home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Chinese Restaurant Syndrome, Gangguan Akibat Kebanyakan MSG

Chinese Restaurant Syndrome, Gangguan Akibat Kebanyakan MSG

Pernah mendengar istilah chinese restaurant syndrome? Istilah ini pertama kali dikenal pada tahun 1960-an, dan merujuk pada kumpulan gejala yang dialami seseorang setelah mengonsumsi makanan dari restoran makanan Cina. Gejala tersebut berupa nyeri kepala, kulit yang kemerahan, dan berkeringat. Penyedap rasa monosodium glutamat alias MSG merupakan bahan yang diperkirakan menyebabkan timbulnya gejala ini. Akan tetapi, masih belum banyak penelitian ilmiah yang memperlihatkan hubungan antara MSG dengan gejala-gejala tersebut pada manusia.

The U.S. Food and Drug Administration (FDA) menganggap MSG sebagai bahan yang aman dan kebanyakan orang dapat mengonsumsi makanan yang mengandung bahan ini tanpa masalah. Akan tetapi, terdapat sejumlah kecil populasi yang dapat mengalami kejadian yang tidak diinginkan akibat mengonsumsi MSG.

Apa sebenarnya MSG itu?

MSG merupakan bahan tambahan yang digunakan sebagai penyedap rasa. MSG telah menjadi bahan yang penting dalam industri makanan karena dapat mengurangi pemakaian bahan segar dan berkualitas tanpa harus merusak cita rasa yang diinginkan. MSG diproduksi dari hasil permentasi sirup gula, tepung, atau gula tebu. Proses fermentasi ini mirip dengan proses fermentasi yang digunakan untuk membuat anggur atau yogurt.

Apa saja gejala kebanyakan MSG?

Seseorang mungkin dapat mengalami gejala dalam jangka waktu dua jam setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG. Gejala tersebut dapat bertahan mulai dari hitungan jam hingga beberapa hari. Beberapa gejala yang sering muncul di antaranya:

  • nyeri kepala
  • berkeringat
  • kulit memerah
  • rasa baal atau terbakar pada mulut
  • rasa baal atau terbakar pada tenggorokan
  • mual
  • kelelahan

Pada kasus yang lebih jarang, sebagian orang dapat mengalami gejala yang mengancam nyawa yang hampir mirip dengan reaksi alergi. Gejala tersebut antara lain:

  • nyeri dada
  • denyut jantung yang cepat
  • denyut jantung yang abnormal
  • kesulitan bernapas
  • bengkak pada wajah
  • bengkak pada tenggorokan

Gejala-gejala yang ringan tidak membutuhkan pengobatan yang spesifik. Namun, Anda harus segera mengubungi ambulans atau pergi ke rumah sakit terdekat jika mengalami gejala yang serius.

Apa yang menyebabkan chinese restaurant syndrome?

MSG diperkirakan berhubungan dengan gejala-gejala pada chinese restaurant syndrome. Namun, hal ini belum dapat dibuktikan. Jika Anda merasa sakit setelah mengonsumsi makanan cina atau makanan lain yang mengandung MSG, Anda kemungkinan memiliki sensitivitas terhadap MSG. Perlu diingat, bahwa makanan alami pun mungkin saja mengandung glutamat alami dalam kadar yang tinggi.

Dokter akan mengevaluasi gejala Anda dan riwayat konsumsi makanan Anda untuk memastikan apakah Anda benar-benar sensitif terhadap MSG. Jika Anda mengalami gejala yang berat, seperti nyeri dada atau sesak napas, dokter Anda mungkin akan memeriksa denyut jantung Anda dengan EKG untuk menganalisa irama jantung Anda dan memeriksa apakah saluran napas Anda mengalami sumbatan.

Bagaimana cara menangani gejala akibat kebanyakan MSG?

Penanganan kasus ini sangat bervariasi tergantung dari berat ringannya gejala yang dialami. Gejala yang ringan biasanya tidak membutuhkan pengobatan. Anda dapat meminum obat dari apotek untuk meredakan nyeri kepala Anda. Meminum beberapa gelas air dapat juga dapat membantu membuang MSG dalam sistem tubuh Anda dan mempersingkat durasi gejala. Untuk gejala yang lebih berat, dokter biasanya dapat meresepkan antihistamin untuk meringankan gejala seperti sesak napas, pembengkakan pada tenggorokan, dan denyut jantung yang cepat.

Jika Anda mengalami chinese restaurant syndrome dengan gejala yang berat, Anda harus mulai menghindari makanan yang mengandung MSG. Selalu baca kandungan bahan makanan dari seiap kemasan makanan yang Anda makan dan tanyakan pada pihak rumah makan apakah mereka memakai MSG di dalam makanan mereka. Ada baiknya Anda menghindari chinese food dan makanan lain yang konsentrasi MSG-nya yang tinggi. Anda dapat berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi untuk merencanakan pola makan Anda.

Jika gejala yang Anda alami masih tergolong ringan, Anda tidak harus menghentikan pola makan Anda yang sekarang. Tanyakan pada dokter Anda apakah aman bagi Anda untuk mengonsumsi makanan yang mengandung MSG. Anda mungkin dapat mengurangi gejala dengan membatasi konsumsi makanan yang mengandung MSG.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

FDA food ingredient approval process violates law. 2015. http://www.cspinet.org/new/201504151.html [diakses pada 08 Desember 2016]

Questions and answers on monosodium glutamate (MSG). 2012. http://www.fda.gov/Food/IngredientsPackagingLabeling/FoodAdditivesIngredients/ucm328728.htm [diakses pada 08 Desember 2016]

The facts on monosodium glutamate. http://www.eufic.org/article/en/artid/monosodium-glutamate/ [diakses pada 08 Desember 2016]

Zeratsky, K. 2015. What is MSG? Is it bad for you? http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/monosodium-glutamate/faq-20058196 [diakses pada 08 Desember 2016]

Kivi R. 2016. Chinese Restaurant Syndrome: What the Research Says About MSG. http://www.healthline.com/health/chinese-restaurant-syndrome – Overview1 [diakses pada 08 Desember 2016]

Foto Penulis
Ditulis oleh Priscila Stevanni
Tanggal diperbarui 17/01/2017
x