anda, terutama lemak jenuh dan lemak trans. Anda bisa mendapatkan lemak sehat dari kacang-kacangan, alpukat, minyak kanola, dan minyak zaitun. Serta, lakukan olahraga secara teratur, setidaknya 150 menit per minggu. Kombinasi antara ini semua tentu dapat memangkas berat badan Anda lebih banyak.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nina, K. (2015). Green Tea, Coffee & Weight Loss. [online] Available at: http://www.livestrong.com/article/277857-green-tea-coffee-weight-loss/ [Accessed 16 Jan. 2017].

LaFountain, R. (2016). What’s Better For Weight Loss: Green Tea Or Green Coffee?. [online] Available at: http://www.bodybuilding.com/content/whats-better-for-weight-loss-green-tea-or-coffee.html [Accessed 16 Jan. 2017].

Goldman, R. (2016). Green Coffee Bean: Weight Loss Fact or Fiction?. [online] Available at: http://www.healthline.com/health/green-coffee-bean-weight-loss#Overview1 [Accessed 16 Jan. 2017].

Onakpoya, I., Terry, R. and Ernst, E. (2011). The Use of Green Coffee Extract as a Weight Loss Supplement: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomised Clinical Trials. Gastroenterology Research and Practice, 2011, pp.1-6. [online] Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2943088/ [Accessed 16 Jan. 2017].

Weightloss Advisor. Green Coffee vs. Green Tea – Weight Loss Advisor. [online] Weight Loss Advisor. Available at: http://www.weight-loss-advisor.com/green-coffee-vs-green-tea/ [Accessed 16 Jan. 2017].

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 18/12/2020
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x