Ternyata, Ini Penyebab Seseorang Bisa Jadi Kleptomania

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 September 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mencuri adalah perbuatan kriminal dengan mengambil sesuatu milik orang lain tanpa izin. Namun, kebiasaan buruk ini bukan hanya terjadi karena kebutuhan dan disengaja, melainkan bisa menjadi indikasi penyakit mental, yaitu kleptomania.

Penyakit mental ini bisa membuat seseorang kesulitan untuk menahan diri untuk tidak mencuri atau mengambil barang milik orang lain. Padahal, barang tersebut tidak mereka butuhkan, mampu mereka beli, atau bahkan tidak bernilai uang jika dijual kembali. Setelah melakukan pencurian, orang dengan kondisi ini akan merasa rileks dan lega.

Jadi, apa saja penyebab seseorang memiliki kleptomania? Cari tahu jawabannya pada ulasan di bawah ini.

Penyebab kleptomania yang perlu Anda ketahui

Sebenarnya penyakit “suka mencuri” ini tidak diketahui secara pasti. Namun, beberapa teori menunjukkan bahwa adanya perubahan otak pada pasien dengan kondisi ini dikaitkan dengan beberapa hal, seperti:

1. Adanya masalah dengan serotonin

Serotonin adalah zat kimia alami yang diproduksi tubuh dari asam amino trytophan dan dapat ditemukan pada otak, sistem pencernaan, dan dalam trombosit darah. Serotonin memiliki peran penting bagi tubuh, seperti membantu proses penyembuhan luka, menjaga kesehatan tulang, serta mengatur suasana hati dan emosi.

Kadar serotonin di dalam tubuh sangat rendah, bisa membuat seseorang rentan mengalami perilaku impulsif. Yaitu, melakukan suatu hal secara tiba-tiba sesuai suasana hati tanpa memikirkan akibatnya. Inilah kenapa peneliti mengaitkan adanya masalah dengan serotonin dengan penyakit mental “suka mencuri”.

2. Memiliki gangguan adiktif

senyum bikin bahagia

Mungkin pada awalnya tindakan mencuri ini dilakukan karena terpaksa akibat kesulitan ekonomi. Setelah berhasil melakukan pencurian sekali, dua kali, dan seterusnya, mencuri bisa jadi kebiasaan dan membuat ketagihan. Kenapa?

Mencuri dapat melepaskan dopamin, yaitu hormon yang merangsang perasaan senang. Nah, perasaan tegang, senang, dan lega yang dilakukan setelah dan selama mencuri tersebut, kemungkinan menjadi dorongan seseorang untuk melakukannya berulang kali.

3. Ketidakseimbangan sistem opiod otak

gejala sakau narkoba sabu

Pengunaan obat terlarang, seperti opioid bisa menyebabkan ketidakseimbangan opioid di otak. Akibatnya, seseorang akan jadi kecanduan dan ketergantungan dengan obat ini.

Ketergantungan opioid bisa menyebabkan gangguan adiktif; seseorang jadi tidak mampu menahan dirinya melakukan suatu hal. Misalnya, mengambil barang milik orang lain dan kemungkinan melakukan tindakan tersebut berulang kali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Mood Disorder (Gangguan Suasana Hati)

Perubahan mood normal terjadi. Namun, bila terus menerus, mungkin tanda mood disorder (gangguan suasana hati). Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Mood 15 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD adalah kondisi serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

10 Langkah Efektif untuk Mengendalikan Amarah

Amarah yang tak terkontrol bisa merusak hubungan pribadi dan sosial, tapi berdampak pada fisik. Ketahui cara mengendalikan amarah berikut.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 11 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

takut pada anjing

Takut Berlebihan Terhadap Anjing, Tanda Gangguan Cynophobia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
agoraphobia adalah apa itu

Agoraphobia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
gangguan bipolar adalah

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
perfeksionis

Menjadi Seorang Perfeksionis itu Baik atau Buruk, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit