Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Efek Samping dan Pentingnya Mengurangi Asupan MSG bagi Keluarga

    Efek Samping dan Pentingnya Mengurangi Asupan MSG bagi Keluarga

    Penggunaan penyedap atau penguat rasa dalam masakan sehari-hari memang sudah bukan hal yang aneh lagi. MSG sering dipakai agar masakan lebih nikmat dan menggugah selera. Namun, konsumsi MSG yang berlebihan dapat mengundang beragam bahaya dan menimbulkan efek samping pada tubuh Anda.

    Penggunaan MSG

    Sebelum mengetahui efek samping MSG atau micin, ada baiknya Anda berkenalan dulu dengan penyedap makanan satu ini.

    Sebenarnya, MSG merupakan singkatan dari monosodium glutamat. Bagi masyarakat Indonesia, penggunaan MSG ini tentu bukan hal yang asing lagi.

    MSG telah digunakan sebagai bahan penyedap masakan sejak puluhan tahun yang lalu. Bahan ini dipakai untuk menghasilkan rasa gurih.

    Rasa gurihnya mirip dengan glutamat yang diproduksi secara alami oleh bahan makanan segar, seperti tomat, asparagus, keju, susu, ikan, dan daging.

    Bahaya terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung MSG

    Pada dasarnya MSG adalah bahan penyedap rasa yang aman dan berguna untuk makanan. Akan tetapi, MSG tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

    Ada beberapa efek samping dan dampak yang ditimbulkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung MSG.

    1. Sakit kepala

    hipoglikemia adalah kadar gula darah rendah

    Pernahkah Anda merasa sakit kepala yang serasa menusuk setelah mengonsumsi makanan tertentu? Bisa jadi penyebabnya adalah makan makanan yang terlalu banyak mengandung MSG.

    Konsumsi MSG yang berlebihan dapat memicu pelebaran pembuluh darah. Proses pelebaran pembuluh darah ini dapat berpengaruh pada aktivitas-aktivitas yang tidak normal pada saraf-saraf otak.

    Hal inilah yang jadi penyebab kenapa MSG yang dikonsumsi secara berlebihan dapat rentan memicu sakit kepala. Kondisi ini menjadi akibat dari saraf di otak yang terstimulasi secara berlebihan.

    Bila kondisi ini terus-terusan terjadi, dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf di otak (neuron). Padahal, neuron berperan sangat penting untuk menjalankan fungsi otak.

    2. Kenaikan tekanan darah

    darah tinggi setelah melahirkan

    Tak hanya itu, kandungan asam glutamat pada MSG juga bisa membuat pembuluh darah Anda menyempit dan melebar.

    Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah ini dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang signifikan.

    Alhasil, tekanan darah Anda akan cenderung lebih tinggi setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG secara berlebihan.

    3. Berat badan cenderung bertambah

    Rasa gurih dan umami yang kuat karena penambahan MSG dalam suatu makanan cenderung meningkatkan selera makan Anda.

    Hal ini bisa saja memicu Anda untuk mengonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, berat badan Anda bisa berpeluang untuk bertambah.

    Hubungan antara asupan MSG dan penambahan berat badan ini juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang bervariasi yang tentunya juga berlaku berbeda pada setiap orang.

    Dampak kelebihan MSG pada anak

    Nyatanya, anak-anak juga menunjukkan gejala yang serupa dengan orang dewasa pada tingkat prevalensi yang hampir sama.

    Anak dapat berpeluang mengalami gejala neurologis akibat konsumsi MSG yang berlebihan. Gejala neurologis ini dapat berupa sakit kepala atau kenaikan tekanan darah.

    Kondisi inilah yang bisa membuat sebagian anak sulit berkonsentrasi karena rasa sakit kepala yang dialaminya.

    Batasi konsumsi MSGmsg penyedap rasa

    Penting untuk diketahui bahwa MSG tidak selalu menjadi penyebab langsung berbagai efek samping yang sudah disebutkan di atas. Ketahui jumlah maksimal konsumsi MSG.

    Jumlah maksimal MSG yang dapat dikonsumsi oleh setiap orang menurut WHO adalah 6 gram per hari.

    Sementara itu, menurut Kementerian Kesehatan Indonesia jumlah maksimal MSG yang boleh dikonsumsi adalah sebesar 5 gram per hari.

    Jika Anda ingin mencoba beralih pada makanan non MSG, Anda dapat menggantikan penggunaan MSG dengan kaldu nabati atau hewani.

    Anda dan keluarga tercinta tetap dapat menikmati hidangan yang lezat meski mengolah makanan non MSG.

    Cara mencegah efek samping MSG

    bahan alternatif msg

    Satu-satunya cara ampuh untuk mencegah efek samping dari bahaya MSG adalah mengurangi konsumsi micin atau bahkan tidak mengonsumsinya sama sekali.

    Kalau Anda sedang makan di restoran atau di pinggir jalan, mintalah kepada penjual atau pramusaji untuk mengolah makanan yang Anda pesan tanpa micin.

    Bila Anda tidak bisa lepas dari konsumsi mie instan, pilihlah varian yang tanpa MSG.

    Sementara itu, bila Anda ingin membuat goreng-gorengan, bisa menggunakan tepung bumbu tanpa micin mengandung zat besi, serat pangan, vitamin B2, B9, dan zinc (seng).

    Pastikan Anda selalu memeriksa label komposisi bahan dan nutrisi yang ada pada kemasan sebelum membelinya.

    MSG, atau micin sering dicantumkan dengan nama lain seperti monosodium L-glutamate monohydrate, sodium glutamate monohydrate, glutamic acid, MSG monohydrate, atau monosodium salt.

    Dengan lebih cermat memilih, Anda tetap bisa menikmati makanan lezat yang sehat bergizi tanpa perlu khawatir akan efek samping konsumsi MSG yang berlebihan.

    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    How does your body react to MSG?. (2022). Retrieved 12 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/monosodium-glutamate/faq-20058196 

    Vetsin. (2022). Retrieved 12 August 2022, from https://medical-dictionary.thefreedictionary.com/Vetsin 

    Niaz, K., Zaplatic, E., & Spoor, J. (2018). Extensive use of monosodium glutamate: A threat to public health?. EXCLI Journal, 17, 273. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5938543/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Rahmi Dzulhijjah, S.Gz, M.Gz Diperbarui 2 weeks ago
    Next article: