Apakah Lesi Tulang Berbahaya, dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Luka tidak hanya bisa terjadi pada kulit di luar tubuh atau jaringan lunak organ dalam Anda. Tulang juga bisa terluka. Dalam istilah medis, borok, luka, atau pertumbuhan jaringan abnormal pada tulang disebut dengan lesi tulang. Luka pada tulang bisa berbahaya kalau tidak segera diatasi. Pertumbuhan jaringan abnormal di tulang bahkan bisa menyebar ke area tulang sekitarnya, dan ikut memengaruhi bagian tubuh lain. Berikut semua informasi lengkap seputar lesi tulang yang perlu Anda ketahui.

Apa itu lesi tulang?

Lesi tulang adalah area pada tulang yang berubah atau rusak. Lesi dapat memengaruhi bagian tulang manapun dan berkembang di bagian tulang manapun, dari permukaan tulang kaki hingga ke sumsum tulang di pusatnya.

Lesi bisa menghancurkan dan melemahkan jaringan tulang yang sehat di sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan tulang lebih rentan retak atau bahkan patah.

Macam-macam penyebab lesi tulang, berdasarkan jenisnya

Penyebab lesi tulang meliputi infeksi, patah tulang, atau tumor. Sebagian besar penyebab lesi pada tulang tidak berbahaya, tidak mengancam jiwa, dan jarang menyebar ke bagian tubuh yang lain. Namun jika lesi disebabkan oleh perkembangan sel tulang yang abnormal, lesi bisa berubah menjadi tumor ganas cikal bakal kanker tulang. Lesi tulang inilah yang perlu lebih diwaspadai.

Berdasarkan penyebabnya, lesi tulang dibagi menjadi dua kategori: lesi jinak dan lesi ganas. Berikut rinciannya:

Lesi tulang jinak

Lesi dikatakan jinak jika disebabkan oleh hal-hal yang tidak bersifat kanker dan mengancam nyawa, juga biasanya tidak menyebar. Perkembangan sel tulang yang abnormal pun tidak selalu mengganas jadi tumor kanker. Maka, tumor non-kanker ini disebut sebagai tumor jinak.

Beberapa penyakit tulang yang dapat menyebabkan lesi jinak, yakni:

  • Non-ossifying fibroma
  • Kista tulang unicameral
  • Osteochondroma
  • Tumor besar
  • Enchondroma
  • Fibrous dysplasia
  • Chondroblastoma
  • Kista tulang aneurisma

Lesi tulang ganas

Lesi dikatakan ganas apabila disebabkan oleh perkembangan sel tulang sehat yang berubah menjadi sel kanker. Kanker tulang itu sendiri pun terbagi lagi menjadi dua jenis: kanker tulang primer dan sekunder.

Empat bentuk yang paling umum dari kanker tulang primer adalah multiple myloma (menyerang jaringan lunak di tengah tulang, yang memproduksi sel darah), osteosarcoma (menyerang anak-anak, khususnya tulang paha dan tulang punggung), Ewing sarkoma, dan chondrosarcoma (menyerang kelompok paruh baya hingga lansia; khususnya tulang pinggul, panggul, dan bahu).

Sementara untuk kanker tulang sekunder, biasanya disebabkan oleh sel kanker dari bagian tubuh lain yang sudah menyebar ke tulang alias metastasis. Beberapa kanker yang bisa menyebar ke tulang adalah kanker payudara, kanker paru, kanker tiroid, kanker ginjal, dan kanker prostat.

Apa gejala lesi tulang?

Terkadang luka pada tulang bisa menyebabkan rasa sakit di daerah yang terkena. Rasa sakit ini biasanya digambarkan dengan adanya nyeri dan tidak nyaman melakukan aktivitas. Anda mungkin juga mengalami demam dan berkeringat di malam hari.

Selain rasa sakit, beberapa orang yang mengalami pertumbuhan jaringan yang abnormal pada tulang ini  bisa menyebabkan kekakuan, pembengkakan, atau nyeri jika di tekan di daerah yang terkena. Rasa sakit bisa datang dan pergi begitu saja, tapi mungkin gejalanya bisa lebih parah di malam hari.

Jika lesi tulang disebabkan oleh kanker, gejalanya pun bisa berbeda tergantung jenis kanker yang menyebabkannya.

Pengobatan lesi tulang itu seperti apa?

Jika Anda menunjukkan gejala lesi tulang, pertama-tama dokter akan memeriksanya dengan rontgen biasa. Lesi tulang janin umumnya dapat diobati dengan menggunakan obat-obatan. Namun pada anak-anak, lesi bisa hilang sendiri seiring berjalannya waktu.

Dalam beberapa kasus, mungkin perlu dilakukan bedah untuk menambal lesi dan mengurangi risiko patah tulang. Namun, lesi jinak pada tulang bisa kembali sewaktu-waktu, bahkan setelah Anda sembuh. Dalam kasus yang jarang terjadi, mereka dapat menyebar atau menjadi ganas.

Jika lesi termasuk ganas, pilihan pengobatan termasuk operasi pengangkatan lesi, cangkok tulang, penanaman logam pengganti tulang, hingga terapi terkait kanker seperti kemoterapi dan radiasi. Pengobatan kanker tulang akan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan stadiumnya.

Terkadang, jika sel kanker telah menyebar dari tulang ke saraf dan pembuluh darah, bagian tubuh yang terkena mungkin perlu diamputasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Tak banyak yang tahu bahwa kandungan kalium dalam pisang berkhasiat menurunkan risiko stroke. Apa lagi manfaat pisang untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit