7 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Sebenarnya Mengandung Racun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda jika ada beberapa buah dan sayur mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh? Yup! Ternyata buah atau sayur favorit Anda selama ini diam-diam mengandung racun yang bisa berbahaya bagi tubuh. Bagaimana agar bisa tetap aman? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Buah leci

Leci  jika dilihat dari diluar tampak kasar dan berduri. Meski begitu, daging buahnya memiliki rasa yang manis, bertekstur lembut dan banyak mengandung air. Namun jika Anda memakan buah ini sebelum matang, terutama dimakan dalam keadaan perut kosong ataupun dikonsumsi oleh anak yang kekurangan gizi, maka leci bisa menjadi racun dan berakibat fatal. Seperti yang baru-baru ini terjadi di kota Muzaffarpur India, yang mana merupakan daerah produksi leci terbesar di India.

Setiap tahun, ratusan anak-anak di India dirawat RS karena demam dan kejang. Laporan terbaru mengungkapkan jika mereka kemungkinan terkena racun dari leci mentah. Racun tersebut menyebabkan produksi gula dalam tubuh terhambat, sehingga mengakibatkan kadar gula darah semakin rendah atau hipoglikemia. Hal ini bisa menyebabkan ensefalopati, atau perubahan fungsi dalam fungsi otak.

2. Singkong

Menurut Bank Dunia, singkong dijadikan sumber kalori paling penting setelah jagung dan beras, yang mana makanan ini dikonsumsi 600 juta orang di seluruh dunia setiap harinya.  Jenis tanaman ini lezat saat digoreng, direbus, ataupun dipanggang. Namun hati-hati! Singkong bisa beracun jika tidak diolah dengan benar. Pasanya, tanaman ini secara alami mengandung racun hidrogen sianida sehingga perlu pengolahan yang tepat untuk mengurangi kadar racunnya.

Pengolahan singkong bisa dilakukan dengan cara fermentasi, pengupasan, pengeringan, dan dimasak untuk menghilangkan racun. Jika seseorang memakan dalam keadaan mentah atau belum diolah, makan singkong bisa mempengaruhi hormon tiroid dan kerusakan sel-sel saraf di otak yang berhubungan dengan gerakan, bahkan bisa mengakibatkan kelumpuhan.

3. Belimbing

Belimbing memiliki risiko yang cukup tinggi bagi orang yang menderita penyakit ginjal. Menurut National Kidney Foundation Amerika Serikat, belimbing mengandung racun yang bisa mempengaruhi otak dan dapat menyebabkan gangguan saraf.

Bagi orang yang memiliki ginjal sehat, racun tersebut bisa diproses dan dihilangkan dalam tubuh, tapi sebaliknya orang yang memiliki penyakit ginjal kronis tidak bisa mendetoksifikasi buah ini. Akibatnya racun bisa berpotensi menyebabkan kematian. 

4. Tanaman tebu

Tanaman ini sebenarnya tidak berbahaya untuk dimakan, tapi jika dibiarkan terlalu lama, dampaknya tidak baik. Memakan tebu yang sudah berjamur ataupun yang disimpan terlalu lama risikonya akan menyebabkan keracunan.

Bahkan jika jamur yang ada di tebu termakan oleh anak-anak, maka bisa menyebabkan kematian atau penyakit saraf seumur hidup. Tidak hanya anak-anak, racun ini pun berbahaya bagi semua kalangan. Menurut Organisasi Kesehatan dunia (WHO), jamur yang disebut artbrinium ini menghasilkan racun yang dapat menyebabkan muntah, kejang, dan koma.

5. Sikas

Salah satu produk yang paling terkenal dari tanaman sikas adalah sagu. Pati yang berasal dari batang pohon sagu bisa dimakan dalam berbagai bentuk. Sama seperti singkong, tanaman sikas perlu dilakukan pemprosesan untuk menghilangkan racun di dalamnya. Pasalnya, sikas merupakan tanaman kuno yang jadi salah satu tanaman paling beracun di dunia dan memicu penyakit neurodegeneratif.

Penyakit neurodegeneratif ini berperan dalam penyakit guam, yaitu penyakit saraf seperti Alzheimer dan Parkinson di Pulau Guam – asal tanaman ini. Dua racun yang terkandung dalam sikas, yaitu cycasin dan BIMAA harus dihilangkan dengan cara pencucian, fermentasi, dan pemasakan.

6. Kentang

Mungkin Anda kaget kenapa kentang bisa masuk jadi daftar jenis buah dan sayur mengandung racun. Pasalnya, kentang merupakan salah satu makanan yang banyak diminati orang tapi nyatanya justru bisa menjadi racun untuk tubuh. Salanine – racun di dalam kentang, nyatanya bisa berbahaya apabila kentang dikonsumsi saat tunasnya sudah tumbuh dan berwarna hijau.

Kentang yang telah tumbuh tunas dan berwarna hijau akan terasa lebih pahit. Rasa pahit inilah yang disinyalir sebagai penanda bahwa terdapat racun di dalam kentang tersebut. 

7. Kacang merah

Banyak kacang-kacangan yang mengandung racun phytohemagglutinin, tetapi kandung racun paling banyak ada pada kacang merah. Meski begitu, kandungan racun tersebut bisa berkurang ketika kacang merah sudah dimasak. Dalam waktu satu hingga tiga jam, orang dapat mengalami mual, muntah, dan diare yang dapat berkembang menjadi sakit perut. Namun dampaknya tidak separah jika terkena racun makanan singkong dan belimbing. Orang bisa memulihkannya cukup cepat dalam waktu tiga atau empat jam setelah gejala dimulai.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Keracunan Makanan

Keracunan makanan adalah gangguan pencernaan umum. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mengobati dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

6 Manfaat Daun Selada yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Daun selada sudah sering kali menemani santapan Anda. Namun, sudah tahu belum apa saja manfaat daun selada buat kesehatan? Ini dia jawabannya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Gejala bagi Tubuh Anda yang Mengalami Keracunan Makanan

Keracunan makanan bisa menyebabkan Anda dehidrasi. Perhatikan ciri-ciri dan gejala keracunan makanan berikut ini, dapatkan pertolongan pertama segera.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit


Direkomendasikan untuk Anda

penanganan keracunan makanan di IGD

Kapan Harus ke IGD Jika Mengalami Keracunan Makanan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara menjaga kebersihan makanan

5 Cara Menjaga Kebersihan Makanan agar Terhindar dari Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara mencegah keracunan makanan

7 Cara Sederhana untuk Mencegah Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 30 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit