backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Fidgeting, Gerakan Kecil yang Muncul Tanpa Disengaja

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 19/01/2024

Fidgeting, Gerakan Kecil yang Muncul Tanpa Disengaja

Pernahkah Anda tanpa sengaja membuat gerakan kecil, seperti mengetukkan kuku atau tangan? Kebiasaan yang disebut fidgeting ini memang sering kali muncul ketika seseorang bosan atau merasa tidak nyaman.

Namun, dalam kondisi tertentu, fidgeting juga bisa mengindikasikan suatu kondisi psikologis yang membutuhkan penanganan secara khusus.

Apa itu fidgeting?

Fidgeting adalah melakukan gerakan kecil dengan tubuh secara berulang-ulang. Gerakan ini biasanya terjadi tanpa disadari ketika seseorang merasa tidak nyaman, bosan, atau tidak fokus.

Dengan melakukan fidgeting, seseorang akan menjadi lebih waspada atau kembali berkonsentrasi.

Selain itu, fidgeting juga bisa menjadi cara seseorang menyalurkan kegelisahan atau stres, seperti dikutip dari laman Lifespan Health System.

Pasalnya, saat fokus pada gerakan kecil tersebut, Anda akan memutuskan perhatian dari sesuatu yang menyebabkan stres.

Tentang fidget spinner

Sejauh ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa fidget spinner bisa menyalurkan stres maupun meningkatkan konsentrasi.
Pasalnya, mainan tersebut justru bisa membuat Anda terus bergerak secara sadar, bukan tidak disengaja.

Tanda-tanda atau bentuk fidgeting

Meski hanya gerakan kecil, fidgeting sangat mudah dikenali karena Anda melakukan hal tersebut secara berulang-ulang sehingga mungkin mengundang perhatian orang di sekitar.

Berikut adalah berbagai contoh gerakan fidgeting yang mungkin tanpa disadari pernah Anda lakukan.

  • Mengetukkan jari, kaki, atau benda yang sedang dipegang, seperti pensil.
  • Mengedipkan mata berkali-kali.
  • Melipat dan membuka lengan secara berulang.
  • Menyilang dan membuka kaki secara bergantian.
  • Membuat gerakan memutar dengan jari-jari.
  • Menggoyangkan badan ke kiri dan ke kanan.

Setiap orang bisa melakukan fidgeting dengan cara yang berbeda-beda, termasuk yang tidak tertulis di atas.

Jika gerakan tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, jangan ragu untuk datang ke psikolog atau psikiater.

Penyebab fidgeting

adhd dewasa

Fidgeting bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti rasa bosan, gelisah, atau kesulitan untuk fokus.

Selama hanya terjadi sementara dan tidak mengganggu produktivitas Anda sehari-hari, fidgeting bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan.

Namun, jika kondisi ini sudah berdampak pada produktivitas harian Anda, gerakan ini mungkin bukan hanya sekedar penyalur emosi atau pengembali konsentrasi, melainkan gejala dari berbagai kondisi berikut.

1. ADHD

Attention deficit hyperactivity disorder atau ADHD bisa menjadi salah satu penyebab fidgeting yang tidak terkendali.

Salah satu gejala dari kondisi ini adalah gerakan yang terlalu aktif, termasuk menggerakkan bagian tubuh sewaktu-waktu secara repetitif (berulang).

Pada seseorang dengan ADHD, gerakan yang muncul biasanya memiliki tipe seperti berikut.

  • Gerakan tidak terkendali dan berganti-ganti.
  • Tetap bergerak meski sudah diingatkan.
  • Sulit melakukan aktivitas sambil berdiam diri.
  • Meski lebih banyak ditemukan pada anak-anak, ADHD juga bisa terjadi pada orang dewasa.

    2. Gangguan mental

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Contemporary Psychotherapy menunjukkan bahwa fidgeting lebih banyak ditemukan pada orang-orang yang memiliki gangguan mental.

    Dalam penelitian tersebut, sebanyak 21 orang dengan gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder/SAD) menunjukkan gejala fidgeting dengan gerakan yang cukup beraturan.

    Sementara itu, sebanyak 12 orang lainnya yang memiliki SAD sekaligus depresi menunjukkan gerakan yang cenderung tidak teratur.

    Hal tersebut menunjukkan bahwa jenis dan struktur gerakan tersebut mungkin berhubungan dengan kondisi mental seseorang.

    3. Restless legs syndrome

    Gejala utama dari sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome adalah keinginan yang sangat besar untuk menggerakkan kaki.

    Situs National Health Services menyebutkan bahwa keinginan tersebut biasanya semakin kuat pada sore dan malam hari.

    Bukan stres, gerakan kaki secara tiba-tiba pada seseorang dengan RLS diduga berasal dari gangguan pada otak, tepatnya bagian basal ganglia yang berfungsi mengontrol otot dengan dopamin.

    Ketika bagian tersebut rusak, dopamin akan berkurang sehingga menyebabkan gerakan yang tidak disadari.

    Cara mengatasi fidgeting

    Fidgeting bisa menjadi cara menyalurkan stres sekaligus tanda-tanda stres itu sendiri. Jika kondisi ini cukup ringan, Anda sebetulnya tidak membutuhkan penanganan medis.

    Anda bisa mengatasinya dengan cara mencari kegiatan lain untuk menyalurkan stres atau meningkatkan konsentrasi.

    Namun, jika kebiasaan menggerak-gerakkan anggota tubuh ini sudah mengganggu produktivitas Anda atau disebabkan oleh kondisi medis tertentu, cobalah mempertimbangkan untuk mengunjungi dokter atau psikolog.

    Pada kasus fidgeting yang disebabkan oleh restless legs syndrome, dokter bisa memberikan obat yang berfungsi meningkatkan dopamin otak atau obat lainnya berdasarkan gejala yang menyertai.

    Sementara itu, pengobatan untuk ADHD atau gangguan mental lainnya biasanya dilakukan melalui psikoterapi. Anda mungkin juga menerima obat antidepresan atau obat lain sesuai gejala dan tingkat keparahan.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Klinik Chika Medika


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 19/01/2024

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan