4 Kondisi Kesehatan yang Sering Dialami Orang Introvert

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 November 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Introversion atau introvert merupakan salah satu tipe kepribadian. Mereka yang termasuk kepribadian introvert cenderung punya ciri-ciri fokus kepada pikiran dan perasaan yang berasal dari dalam diri sendiri alias internal, dibandingkan dengan mencari stimulasi yang berasal dari luar.  

Tidak seperti ekstrovert yang akan mendapatkan energi dari interaksi sosial, seorang introvert justru merasa harus mengeluarkan banyak energi saat harus bersosialisasi dengan banyak orang. Tak heran bila seorang introvert lebih senang menyendiri atau hanya dengan satu atau dua orang lain.

Contohya, jika seorang introvert pulang dari sekolah atau kerja di mana terdapat banyak orang, biasanya setelah itu mereka perlu menyendiri dan menghabiskan waktu sendirian untuk memulihkan tenaga. Berbeda dengan seorang ekstrovert yang malah harus menghabiskan waktunya dengan keluarga saat pulang sekolah atau kerja.

Nah, orang introvert

Kesehatan mental dan fisik orang introvert

1. Lebih mudah stres di lingkungan yang ramai

Bila Anda memiliki kepribadian introvert, Anda pasti lebih peka dan awas terhadap lingkungan di sekitar. Akan tetapi, menurut Laurie Helgoe, Ph.D., asisten profesor psikologi di Davis & Elkins College dan penulis Introvert Power, kadang hal ini justru bikin Anda rentan stres.

Bahkan dengan banyaknya orang atau sekadar berbasa-basi dalam waktu yang lama, hal itu bisa menguras mental dan membuat stres para introvert. Padahal, bisa dibilang hampir mustahil bagi seseorang untuk menghindari situasi-situasi sosial seperti itu sepenuhnya. Bahkan ketika berangkat ke kantor saja, orang yang duduk di sebelah Anda di kendaraan umum mungkin akan mengajak Anda bicara basa-basi.

Karena itulah orang introvert akan lebih mudah stres daripada orang ekstrovert yang memang menikmati perkumpulan atau interaksi sosial dengan banyak orang.

2. Orang introvert lebih berisiko terkena depresi

Tidak semua orang yang introvert depresi, dan tidak semua orang depresi adalah introvert juga. Tetapi, Helgoe mengatakan bahwa keduanya berhubungan. Hubungan ini dikaitkan oleh adanya ciri khas dari introvert yang cenderung merasakan gejala depresi.

Orang introvert biasanya memang banyak berpikir mendalam soal dirinya dan kehidupannya, tapi dengan kacamata yang realistis. Bila seseorang terlalu tenggelam dalam pikirannya, inilah yang mungkin memicu pemikiran atau perasaan putus asa khas orang depresi.

3. Orang introvert mungkin lebih sering sakit

Menurut sebuah studi tahun 2014 dari University of Nottingham dan University of California, Los Angeles (UCLA) mengatakan bahwa orang yang ekstrovert punya sistem kekebalan tubuh (imun) yang lebih kuat dibanding introvert.

Orang yang ekstrovert tampaknya memiliki sistem imun yang mampu menangani infeksi secara efektif. Ini mungkin karena sifat sosial mereka yang sering lebih sering pergi keluar sehingga tubuhnya jadi lebih kebal terhadap kuman atau virus.

Sedangkan peneliti mengatakan bahwa sistem imun orang introvert mungkin agak lebih lemah karena mereka cenderung lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah. Selain itu, orang introvert juga biasanya lebih jarang mau periksa ke dokter ketika punya keluhan kesehatan tertentu dibandingkan orang ekstrovert.

Biasanya orang dengan kepribadian introvert lebih memilih untuk mengobati sendiri keluhannya dengan obat bebas atau menunggu sampai sembuh sendiri.

4. Lebih cukup tidur dan istirahat

Cukup tidur dan istirahat sangat penting bagi kesehatan seseorang, baik psikis maupun fisik. Nah, menurut penelitian tahun 2010 dari Walter Reed Army Institute, seorang introvert lebih mudah tidur di malam hari daripada seorang ekstrovert.

Hal ini diduga karena setelah seharian penuh terjaga dan berinteraksi dengan banyak orang, mereka yang punya kepribadian introvert cenderung lebih lelah dan kehabisan tenaga di malam hari. Karena itu, mereka lebih cepat tidur.

Akan tetapi, semua ini kembali lagi pada kondisi, sifat, dan kebiasaan masing-masing orang. Kesehatan seseorang memang dipengaruhi oleh banyak hal, bukan cuma faktor kepribadian saja.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit