Lebih Gemuk Badan Anda, Lebih Banyak Berat yang Bisa Turun Saat Berolahraga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda mempunyai berat badan berlebih dan ingin menurunkan berat badan? Olahraga bisa menjadi salah satu cara Anda dalam menurunkan berat badan. Namun, kebanyakan orang malas melakukan olahraga. Padahal, olahraga diperlukan untuk membakar kalori sehingga berat badan Anda berkurang, terutama bagi Anda yang kelebihan berat badan.

Kabar baiknya, orang yang mempunyai berat badan berlebih justru biasanya lebih banyak membakar kalori saat berolahraga dibandingkan orang yang kurus. Jadi, orang gemuk lebih cepat turun berat badan. Mengapa bisa seperti itu?

Orang gemuk membakar kalori lebih banyak saat olahraga

Orang gemuk biasanya mempunyai aktivitas yang sangat sedikit (sedenteri), bahkan cenderung tidak aktif. Sehingga, menambahkan sedikit aktivitasnya saja dapat membantu membakar kalori dalam tubuh lebih banyak dibandingkan orang kurus. Untuk melakukan aktivitas tambahan bagi orang gemuk, tubuhnya harus melakukan usaha yang lebih banyak dari biasanya, sehingga kalori dalam tubuh akan dibakar lebih banyak untuk mendapatkan energi untuk beraktivitas.

Saat berolahraga, semakin berat seseorang, semakin banyak kalori yang ia bakar saat bergerak. Hal ini karena orang gemuk memiliki massa tubuh yang lebih besar untuk digerakkan. Hasilnya, tubuh akan membutuhkan lebih banyak energi untuk bisa menggerakkan (massa) tubuh, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori dan lebih cepat turun berat badan.

Kalori yang dibakar oleh orang gemuk dan orang kurus akan berbeda jumlahnya walaupun mereka sama-sama melakukan olahraga dengan intensitas yang sama.

Berdasarkan kalkulator olahraga WebMD, orang gemuk dengan berat 90 kg yang melakukan olahraga jalan kaki dengan kecepatan rendah (2 mil per jam) selama 1 jam dapat membakar kalori sebanyak 225 kalori. Sedangkan, orang kurus dengan berat 50 kg yang melakukan olahraga yang sama hanya dapat membakar kalori sebanyak 125 kalori.

Contoh lain, orang gemuk dengan berat 120 kg yang melakukan olahraga sepeda statis selama 30 menit dapat membakar kalori sebanyak 420 kalori, sedangkan orang kurus dengan berat 60 kg hanya membakar kalori 210 kalori.

Namun, biasanya orang kurus dapat berolahraga lebih lama dan lebih berat dibandingkan orang gemuk, sehingga ia lebih mampu mencapai berat badan yang diinginkannya. Orang yang mempunyai lebih banyak otot juga lebih mampu untuk membakar kalori lebih banyak.

Asupan makan juga menentukan seberapa cepat berat badan turun

Ingin berat badan turun lebih cepat? Pola makan juga menentukan. Walaupun sudah membakar banyak kalori dengan berolahraga, namun jika Anda menambahkan lebih banyak kalori lagi dari makanan, maka berat badan akan lebih sulit turun. Ini biasanya juga menjadi hal yang sulit bagi orang gemuk, selain olahraga.

Biasanya orang gemuk tidak bisa menahan nafsu makannya dan makan lebih banyak setelah berolahraga. Tentu, hal ini dapat mengacaukan usaha penurunan berat badan yang telah Anda lakukan. Jika Anda sudah berolahraga, sebaiknya atur juga pola makan Anda sehingga penurunan berat badan bisa terjadi.

Walaupun memang orang gemuk membutuhkan energi yang lebih tinggi karena energi yang terpakai untuk menjalankan metabolisme tubuh basal (bernapas, memompa jantung, mencerna makanan, dan lainnya) lebih besar dari orang kurus. Namun, pengurangan asupan makanan tetap perlu dilakukan untuk mencapai penurunan berat badan. Pilihlah makanan yang rendah lemak dan gula serta perbanyak asupan serat agar lebih cepat turun berat badan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Banyak orang butuh waktu untuk mencerna makanan, namun ada juga yang langsung merasa ingin BAB setelah makan. Apakah ini normal? Benarkah bisa bikin kurus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Diabetes Gestasional, Kondisi Saat Gula Darah Naik di Masa Kehamilan

Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Dari Mana Lemak Dagu Berasal? Bisakah Dihilangkan?

Jika Anda berkaca, mungkin Anda melihat dagu Anda yang berlipat. Lipatan itu diakibatkan oleh lemak dagu. Sebenarnya, dari mana lemak dagu berasal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan, Informasi Kesehatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Fatty Liver (Perlemakan Hati)

Fatty liver (perlemakan hati) adalah penumpukan lemak yang berlebihan serta infeksi pada hati. Apa saja pilihan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kaki lemas

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
klaudikasio adalah

Klaudikasio

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
congestive heart failure (CHF) gagal jantung kongestif adalah

Congestive Heart Failure (CHF)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit