Apakah Kleptomania Bisa Disembuhkan? Bagaimana Caranya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda sebenarnya tidak butuh barang tersebut dan Anda punya uang untuk membelinya. Akan tetapi, muncul dorongan luar biasa untuk mencuri barang itu. Inilah penjelasan sederhana dari kondisi psikologis langka yaitu kleptomania. Sering kali, orang yang mengidap kleptomania diasingkan dan dicap buruk karena kebiasaannya mencuri. Pasalnya, banyak orang menganggap bahwa mustahil untuk menyembuhkan kleptomania.

Eits, tunggu dulu. Sebelum berasumsi kalau kleptomania tak bisa disembuhkan, sudahkah Anda memahami sesungguhnya apa itu kleptomania? Bisakah kondisi ini diperbaiki? Simak jawabannya di bawah ini.

Apa itu kleptomania?

Kleptomania adalah gangguan/kesulitan mengendalikan keinginan atau dorongan untuk mencuri. Gangguan ini munculnya tak cuma sekali, melainkan terus-menerus. Berbeda dengan orang yang gemar mengutil, orang dengan kleptomania tidak punya sasaran atau rencana yang matang. Keinginan untuk mencuri timbul begitu saja dan sulit sekali hilangnya.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab kleptomania. Namun, menurut para ahli kondisi ini sangat besar kaitannya dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Pasalnya, orang dengan kleptomania mengalami kelainan pada saraf dan sirkuit otak yang mengatur sistem reward (ganjaran). Letaknya di bagian depan dan tengah otak manusia. Pola pemikiran orang dengan kleptomania juga mirip dengan orang yang mengalami kecanduan.

Apakah kleptomania bisa disembuhkan?

Karena penyebab pasti kleptomania belum ditemukan, sejauh ini belum ada pengobatan tertentu yang bisa menyembuhkan kleptomania sepenuhnya. Pengobatan yang ditawarkan lebih fokus untuk mengendalikan dorongan mencuri serta menekan rasa puas setelah mencuri sesuatu. Namun, bukan mustahil kalau dorongan tersebut suatu hari akan muncul lagi.

Cara menyembuhkan kleptomania

Untuk membantu menyembuhkan kleptomania, Anda tidak bisa bergantung pada satu metode pengobatan saja. Psikiater atau psikolog biasanya menganjurkan gabungan antara konseling dan pemberian obat-obatan.

Dalam konseling, Anda dan terapis biasanya akan menjalani sesi pertemuan beberapa kali untuk menggali pemicu perilaku Anda. Setelah itu, terapis akan menggunakan pendekatan tertentu guna mengubah pola pikir Anda. Biasanya pendekatan yang dipakai adalah terapi kognitif dan perilaku (CBT). Dari sini, Anda akan diajari teknik jitu untuk mengendalikan keinginan mencuri. Keluarga atau orang terdekat Anda juga mungkin diajak ikut terapi untuk mendampingi dan mendukung perubahan perilaku Anda.

Supaya lebih efektif, konseling bisa disertai dengan pemberian obat-obatan. Menurut seorang ahli kejiwaan dr. Jon Grant, obat-obatan yang diresepkan dokter bisa mengendalikan produksi hormon endorfin dalam otak. Endorfin sendiri berperan untuk memberikan kepuasan khusus setelah mencuri. Dengan menekan kadar endorfin, kegiatan mencuri tak terasa memuaskan lagi bagi orang yang mengonsumsi obat ini. Karenanya, pengidap kleptomania jadi tidak begitu ingin mencuri atau bahkan berhenti mencuri sama sekali.  

Yang harus dicatat saat menyembuhkan kleptomania

Seorang pakar psikologi klinis dan forensik sekaligus peneliti kleptomania, Elizabeth Corsale mengingatkan bahwa tak ada jalan pintas untuk menyembuhkan kleptomania. Anda membutuhkan proses yang lama dan penuh tekad supaya bisa mengendalikan dorongan mencuri.

Lebih lanjut, Elizabeth menjelaskan seseorang dikatakan berhasil menjalani pengobatan untuk kleptomania kalau ia memenuhi beberapa kriteria. Yang pertama yaitu menekan keinginan mencuri dalam jangka panjang, dalam artian kondisinya tidak akan kambuh lagi. Kedua yaitu bisa menjalani hidup dengan baik dilihat dari aspek karier, hubungan pribadi, dan kesehatan mentalnya. Yang terakhir adalah berhasil memaafkan dan move on dari perilakunya di masa lalu. Maksudnya, ia tidak kemudian mengalami trauma psikologis karena dulu mengidap kleptomania.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Putus cinta bukanlah kalimat yang mudah diterima begitu saja. Cari tahu kenapa cinta Anda atau pasangan bisa hilang dan memudar meski sudah berjalan lama.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit