home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Kondisi Kesehatan yang Sering Dialami Orang Introvert

4 Kondisi Kesehatan yang Sering Dialami Orang Introvert

Introversion atau introvert merupakan salah satu tipe kepribadian. Mereka yang termasuk kepribadian introvert cenderung punya ciri-ciri fokus kepada pikiran dan perasaan yang berasal dari dalam diri sendiri alias internal, dibandingkan dengan mencari stimulasi yang berasal dari luar.

Tidak seperti ekstrovert yang akan mendapatkan energi dari interaksi sosial, seorang introvert justru merasa harus mengeluarkan banyak energi saat harus bersosialisasi dengan banyak orang. Tak heran bila seorang introvert lebih senang menyendiri atau hanya dengan satu atau dua orang lain.

Contohya, jika seorang introvert pulang dari sekolah atau kerja di mana terdapat banyak orang, biasanya setelah itu mereka perlu menyendiri dan menghabiskan waktu sendirian untuk memulihkan tenaga. Berbeda dengan seorang ekstrovert yang malah harus menghabiskan waktunya dengan keluarga saat pulang sekolah atau kerja.

Nah, orang introvert

Kesehatan mental dan fisik orang introvert

1. Lebih mudah stres di lingkungan yang ramai

Bila Anda memiliki kepribadian introvert, Anda pasti lebih peka dan awas terhadap lingkungan di sekitar. Akan tetapi, menurut Laurie Helgoe, Ph.D., asisten profesor psikologi di Davis & Elkins College dan penulis Introvert Power, kadang hal ini justru bikin Anda rentan stres.

Bahkan dengan banyaknya orang atau sekadar berbasa-basi dalam waktu yang lama, hal itu bisa menguras mental dan membuat stres para introvert. Padahal, bisa dibilang hampir mustahil bagi seseorang untuk menghindari situasi-situasi sosial seperti itu sepenuhnya. Bahkan ketika berangkat ke kantor saja, orang yang duduk di sebelah Anda di kendaraan umum mungkin akan mengajak Anda bicara basa-basi.

Karena itulah orang introvert akan lebih mudah stres daripada orang ekstrovert yang memang menikmati perkumpulan atau interaksi sosial dengan banyak orang.

2. Orang introvert lebih berisiko terkena depresi

Tidak semua orang yang introvert depresi, dan tidak semua orang depresi adalah introvert juga. Tetapi, Helgoe mengatakan bahwa keduanya berhubungan. Hubungan ini dikaitkan oleh adanya ciri khas dari introvert yang cenderung merasakan gejala depresi.

Orang introvert biasanya memang banyak berpikir mendalam soal dirinya dan kehidupannya, tapi dengan kacamata yang realistis. Bila seseorang terlalu tenggelam dalam pikirannya, inilah yang mungkin memicu pemikiran atau perasaan putus asa khas orang depresi.

3. Orang introvert mungkin lebih sering sakit

Menurut sebuah studi tahun 2014 dari University of Nottingham dan University of California, Los Angeles (UCLA) mengatakan bahwa orang yang ekstrovert punya sistem kekebalan tubuh (imun) yang lebih kuat dibanding introvert.

Orang yang ekstrovert tampaknya memiliki sistem imun yang mampu menangani infeksi secara efektif. Ini mungkin karena sifat sosial mereka yang sering lebih sering pergi keluar sehingga tubuhnya jadi lebih kebal terhadap kuman atau virus.

Sedangkan peneliti mengatakan bahwa sistem imun orang introvert mungkin agak lebih lemah karena mereka cenderung lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah. Selain itu, orang introvert juga biasanya lebih jarang mau periksa ke dokter ketika punya keluhan kesehatan tertentu dibandingkan orang ekstrovert.

Biasanya orang dengan kepribadian introvert lebih memilih untuk mengobati sendiri keluhannya dengan obat bebas atau menunggu sampai sembuh sendiri.

4. Lebih cukup tidur dan istirahat

Cukup tidur dan istirahat sangat penting bagi kesehatan seseorang, baik psikis maupun fisik. Nah, menurut penelitian tahun 2010 dari Walter Reed Army Institute, seorang introvert lebih mudah tidur di malam hari daripada seorang ekstrovert.

Hal ini diduga karena setelah seharian penuh terjaga dan berinteraksi dengan banyak orang, mereka yang punya kepribadian introvert cenderung lebih lelah dan kehabisan tenaga di malam hari. Karena itu, mereka lebih cepat tidur.

Akan tetapi, semua ini kembali lagi pada kondisi, sifat, dan kebiasaan masing-masing orang. Kesehatan seseorang memang dipengaruhi oleh banyak hal, bukan cuma faktor kepribadian saja.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

15 Ways introvert affect health http://abcnews.go.com/Health/15-ways-introvert-affect-health/story?id=36457428 Diakses pada 15 November 2017.

Ways introvert affect health  http://www.health.com/health/gallery/0,,20979509,00.html#are-you-an-introvert–1 Diakses pada 15 November 2017.

Introvert or Extrovert Differences When It Comes Health  http://www.medicaldaily.com/introvert-or-extrovert-differences-when-it-comes-health-314956 Diakses pada 15 November 2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x