backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Sayang Dilewatkan, Ini 7 Manfaat Aprikot untuk Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 25/11/2022

Sayang Dilewatkan, Ini 7 Manfaat Aprikot untuk Kesehatan

Aprikot memang buah yang jarang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Padahal, buah ini mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat untuk kesehatan. Ketahui apa saja kandungan gizi dan khasiat buah aprikot. 

Kandungan buah aprikot

Buah aprikot adalah jenis buah berbiji, berbentuk kecil bulat, dan memiliki nama ilmiah Prunus armeniaca.

Umumnya, buah ini diimpor dari negara-negara beriklim sedang seperti Cina, Jepang, Amerika, dan Jerman.

Buah ini memiliki rasa yang cenderung manis, sedikit asam, dan menyegarkan sehingga banyak yang mengonsumsi aprikot secara langsung.

Selain segar dan lezat,  dalam 100 gram aprikot, terdapat kandungan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mendukung kesehatan.

  • Air: 86.4 gram (g).
  • Energi: 48 kalori.
  • Protein: 1,4 g.
  • Lemak: 0,39 g.
  • Karbohidrat: 11.1 g.
  • Serat: 2 g.
  • Gula: 9.24 g.
  • Kalsium: 13 miligram (mg).
  • Zat besi: 0,39 mg.
  • Kalium: 259 mg.
  • Zinc: 0,2 mg.
  • Riboflavin: 0,04 mg.
  • Thiamin: 0.03 mg.
  • Niacin: 0,6 mg.

Tak hanya itu, aprikot juga merupakan sumber vitamin dan fitonutrien, seperti beta karoten, flavonoid, dan polifenol. 

Kandungan tersebut membuat buah ini memiliki komponen antioksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas penyebab berbagai penyakit.

Manfaat buah aprikot

buah aprikot

Dengan kandungan nutrisi yang dimiliki, buah aprikot menawarkan berbagai manfaat selama dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari buah mungil ini?

1. Sumber antioksidan

Buah aprikot merupakan salah satu sumber antioksidan karena kaya akan vitamin A, C, E, dan beta karoten.

Kabar baiknya, menurut jurnal Current Review on Food Science (2018), buah ini juga mengandung senyawa flavonoid yang dapat membantu mencegah penyakit kronis, seperti diabetes.

Komponen antioksidan ini bekerja dengan cara mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas yang menyebabkan oksidasi stres.

Oksidasi stres sendiri berkaitan erat dengan obesitas, penyakit jantung, kanker, dan meningkatnya risiko peradangan.

2. Meningkatkan kesehatan mata

Kandungan vitamin A dan E pada aprikot disebut-sebut dapat menjaga kesehatan mata.

Vitamin A berperan penting dalam mencegah rabun senja, yaitu gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kurangnya pigmen cahaya di mata.

Jenis vitamin ini didapatkan dari kandungan beta karoten yang memberi warna oranye kekuningan pada buah ini.

Sementara itu, vitamin E termasuk komponen antioksidan larut dalam lemak yang bisa melindungi mata dari kerusakan paparan radikal bebas.

Selain itu, buah ini mengandung karotenoid penting untuk melindungi mata dari stres oksidatif, seperti lutein dan zeaxanthin.

3. Menjaga kesehatan kulit

buah aprikot

Potensi khasiat buah aprikot juga sering dikaitkan dengan kesehatan kulit.

Seperti yang Anda ketahui, paparan radikal bebas dan bahaya sinar matahari bisa menimbulkan berbagai masalah kulit seperti noda hitam dan kerutan halus.

Masalah kulit ini dapat menjadi tanda-tanda penuaan kulit yang sering menjadi kekhawatiran sebagian orang.

Kabar baiknya, Anda bisa mendapatkan manfaat buah aprikot untuk kulit dari kandungan vitamin C dan E.

Kandungan ini dapat memperkuat skin barrier sehingga terhindar dari kerusakan radikal bebas dan sinar UV.

Selain itu, vitamin dalam buah menyegarkan ini membantu membentuk kolagen untuk memperkuat elastisitas kulit.

4. Membantu memelihara kesehatan pencernaan

Dalam setiap 100 gram aprikot, terdapat sekitar 2 gram serat yang mampu membantu memelihara kesehatan pencernaan Anda.

Menurut jurnal Molecules (2022), aprikot kaya akan serat yang bisa mencegah sembelit dan merangsang kemampuan lambung dalam mencerna makanan.

Pada dasarnya, serat baik bagi bakteri usus dan memperlambat pergerakan makanan pada saluran pencernaan. Alhasil, Anda bisa merasa kenyang lebih lama.

Selain itu, memiliki sistem pencernaan yang sehat dapat mencegah Anda mengalami kegemukan atau obesitas.

5. Menghidrasi tubuh

Aprikot juga memiliki kandungan air dan mineral yang dapat membantu mengatur tekanan darah, suhu tubuh, dan detak jantung.

Makan buah ini juga membantu mencukupi kebutuhan cairan selain air minum dan elektrolit setelah olahraga. 

Pasalnya, kekurangan cairan dapat memaksa jantung Anda bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Bila mengalami dehidrasi, fungsi organ lainnya pun tidak berjalan dengan baik dan Anda dapat mengalami hipotensi atau penurunan tekanan darah.

6. Cocok untuk jadi cemilan diet

buah aprikot

Bila Anda penggemar cemilan tapi sedang menjalani program diet sehat, Anda bisa mengonsumsi buah aprikot segar maupun kering.

Manfaat buah aprikot kering mungkin tidak sama dengan buah segar karena sudah melewati proses pengolahan.

Namun, mengonsumsi buah sebagai cemilan lebih baik daripada Anda makan snack berlemak atau mengandung tinggi garam dan gula.

Selain itu, kandungan serat yang tinggi pada buah ini dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama sehingga mempermudah mengontrol nafsu makan Anda.

Perlu Anda Ketahui

Ada potensi efek samping buah aprikot yang perlu Anda perhatikan. Buah ini mengandung amigdalin yang bisa berubah menjadi sianida yang berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

7. Membantu menjaga kesehatan liver

Organ hati memegang peranan penting untuk menyaring racun dari tubuh Anda.

Buah aprikot punya manfaat menjaga kestabilan kerja enzim dan mencegah masalah peradangan pada organ hati, terlebih bila Anda sering mengonsumsi alkohol.

Buah aprikot juga mencegah kerusakan hati karena kandungan antioksidan alami yang cukup tinggi.

Namun, menurut riset dalam jurnal Food and Chemical Toxicology, potensi buah aprikot untuk hati memerlukan studi lebih lanjut.

Terlepas dari hal tersebut, Anda tetap bisa mengonsumsi buah aprikot, asalkan dalam jumlah wajar dan tidak menggantikan pengobatan medis tertentu. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 25/11/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan