home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Menghadapi Teman yang Egois

Cara Menghadapi Teman yang Egois

Cara menghadapi teman egois mungkin menjadi keresahan orang-orang yang mengalaminya. Terkadang, karakter teman egois membuat Anda lelah menghadapinya. Tak jarang, Anda memilih untuk menjauh dari mereka karena tak kuasa berkompromi dengan sifat-sifat mereka.

Namun, apakah meninggalkan mereka adalah satu-satunya cara menghadapi teman egois? Apakah ada cara lain untuk tetap berteman dengan mereka? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa saja karakter orang yang egois?

Sebelum mencoba cara menghadapi teman egois, Anda patut memahami apa itu orang yang egois. Secara harafiah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, egois berarti orang mementingkan diri sendiri.

Dikutip dari Psychology Today, ada dua karakteristik utama dari orang ini, yaitu:

  • Punya perhatian berlebihan atau merasa eksklusif terhadap dirinya sendiri.
  • Tidak memedulikan kebutuhan atau perasaan orang lain.

Orang yang egois tidak mudah dikenal. Mereka mampu bersikap ramah saat bertemu dengan orang baru. Mereka yang mementingkan diri sendiri menyadari bahwa mereka, pada tingkat tertentu, memiliki kualitas sikap yang tidak menarik.

Dikutip dari Everyday Health, orang yang egois mempunyai ciri-ciri khusus, seperti:

  • Mementingkan kepentingan diri sendiri.
  • Hanya peduli dengan kebutuhan dan keinginannya.
  • Tidak bisa melihat pandangan orang lain.
  • Tidak peduli pada orang lain.

Kita semua mungkin pernah merasa melakukan sikap-sikap yang disebutkan di atas, tapi orang yang egois selalu melakukannya tanpa henti.

Orang-orang yang sangat egois bahkan bisa berbohong atau memanipulasi untuk mencapai kebutuhan dan keinginannya sendiri. Jika Anda punya teman egois yang sangat mementingkan diri sendiri, dia bisa saja sedang menghadapi gangguan kepribadian narsistik.

Namun, menjadi egois tak selamanya buruk, asalkan dilakukan pada saat yang tepat. Women’s Health merangkum empat situasi yang justru memerlukan sikap egois, yaitu:

  • Ketika Anda membutuhkan bantuan
  • Ketika Anda mengutarakan keinginan di ranjang
  • Ketika Anda menetapkan waktu yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan
  • Ketika Anda mendamba-dambakan “waktu sendiri” sejak lama.

Bagaimana cara menghadapi teman egois?

Menghadapi teman egois bisa sangat berat dan membuat frustasi, terlebih ketika Anda punya hubungan yang serius dengan mereka. Mereka yang memikirkan diri sendiri cenderung memperlakukan orang lain dengan buruk karena mereka menganggap teman hanyalah objek untuk menuruti keinginan mereka.

Jika pergi dari mereka adalah pilihan terakhir, Anda bisa melakukan empat cara menghadapi teman egois berikut ini:

Memahami dari mana mereka berasal

Memahami bukan berarti membiarkan seseorang berlaku egois sesuka mereka. Namun, jika Anda bisa menemukan apa yang memotivasi mereka melakukan itu, Anda akan mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk merespons dengan cara yang membuat sikap egois menurun.

Jangan tersinggung

Hanya karena seseorang mengatakan Anda egois, itu tidak berarti Anda benar-benar melakukan kesalahan. Teman yang egois mungkin ingin melakukan hal yang tepat untuk mereka, tapi tidak untuk Anda.

Jangan berasumsi

Kita sering membuat asumsi tentang apa yang memotivasi orang untuk menjadi lebih baik atau buruk, tapi asumsi itu seringkali tidak akurat.

Untuk menghindari asumsi yang salah, Anda bisa bertanya pada teman egois untuk menjelaskan beberapa hal. Beberapa di antaranya mungkin soal bagaimana mereka menjadi egois.

Ingatlah bahwa keegoisan dalam kadar tertentu adalah sehat

Keegoisan yang sehat tidak hanya mengingatkan teman Anda yang egois untuk menjaga diri mereka sendiri, tetapi juga menjaga Anda sebagai temannya.

Kepedulian dan kedermawanan tanpa pamrih pun tidak benar-benar tanpa pamrih. Jika itu bisa membuat Anda senang melakukan sesuatu orang lain, itu masih egois. Namun, hal tersebut tidak membuatnya buruk.

Beberapa cara menghadapi teman egois yang lain juga termasuk beberapa hal di bawah ini:

  • Jangan mencoba mengubah sifat mereka
  • Jangan masuk ke dalam permainan mereka
  • Tetaplah realistis dan sadar bahwa mereka tidak akan mempertimbangkan kebutuhan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

4 Times It’s OK to Be Selfish. https://www.womenshealthmag.com/life/a19921284/when-to-be-selfish/. Accessed December 11, 2019.

4 Ways to Deal With Selfish People in Your Life. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-couch/201403/4-ways-deal-selfish-people-in-your-life. Accessed December 11, 2019.

Common Traits Of The Self-Centered Person. https://www.everydayhealth.com/healthy-living/common-traits-self-centered-person/. Accessed December 11, 2019.

Egois. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/egois. Accessed December 11, 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Fajarina Nurin pada 05/02/2020
x