Orang yang Negatif Ternyata Beda dengan Orang Toxic, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Istilah ‘orang negatif’ dan ‘orang toxic’ sering dikaitkan antara satu sama lain. Katanya, Anda lebih baik menghindari tipe orang seperti ini supaya hidup lebih bahagia. Namun, tahukah Anda bahwa ada perbedaan antara orang yang berpikir negatif dan orang yang berperilaku toxic?

Seseorang bisa saja memiliki sikap negatif, tapi ia belum tentu toxic bagi orang lain di sekitarnya. Bahkan, Anda mungkin saat ini berteman dengan orang yang negatif tanpa merasa dirugikan dalam hal apa pun. Jika demikian, apa sebenarnya yang membuat kedua tipe orang ini jadi berbeda?

Perbedaan orang negatif dan orang toxic

toxic people

Ketika Anda bertemu orang toxic yang senang melakukan bully, selalu mementingkan dirinya sendiri, atau sengaja membuat konflik dengan banyak orang, wajar bila respons pertama Anda adalah meninggalkan mereka.

Dari segi kesehatan pun, langkah seperti ini memang disarankan untuk mengurangi konflik yang tidak perlu. Meski demikian, situasinya jadi berbeda jika Anda tidak sedang menghadapi orang yang toxic dan merugikan, melainkan orang negatif.

Pada beberapa momen, Anda mungkin pernah mengenal orang yang memandang segala hal dari sisi buruknya. Entah teman, pasangan, atau diri sendiri, orang negatif adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup. Tidak heran, mengingat manusia memang cenderung lebih dekat dengan sikap negatif.

Orang yang negatif cenderung bersikap suram, tidak gampang percaya, bahkan kadang terkesan tidak ramah. Mereka juga menunjukkan sikap pesimis yang mengharapkan hasil terburuk saat melakukan atau menantikan sesuatu.

tanda toxic relationship

Penggambaran umum tersebut memang terdengar buruk, tapi itu bukan alasan untuk menjauhi orang negatif. Pasalnya, sikap negatif timbul karena seseorang merasa tidak cukup dihargai dan dicintai. Mereka pun merasa tidak memiliki kontrol atas hidupnya.

Faktor tersebut sebetulnya juga dapat membuat seseorang bersikap toxic. Bedanya, orang toxic cenderung memanipulasi orang lain demi kepentingan sendiri. Mereka ingin memenuhi keinginannya walaupun dengan cara ekstrem yang merugikan orang lain.

Sikap negatif dan sikap toxic sama-sama merupakan cerminan dari orang yang pernah mengalami hal buruk dalam hidupnya. Hanya saja, orang yang toxic mengungkapkan cerminan tersebut dengan perilaku yang merugikan banyak pihak.

Mereka sering kali menciptakan drama dalam hidupnya, tapi melihat dirinya sebagai korban atau terkadang pihak yang ‘jahat’. Akibatnya, orang-orang di sekitar mereka mungkin merasa dikhianati, dibuang begitu saja, atau dimanfaatkan.

Sikap ‘negatif’ dan ‘toxic’ memang sangat lekat. Seseorang bisa saja memiliki keduanya sekaligus. Akan tetapi, tidak berarti semua orang yang pesimis dan negatif sudah pasti toxic. Perbedaannya akan terlihat bila Anda sering berinteraksi dengan orang tersebut.

Cara menghadapi orang negatif tanpa meninggalkannya

optimis dan toxic positivity

Berinteraksi dengan orang yang negatif terkadang dapat menguras energi. Jika Anda tidak berhubungan dekat dengan orang tersebut, mungkin tidak terlalu sulit untuk pergi darinya demi kebaikan diri Anda.

Namun, bagaimana bila orang negatif tersebut adalah orang yang berharga bagi Anda? Orang negatif pada dasarnya adalah orang yang mencari bantuan, dan Anda tetap bisa membantu mereka tanpa harus membiarkan energi Anda terkuras.

Berikut beberapa solusi yang dapat Anda lakukan.

1. Memahami apa yang mereka rasakan tanpa membantahnya

Persamaan orang negatif dan orang toxic adalah ingin dihargai, dicintai, dan memiliki kontrol atas hidupnya. Langkah ini mungkin sulit karena Anda seolah memenuhi semua keinginan tersebut, tapi sebenarnya tidak.

Anda hanya perlu mendengarkan apa yang membuatnya bersikap negatif, tetapi Anda tidak perlu menyetujui sikap tersebut bila memang salah. Cukup tunjukkan bahwa Anda berusaha memahami perasaannya.

2. Sepakat dalam beberapa hal

Anda tidak harus setuju dengan semua yang mereka katakan, tetapi Anda boleh saja sepakat dalam beberapa hal. Ini akan membuat mereka lebih terbuka dan tidak merasa sendirian. Setidaknya Anda paham permasalahan mereka.

Sebagai contoh, jika teman Anda bersikap negatif karena pernah diselingkuhi, jangan langsung memintanya berubah. Ceritakan sedikit tentang lika-liku hubungan asmara Anda, misalnya. Ia akan paham bahwa Anda berdua memiliki masalah serupa.

3. Mencari tahu apa yang membuatnya lebih positif

Langkah ini tidak bertujuan untuk memaksa orang lain menjadi positif. Ini sebenarnya adalah bentuk nyata dari rasa peduli. Anda senang melihat orang terdekat merasa positif, dan Anda ingin ia bisa merasakannya lagi.

Namun, jika hal yang disukai orang tersebut berdampak negatif bagi orang lain, Anda tentu bisa mengalihkannya ke arah yang lebih baik. Bila diperlukan, Anda pun dapat meminta bantuan profesional dengan menemaninya ke psikolog.

Orang negatif dan orang toxic tercipta dari akar masalah yang sama. Mereka merasa tidak cukup dihargai dan dicintai, bahkan sering kali mengalami peristiwa buruk. Mereka tidak tahu ke mana harus pergi untuk melepaskan beban tersebut.

Anda dapat menunjukkan dukungan dengan berada di sisi mereka. Coba pahami apa yang mereka rasakan dan tunjukkan bahwa ingin membantu. Walaupun hal ini tidak mengubah mereka, setidaknya Anda berusaha membuat seseorang merasa bahagia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sabar Dulu, Ini 5 Cara Menghadapi Teman Kerja yang Toxic

Menghadapi teman kerja toxic memang susah-susah gampang. Anda perlu menetapkan batas dan menjaga emosi agar tak terpancing lingkungan yang negatif.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 3 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Inilah 4 Tanda Bahwa Anda Menjalin Pertemanan yang Buruk

Tidak semua hubungan pertemanan itu memberi kebaikan. Ada juga yang berdampak buruk. Simak tanda-tanda hubungan pertemanan yang buruk berikut ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 16 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Si Dia Tulus Menjalin Hubungan atau Hanya Memanfaatkan Anda? Ini Tandanya

Salah satu ciri dari hubungan yang tidak sehat adalah Anda dimanfaatkan oleh pasangan dan begitu juga sebaliknya. Kenali yuk, apa saja ciri-cirinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 21 Agustus 2019 . Waktu baca 6 menit

Tips Melepaskan Diri dari Toxic Relationship

Merasa tidak bahagia tetapi sulit untuk melepaskan karena berbagai hal yang menurut Anda sudah salah? Hati-hati terjebak di toxic relationship

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 3 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

toxic people

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
menghadapi orangtua

Kesal Menghadapai Orangtua yang Memojokkan Anda? Hadapi dengan 3 Langkah Bijak Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tanda toxic relationship

5 Tanda Anda Terjebak di Dalam Toxic Relationship, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
menghadapi orang toxic

Cara Menghadapi Orang dengan Kepribadian yang Toxic

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit