backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Baking Therapy, Membuat Kue untuk Atasi Stres dan Cemas

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 12/01/2024

Baking Therapy, Membuat Kue untuk Atasi Stres dan Cemas

Setiap orang tentu memiliki caranya masing-masing untuk mengatasi kecemasan atau emosi negatif lainnya. Jika Anda belum menemukannya, satu hal yang mungkin bisa Anda coba adalah baking therapy alias terapi membuat kue.

Apa yang membuat terapi ini berbeda dengan kegiatan membuat kue pada umumnya? Simak jawabannya berikut ini!

Apa itu baking therapy?

Baking therapy adalah kegiatan membuat kue yang dilakukan sebagai terapi untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.

Kegiatan ini juga dikenal sebagai therapeutic baking atau terapi membuat kue. Cara melakukan terapi ini pada dasarnya tidak berbeda dengan membuat kue seperti biasanya.

Namun, Anda diharapkan tidak fokus dengan hasil akhir yang sempurna, melainkan proses yang dilalui.

Keseluruhan proses membuat kue ini juga diharapkan dapat melatih Anda dalam menerapkan mindfulness, yaitu fokus terhadap apa yang Anda lakukan dan rasakan pada momen tersebut.

Manfaat baking therapy bagi kesehatan

memasak bersama anak agar tidak bosan

Penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Positive Psychology menunjukkan bahwa kebiasaan mengekspresikan kreativitas, seperti memasak dan membuat kue, dapat membuat seseorang merasa lebih santai dan bahagia dalam hidupnya.

Dalam penelitian tersebut, ada 658 orang yang memiliki antusiasme lebih besar untuk beraktivitas di kemudian hari setelah membuat kue atau memasak.

Ada banyak cara bagaimana membuat kue bisa menjadi salah satu terapi kecemasan. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Meningkatkan fokus

Orang yang membuat kue akan memfokuskan pikirannya dengan adonan di depannya. Alhasil, pikiran lain yang mungkin selama ini sedang mengganggunya akan teralihkan.

Dengan fokus tersebut, baking therapy akan memudahkan Anda dalam menerapkan mindfulness.

Mindfulness adalah jenis meditasi yang melatih fokus terhadap lingkungan sekitar dan emosi yang sedang Anda rasakan.

Membuat kue akan menyadarkan Anda bahwa ada berbagai hal yang bisa dinikmati, mulai dari aroma, rasa, hingga kue yang sudah jadi.

2. Meningkatkan kreativitas

Perjalanan kreativitas dimulai sejak Anda memilih kue apa yang akan dibuat.

Meski mengikuti resep, Anda tetap perlu menggunakan tangan untuk menimbang adonan, mencetak, hingga mendekorasinya. Proses inilah yang dinilai mampu membantu mengatasi stres.

Namun, seperti dikutip dari laman Kaiser Permanente, proses kreatif seharusnya bertujuan untuk mencapai hasil yang realistis, bukan kesempurnaan.

Artinya, wajar jika Anda gagal membuat kue selama Anda menikmati proses tersebut.

3. Mendukung terapi okupasi

Saat membuat kue, secara tidak sadar Anda juga akan menggerakkan leher, bahu, lengan, hingga siku.

Pada proses tertentu, seperti menguleni adonan, Anda bahkan harus bekerja lebih keras. Berbagai gerakan itulah membuat kue dinilai bisa mendukung terapi okupasi.

Okupasi merupakan jenis terapi yang bertujuan mengembalikan kemampuan fisik seseorang akibat cedera atau kelainan bawaan.

4. Melatih ketajaman indra

Dalam dunia psikologi, dikenal teknik grounding untuk mengatasi emosi negatif, seperti kecemasan, kesedihan, hingga amarah.

Terapi ini bertujuan untuk mengurangi stres dan kecemasan dengan cara memfokuskan perhatian Anda melalui pancaindra.

Meski tidak bisa sepenuhnya menggantikan teknik grounding, baking therapy bisa membantu Anda meningkatkan fokus berbagai indra.

Saat membuat roti, misalnya, Anda akan memanfaatkan indra peraba (kulit) untuk merasakan tekstur atau penciuman (hidung) untuk menghirup aroma kue.

5. Melatih kesabaran

Kesabaran adalah hal yang sulit dipelajari, padahal ini merupakan kemampuan penting saat harus menghadapi kondisi yang sering kali tidak sesuai dengan harapan.

Therapeutic baking tidak hanya bisa mengurangi stres, tetapi juga melatih kesabaran. Ini karena saat membuat kue, Anda harus menunggu adonan supaya mengembang dengan sempurna.

Anda juga perlu sabar saat memanggang kue hingga matang sempurna. Jika terburu-buru, Anda tahu tidak akan mendapatkan hasil yang terbaik.

6. Menebarkan kebahagiaan

Kue merupakan salah satu olahan yang bisa dimakan bersama-sama.

Bayangan ketika membagikan kue buatan Anda bisa meningkatkan kebahagiaan untuk diri sendiri sekaligus menciptakannya untuk orang lain.

Membuat kue juga bisa menjadi cara untuk menunjukkan cinta dan kepedulian bagi orang di sekitar. Ini bisa menjadi langkah yang bagus untuk menjalin hubungan baik dengan seseorang.

Membuat kue memang bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah seseorang memendam emosi negatif, seperti stres, cemas, marah, dan lain sebagainya.

Namun, baking therapy tidak bisa menggantikan perawatan dari psikolog atau psikiater. Jadikanlah kegiatan ini sebagai pelengkap perawatan Anda.

Begitu pun jika kecemasan Anda tidak kunjung membaik setelah membuat kue, jangan ragu untuk meminta bantuan pada tenaga kesehatan mental profesional.

Kesimpulan

  • Membuat kue bisa menjadi salah satu cara untuk menyalurkan stres dan emosi negatif lainnya.
  • Baking therapy bisa dilakukan seperti ketika Anda akan membuat kue pada umumnya.
  • Namun, pastikan untuk menikmati prosesnya alih-alih fokus dengan hasil yang sempurna.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 12/01/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan