Benarkah Metabolisme Lambat Menyebabkan Gemuk?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Metabolisme merupakan sebuah proses di mana tubuh Anda mengubah apa yang Anda makan menjadi energi. Bagaimana metabolisme tubuh Anda bekerja, tentu berdampak pada tubuh Anda. Beberapa dari Anda yang gemuk mungkin berpikir bahwa metabolisme tubuh Anda yang menyebabkan Anda menjadi gemuk. Makan sedikit saja, mungkin bisa membuat berat badan Anda bertambah. Namun, apakah ini benar?

Metabolisme tubuh berkaitan dengan berat badan

Metabolisme tubuh Anda memang dapat memengaruhi berat badan Anda. Hal ini terjadi karena metabolisme tubuh menentukan seberapa banyak makanan yang Anda makan akan diubah menjadi energi. Jika energi yang dibakar tubuh berjumlah sedikit daripada energi yang masuk, tentu Anda akan mengalami kenaikan berat badan. Energi yang tidak terpakai akan disimpan tubuh menjadi lemak.

Tubuh Anda membutuhkan energi,  bahkan saat Anda tidur atau tidak melakukan sesuatu apapun. Energi ini berfungsi sebagai bahan bakar untuk fungsi tubuh, seperti untuk bernapas, sirkulasi darah, dan perbaikan sel-sel tubuh. Jumlah energi yang digunakan untuk fungsi dasar tubuh ini dikenal sebagai tingkat energi basal (basal metablic rate).

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingkat energi basal dan metabolisme, yaitu:

  • Massa otot. Semakin banyak jaringan otot yang Anda punya, semakin banyak energi yang Anda butuhkan, sehingga metabolisme Anda akan berjalan lebih cepat. Otot membutuhkan lebih banyak energi untuk berfungsi daripada lemak.
  • Ukuran tubuh. Orang gemuk cenderung membutuhkan kalori lebih banyak, bahkan saat tubuh beristirahat. Hal ini terjadi karena biasanya orang gemuk memiliki organ internal yang lebih besar. Jadi, orang mempunyai berat badan berlebih akan lebih mungkin untuk mempunyai tingkat metabolisme yang lebih cepat.
  • Jenis kelamin. Pria mempunyai lemak tubuh yang lebih sedikit dan lebih banyak mempunyai massa otot dibandingkan wanita. Jadi, pria akan lebih banyak membakar kalori.
  • Usia. Semakin tua usia, semakin sedikit massa otot, sehingga metabolisme akan berjalan lebih lambat dan kalori akan dibakar lebih lambat.
  • Keturunan. Ini juga dapat memengaruhi tingkat metabolisme tubuh Anda, bisa lebih lambat atau lebih cepat.

Faktor lain yang juga dapat memengaruhi tingkat metabolisme Anda adalah aktivitas fisik, diet, obat, faktor hormonal, dan faktor lingkungan.

Apakah metabolisme lambat menyebabkan gemuk?

Saat metabolisme tubuh Anda berjalan lambat, artinya tubuh Anda lambat dalam membakar energi yang Anda butuhkan. Sehingga, pada akhirnya Anda akan lebih banyak menumpuk energi dan mengalami kenaikan berat badan. Metabolisme lambat mungkin dapat menyebabkan Anda menjadi gemuk, tapi hal ini sangat jarang terjadi. Perlu digarisbawahi bahwa metabolisme lambat bukan penyebab utama dari kegemukan.

Gemuk atau kenaikan berat badan berlebih akan terjadi jika kalori yang masuk ke tubuh Anda dari makanan lebih banyak daripada kalori yang Anda keluarkan untuk beraktivitas. Sesederhana itu alasan mengapa Anda bisa menjadi gemuk atau berat badan Anda naik. Terkadang, saat Anda makan, Anda tidak menyadari berapa jumlah kalori yang telah masuk ke tubuh Anda. Ditambah lagi, Anda mungkin jarang melakukan olahraga atau Anda terlalu banyak melakukan aktivitas sedenter (terlalu banyak diam dan duduk). Alhasil, Anda mungkin akan terkejut saat melihat timbangan Anda.

Jadi, gemuk merupakan hasil dari kombinasi makan banyak, aktivitas fisik kurang, dan juga faktor keturunan. Faktor metabolisme lambat mungkin bisa Anda salahkan sebagai penyebab gemuk atau kenaikan berat badan, tapi ini sangat jarang. Jika Anda merasa khawatir mengenai metabolisme Anda yang lambat dan berat badan Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. Masalah dengan metabolisme bisa berhubungan dengan penyakit tertentu, seperti Cushing’s syndrome dan hipotiroidisme.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Oatmeal bukan hanya lezat, tapi juga penuh serat., mengenyangkan, dan cocok untuk Anda yang sedang berdiet. Simak 7 resep oatmeal berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Resep Sehat, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Bagi yang sedang diet, konsumsi beras atau nasi mungkin akan dibatasi. Beras merah atau beras shirataki dapat menjadi pilihan, tapi mana yang lebih efektif?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Jika memiliki kulit leher hitam, ketahui dulu apa penyebabnya. Setelah itu, cari tahu cara menghilangkan hitam di leher. SImak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Kulit 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengeluarkan racun dari tubuh detoksifikasi

8 Cara Mengeluarkan Racun dari Tubuh (Detoksifikasi)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
apa itu diet raw food

Mau Coba Diet Raw Food? Simak Dulu Info Penting Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit