home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

8 Penyebab Metabolisme Lambat dan Efeknya pada Berat Badan Anda

8 Penyebab Metabolisme Lambat dan Efeknya pada Berat Badan Anda

Apakah Anda sudah mencoba berbagai cara menurunkan berat badan, tapi tak kunjung berhasil? Kesulitan dalam menurunkan berat badan diyakini sebagai salah satu tanda dari metabolisme yang lambat. Penyebabnya bisa berasal dari faktor genetik, aktivitas fisik, hingga kebiasaan sehari-hari.

Metabolisme adalah proses ketika tubuh mengubah zat gizi dari makanan dan minuman menjadi energi. Beberapa orang memiliki laju metabolisme yang cepat, tetapi ada pula yang lebih lambat. Perbedaan ini bisa memengaruhi kondisi tubuh Anda, termasuk soal berat badan.

Apa saja penyebab laju metabolisme lambat dan apa pula efeknya bagi berat badan Anda? Simak ulasannya berikut ini.

Penyebab laju metabolisme lambat

cara meningkatkan metabolisme tubuh

Berikut beberapa faktor yang dapat memperlambat laju metabolisme Anda.

1. Jarang beraktivitas fisik

Zat gizi yang Anda dapatkan dari makanan akan diolah menjadi energi agar tubuh bisa beraktivitas. Apabila Anda jarang beraktivitas fisik, tubuh akan lebih sedikit membakar energi yang masuk sehingga proses perubahan energi dalam Anda dapat berjalan lebih lambat.

Ketika Anda tidak berolahraga, tubuh menyimpan lebih banyak lemak dan metabolisme akan berjalan dengan lebih lambat. Inilah mengapa orang yang makan banyak tetapi jarang beraktivitas fisik cenderung mudah mengalami kenaikan berat badan.

2. Asupan kalori terlalu sedikit

Mungkin Anda pernah mengira bahwa dengan membatasi asupan makanan, Anda bisa menurunkan berat badan. Padahal, kebiasaan ini justru membuat metabolisme menjadi lebih lambat. Pasalnya, tubuh Anda menganggap bahwa Anda sedang kelaparan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita gemuk yang mengonsumsi 420 kalori per hari selama 4 – 6 bulan justru mengalami penurunan laju metabolisme. Kondisi ini bahkan berlanjut setelah mereka menambah asupan kalorinya selama lima minggu kemudian.

3. Membatasi asupan protein

Protein merupakan salah satu zat gizi yang paling penting untuk menjaga fungsi tubuh. Tak sedikit orang yang kekurangan protein karena membatasi makanannya selama diet. Padahal protein bisa meningkatkan laju pembentukan energi sebesar 20 – 30 persen.

Walaupun diet dengan membatasi makanan dapat membuat metabolisme jadi lambat, asupan protein yang tinggi dapat meminimalisasi hal ini. Studi pun menunjukkan bahwa protein memberikan rasa kenyang yang mencegah keinginan untuk makan berlebihan.

4. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak

Makanan berlemak rupanya juga memiliki peran dalam menentukan laju metabolisme Anda. Lemak merupakan zat gizi yang penting, tapi konsumsi makanan berlemak yang berlebihan justru bisa menyebabkan penumpukan jaringan lemak.

Pada saat yang sama, timbunan lemak membuat metabolisme menjadi lambat karena tubuh Anda memiliki banyak cadangan energi. Lama-kelamaan, jaringan lemak akan bertambah banyak dan menyebabkan kenaikan berat badan.

5. Terlalu banyak mengonsumsi minuman manis

Menurut penelitian dalam jurnal Critical Reviews in Clinical Laboratory Sciences, pola makan tinggi gula dapat memengaruhi laju metabolisme dalam dua cara. Pertama, gula mengganggu proses perubahan lemak dan karbohidrat menjadi energi.

Kedua, makanan tinggi gula menyumbangkan banyak kalori untuk tubuh. Apabila Anda jarang berolahraga, berat badan dan persentase lemak Anda dapat meningkat. Hal ini lantas kembali mengganggu proses pembentukan energi dari karbohidrat dan lemak.

6. Kurang tidur

Anda mungkin telah mengetahui bahwa kurang tidur bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit dan menyebabkan kelelahan pada esok harinya. Selain itu, kurang tidur juga bisa membuat metabolisme menjadi lebih lambat dan memicu kenaikan berat badan.

Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Spaeth dan kawan-kawan pada 2015. Selain menurunkan laju metabolisme pada waktu istirahat, kurang tidur juga bisa mengganggu metabolisme glukosa dan menyebabkan gula darah tinggi.

7. Sering mengalami stres

Tubuh Anda memproduksi hormon kortisol saat Anda menghadapi stres, tekanan, atau situasi yang mengancam. Hormon ini memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk mekanisme penyimpanan energi dan cadangan energi berupa lemak.

Pelepasan kortisol sebenarnya bertujuan agar tubuh mampu menghadapi stres dengan baik. Akan tetapi, hormon ini juga bisa meningkatkan nafsu makan, memperlambat laju metabolisme, dan pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.

8. Konsumsi obat-obatan tertentu

Anda obat-obatan tertentu yang dapat membuat laju metabolisme menjadi lebih lambat. Beberapa di antaranya yaitu obat antidepresan, obat diabetes, kortikosteroid, dan obat yang digunakan dalam terapi hormon.

Obat-obatan tersebut bisa saja menimbulkan efek samping tertentu pada orang yang rutin mengonsumsinya. Salah satu efeknya yakni kenaikan berat badan akibat adanya perubahan dalam laju pembentukan energi.

Apakah metabolisme lambat sudah pasti memicu kegemukan?

Artikel Kesehatan Seputar Masalah Obesitas

Metabolisme tubuh yang lambat menandakan bahwa tubuh Anda juga membakar kalori dengan perlahan. Pada akhirnya, hal ini dapat membuat tubuh menumpuk energi dan mengalami kenaikan berat badan.

Laju pembentukan energi yang melambat memang dapat membuat Anda menjadi gemuk, tapi uniknya, kasus ini amat jarang terjadi. Dengan kata lain, laju metabolisme yang lambat bukanlah faktor utama yang menjadi penyebab kegemukan.

Kenaikan berat badan terjadi apabila kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak daripada yang keluar. Ditambah lagi, Anda mungkin jarang beraktivitas fisik atau terlalu banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan berdiam diri.

Kesimpulannya, kegemukan merupakan dampak dari beberapa faktor. Metabolisme yang melambat merupakan faktor langka dan bukanlah penyebab kenaikan berat badan secara drastis.

Meski begitu, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter bila merasa khawatir akan laju metabolisme Anda yang lambat. Pemeriksaan lebih lanjut akan menunjukkan apakah kondisi Anda berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu, misalnya hipotiroidisme.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can you boost your metabolism? – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 18 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/metabolism/art-20046508

The truth about slow metabolism – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 18 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/expert-answers/slow-metabolism/faq-20058480

Stanhope, K. (2015). Sugar consumption, metabolic disease and obesity: The state of the controversy. Critical Reviews In Clinical Laboratory Sciences, 53(1), 52-67. doi: 10.3109/10408363.2015.1084990

Spaeth, A., Dinges, D., & Goel, N. (2015). Resting metabolic rate varies by race and by sleep duration. Obesity, 23(12), 2349-2356. doi: 10.1002/oby.21198

Rabasa, C., & Dickson, S. (2016). Impact of stress on metabolism and energy balance. Current Opinion In Behavioral Sciences, 9, 71-77. doi: 10.1016/j.cobeha.2016.01.011

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 18/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro