4 Manfaat Menyanyi untuk Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mau suara bagus atau tidak, bernyanyi menjadi salah satu cara favorit untuk mengekspresikan perasaan. Tidak hanya dari irama dan lantunan melodinya, tapi lirik lagu kesukaan pun dapat menggambarkan suasana hati kita yang sebenarnya. Entah itu sedang sedih atau senang. Selain itu, ada juga manfaat lain dari bernyanyi untuk kesehatan mental Anda, lho! Simak penjelasan manfaat bernyanyi dari para ahli berikut ini. 

Manfaat bernyanyi untuk kesehatan mental

1. Bikin hati plong

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2017, bernyayi bareng-bareng seperti di paduan suara membuat Anda merasa lebih bahagia. Hasil tersebut didapat setelah peneliti meminta sekelompok orang yang punya gejala depresi atau gangguan kecemasan bernyayi bersama. Peneliti tidak mewajibkan semua pesertanya harus pandai bernyanyi atau punya suara bagus.

Setelah bernyanyi bersama-sama secara rutin setiap minggu, mood semua orang tersebut tampak lebih membaik. Mereka juga merasa lebih bahagia dan dapat bersosialiasi dengan lebih baik di kehidupan sehari-hari.

Peneliti menyimpulkan, kombinasi menyanyi dan bersosialisasi dalam grup menjadi bagian penting dari pemulihan gejala karena keduanya menimbulkan rasa kebersamaan, sejahtera, percaya diri, dan sense of belonging (rasa memiliki dan terlibat dalam lingkungan).

2. Efeknya mirip yoga dan meditasi

Beberapa penelitian meyakini bahwa menyanyi sama berkhasiatnya dengan manfaat meditasi yoga. Salah satunya adalah sebuah penelitian dari Sahlgrenska Academy di Universitas Gothenburg, Swedia. Tim peneliti itu memelajari detak jantung anak-anak remaja anggota paduan suara saat sedang bernyanyi bersama.

Menurut ketua peneliti yang juga seorang ahli musik, Björn Vickhoff, detak jantung anggota paduan suara tidak hanya melambat ketika mereka mulai bernyanyi, tetapi secara bertahap jadi tersinkronisasi. Pada akhirnya, irama jantung setiap anak itu berdetak seirama dengan tempo lagu.

Vickhoff mengatakan, saat menyanyi dan mengembuskan napas, tubuh manusia akan mengaktifkan saraf vagus dari batang otak ke jantung. Saraf vagus yang aktif akan membuat jantung berdetak lebih lambat dan diyakini baik untuk menigkatkan kesehatan emosional.

Vickhoff kemudian membandingkan efek dari manfaat menyanyi dengan manfaat yoga. Nyatanya, keduanya hampir memiliki manfaat yang sama. Vickhoff mengatakan bahwa yoga dan bernyanyi sama-sama menjaga sistem pernapasan tetap terkontrol dengan baik.

Terlebih jika pernapasan Anda baik, efek positifnya juga akan melekat dalam jangka waktu panjang bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.

3. Mengurangi pikiran negatif

Connie Omari, seorang konselor dan terapis di North Carolina Amerika Serikat, juga berpendapat yang sama soal manfaat bernyanyi.

Omari melatih para pasien-pasiennya untuk sering nyanyi, termasuk saat mengemudi sendiri di dalam mobil. Latihan ini dianggapnya bisa menjadi cara mengurangi pikiran negatif yang kadang muncul tanpa diundang saat Anda sedang bengong dalam waktu lama. Misalnya saat menyetir.

Nah, dengan bernyanyi sambil nyetir, Anda mungkin juga dapat sekaligus mengurangi tendensi ingin marah-marah dan mengumpat menghadapi kemacetan jalanan.

4. Mencegah kecemasan

Katie Ziskind, terapis psikologi dari Connecticut, juga mengutarakan manfaat bernyanyi sambil mendengarkan musik. Ia mengatakan bahwa mendendangkan sebuah lagu bisa membuat tubuh melepaskan hormon oksitosin dalam jumlah banyak keluar.

Hormon oksitosin adalah hormon cinta, yang bisa didapat dari jatuh cinta, berhubungan intim, dan juga saat Anda memeluk seseorang. Hormon ini juga bisa termasuk sebagai hormon yang keluar saat Anda merasa bahagia.

Hormon oksitosin juga dapat memunculkan efek relaksasi. Ziskind berpendapat bahwa hormon yang didapat dari manfaat bernyanyi ini dapat mengurangi gejala kecemasan berlebih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Tak banyak yang tahu bahwa kandungan kalium dalam pisang berkhasiat menurunkan risiko stroke. Apa lagi manfaat pisang untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit