Berbagai Ciri-ciri atau Gejala Patah Tulang yang Mungkin Terjadi pada Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Patah tulang atau fraktur terkadang tak diketahui, terutama bila tulang yang mengalami fraktur tidak parah dan terlihat. Padahal, patah tulang yang lama dibiarkan dan tak segera mendapat pengobatan fraktur dapat berisiko menimbulkan komplikasi pada penderitanya. Oleh karena itu, mengenal tanda-tanda, ciri-ciri, atau gejala patah tulang (fraktur), termasuk tulang retak, sangat penting agar terhindar dari kondisi medis yang lebih parah. Lantas, apa saja ciri-ciri patah tulang yang mungkin terjadi?

Ciri-ciri patah tulang atau fraktur yang umum terjadi

Fraktur adalah kondisi ketika tulang menjadi retak, pecah, atau bahkan patah, sehingga mengubah bentuk tulang. Penyebab patah tulang adalah tekanan yang kuat ke arah tubuh, yang tidak dapat ditahan oleh tulang, seperti cedera akibat kecelakaan. Namun, kondisi tulang yang lemah akibat penyakit tertentu juga bisa menjadi penyebabnya.

Kekuatan tekanan yang diterima setiap orang bisa berbeda, sehingga jenis fraktur dan tingkat keparahan yang timbul bisa berbeda pula. Beberapa orang mungkin hanya merasakan tekanan yang ringan sehingga tulang hanya patah sebagian atau retak saja. Namun, tekanan yang sangat kuat bisa mematahkan tulang menjadi dua bagian atau bahkan hingga terlepas atau berputar dari posisinya.

Oleh karena itu, gejala dan tanda-tanda yang dirasakan setiap penderita patah tulang bisa berbeda. Mungkin ada yang hanya merasakan satu gejala, tetapi ada juga yang mengalami berbagai gejala. Bahkan pada patah tulang kaki ringan, penderitanya bisa tidak menyadari adanya tulang yang patah dan mengira bahwa itu hanya keseleo.

Agar lebih jelas, berikut tanda-tanda, gejala, atau ciri-ciri patah atau retak tulang yang umum dan mungkin terjadi:

  • Nyeri atau sakit

Nyeri atau sakit merupakan tanda-tanda fraktur yang paling umum dirasakan. Umumnya, rasa nyeri ini terasa di area sekitar tulang yang mengalami retak atau patah, baik itu pergelangan tangan, lengan, pinggul, kaki, dan sebagainya.

Rasa nyeri bisa terasa hebat, parah, dan secara tiba-tiba setelah Anda mengalami cedera. Terkadang, Anda sampai tidak mampu untuk menggerakkan area tubuh yang terasa nyeri tersebut. Namun, ada pula yang hanya merasakan nyeri bila menekan, menyentuh, atau menggerakkan area tubuh yang mengalami cedera.

  • Bengkak, kemerahan, dan terasa hangat

nyeri sendi kaki

Ciri-ciri fraktur lainnya yang umum terjadi adalah bengkak di sekitar area tulang yang patah. Dilansir dari Nationwide Children’s Hospital, pembengkakan merupakan reaksi tubuh yang terjadi ketika Anda mengalami cedera akibat kecelakaan, jatuh, dan sebagainya.

Umumnya, pembengkakan ini dibarengi dengan kemerahan serta terasa hangat dan lunak di kulit sekitar tulang yang mengalami fraktur. Kemerahan dan rasa hangat ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke area yang cedera, sedangkan pembengkakan adalah hasil dari peningkatan pergerakan cairan dan sel darah putih ke area cedera.

  • Deformitas atau perubahan bentuk tulang

Selain dua tanda di atas, deformitas atau perubahan bentuk tulang juga kerap menjadi gejala yang dirasakan penderita fraktur. Meski demikian, tidak semua penderita patah tulang akan mengalami gejala ini.

Beberapa jenis fraktur, seperti fraktur stres, mungkin hanya mengalami retak dan tulang tetap berada pada posisinya. Pada kondisi ini, Anda mungkin tidak melihat adanya deformitas pada area tubuh Anda.

Di sisi lain, sebagian besar jenis fraktur mungkin akan memperlihatkan bentuk tulang yang berubah, seperti bengkok atau menekuk pada jenis fraktur greenstick atau adanya area yang menonjol di kulit pada tipe patah tulang torus atau buckle. Pada kasus yang parah, tulang yang patah bahkan bisa menembus kulit dan terlihat oleh Anda.

  • Sulit menggerakkan area tubuh yang mengalami patah tulang

Salah satu fungsi tulang adalah memberi kemampuan tubuh untuk bergerak. Ketika jaringan tubuh tersebut rusak, kemampuan Anda untuk menggerakkan tubuh pun menjadi menurun. Oleh karena itu, ketika tulang Anda patah atau rusak akibat fraktur, Anda mungkin akan merasakan gejala berupa sulit menggerakkan area tubuh yang mengalami patah tulang tersebut.

  • Ada bunyi retakan atau patahan

Tulang adalah jaringan tubuh yang bersifat kaku. Sama seperti benda yang keras dan kaku, tulang yang mengalami patah atau retak mungkin akan terdengar suara khas seperti bunyi ‘krek’. Bunyi ini umumnya terdengar saat kecelakaan atau cedera itu terjadi.

  • Mati rasa di area yang patah tulang

Sama seperti pembengkakan, mati rasa atau kesemutan juga sering terjadi setelah Anda mengalami cedera. Oleh karena itu, patah tulang akibat cedera mungkin menunjukkan ciri-ciri atau tanda berupa mati rasa atau kesemutan pada penderitanya. Gejala mati rasa ini bisa terjadi di jenis fraktur apapun, tetapi umumnya paling sering dialami pada pasien yang mengalami patah tulang tangan, kaki, lengan, dan tungkai.

Ciri-ciri fraktur sesuai dengan lokasi tulang yang patah

patah tulang spiral

Tanda-tanda dan gejala patah tulang atau fraktur di atas bisa terjadi di area tulang manapun. Namun, setiap lokasi tulang umumnya menimbulkan ciri-ciri atau gejala khas bila mengalami fraktur atau patah tulang. Berikut ciri-ciri, tanda-tanda, dan gejala fraktur yang khas sesuai dengan lokasi tulang yang mengalami patah atau retak:

  • Patah tulang lengan: Terlihat bengkok yang tidak normal.
  • Patah pergelangan tangan: Tidak dapat memegang benda, tangan menjadi bengkok atau cacat.
  • Patah tulang jari tangan: Buku jari tertekan.
  • Patah tulang kaki (tungkai dan pergelangan kaki): Tidak mampu berjalan.
  • Patah tulang lutut: Tidak mampu berjalan dan meluruskan lutut.
  • Patah tulang jari kaki: Perubahan warna jari serta tidak nyaman saat berjalan.
  • Patah tulang pinggul: Tidak mampu bangun dari jatuh dan berjalan serta kaki di sisi pinggul yang cedera menjadi lebih pendek.

Beberapa jenis atau lokasi patah tulang lainnya mungkin menimbulkan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di tangan dan kaki pada artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit