Apa Akibatnya Bagi Tubuh Jika Anda Kebanyakan Makan Protein?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setiap sel dan organ dalam tubuh Anda membutuhkan protein. Pasalnya protein merupakan salah satu nutrisi terpenting yang diperlukan tubuh sebagai sumber energi, membantu meningkatkan massa otot, produksi hormon, serta membangun, memelihara, dan mengganti jaringan tubuh yang rusak. Namun, ini bukan berarti Anda boleh terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung protein. Kelebihan protein juga tidak baik bagi tubuh.

Efek samping yang mungkin terjadi kalau tubuh kelebihan protein

1. Kenaikan berat badan

Diet rendah karbo menjadi salah satu cara diet yang efektif untuk menurunkan berat badan. Selama diet ini, Anda akan diharuskan untuk mengganti asupan karbohidrat Anda dengan lebih banyak protein.

Padahal, konsumsi protein secara berlebihan tanpa disadari justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Terutama jika Anda mengonsumsi sumber protein hewani yang mengandung lemak jenuh tinggi. Tidak hanya berat badan yang naik, namun risiko kolesterol dan darah tinggi pun ikut-ikutan naik.

2. Merusak ginjal

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kelebihan protein dapat merusak fungsi ginjal karena mengganggu kadar hormon yang berhubungan dengan fungsi ginjal. Terlebih bagi orang yang memang sudah memiliki gangguan ginjal, mengonsumsi protein dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan kondisi ginjalnya semakin buruk. Namun hal ini tidak berlaku untuk mereka yang memiliki ginjal yang normal.

Ginjal berfungsi untuk membantu tubuh menyaring seluruh limbah yang dihasilkan dari asupan protein. Semakin banyak protein yang harus dicerna oleh tubuh, akan semakin banyak pula asam amino yang disaring oleh ginjal dan mengakibatkan ginjal bekerja lebih berat dan lebih tegang daripada biasanya. Jika kondisi ini berlangsung terus menurus, lambat laun kondisi ginjal akan semakin memburuk.

3. Risiko osteoporosis

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American of Clincal Nutrition diketahui jika konsumsi protein terlalu banyak dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Terlalu banyak konsumsi protein dapat membuat tubuh lebih mudah kehilangan kalsium, sehingga akhirnya memicu osteoporosis. Namun hal ini masih menjadi perdebatan.

Lantas, berapa asupan protein harian yang dianjurkan?

Seperti yang sudah disinggung di atas, protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Tapi, kekurangan atau kelebihan protein juga tidak baik. Itu sebabnya Anda harus imbangi asupan protein Anda dengan konsumsi karbohidrat dan lemak baik.

Sebenarnya kebutuhan protein harian setiap orang berbeda-beda bergantung pada berat badan dan jenis aktifitas harian yang dijalani sehari-hari. Meski begitu, berdasarkan tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) milik Kemenkes RI,  standar angka kecukupan protein yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia yang berusia 17 – 60 tahun adalah sekitar 56 – 59 gram/hari untuk perempuan, sedangkan bagi pria 62 – 66 gram per hari. Namun ini semua akan disesuaikan lagi dengan tingkat aktivitas harian Anda.

Semakin padat dan intens aktivitas fisik Anda sehari-hari, maka semakin banyak protein yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, baiknya konsultasikan dulu kebutuhan protein harian Anda dengan dokter atau ahli gizi terdaftar agar bisa tercukupi dengan baik. Ini khususnya penting bagi Anda yang sering melakukan olahraga.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Beberapa Penyakit yang Ditandai oleh Bau Mulut

Apa Anda tahun bau mulut bisa muncul akibat penyakit dalam? Yuk, cari tahu apa saja gangguan kesehatannya dan bagaimana hal ini bisa terjadi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
akibat bau mulut
Gigi dan Mulut 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

10 Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mengatasinya

Ada banyak penyebab kaki bengkak, mulai dari cedera, lama berdiri, kehamilan, dan banyak lagi. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

3 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan Supaya Tulang Tetap Kuat Sampai Tua

Tulang akan mulai kehilangan kepadatannya seiring bertambahnya usia. Anda bisa mencegah tulang keropos mulai saat ini juga. Cukup dengan 3 cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit


Direkomendasikan untuk Anda

bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
diet okinawa adalah

Mengenal Diet Okinawa, Rahasia Orang Jepang Berusia Panjang

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep membuat bakwan

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Daftar pantangan makanan untuk pengidap hepatitis

7 Pantangan Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit