Jangan Mau Ditipu! Ini Alasan Orang Mudah Percaya Berita Hoax

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan teknologi dan komunikasi harusnya menjadi batu loncatan bagi masyarakat. Namun, bukannya semakin maju, pengguna Internet justru semakin dibuat resah karena munculnya isu-isu yang ternyata hanya kebohongan belaka (hoax, dibaca hoks). Berita hoax tak akan jadi masalah kalau orang-orang tidak mudah percaya dan menyebarkannya. Sayangnya, banyak sekali pengguna Internet yang mudah terjebak hoax. Bagaimana ini bisa terjadi? Simak penjelasannya berikut ini!

Mengapa orang mudah percaya berita hoax?

Menurut para pakar psikologi dan ilmu saraf, setiap orang punya kecenderungan alami untuk memercayai informasi yang mudah dicerna. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis aktivitas otak dengan alat pindai fMRI. Dari pemindaian tersebut, diketahui bahwa otak akan melepaskan hormon dopamin setiap kali Anda berhasil memahami fakta atau pernyataan tertentu. Dopamin bertanggung jawab untuk membuat Anda merasa positif, bahagia, dan nyaman.

Sementara ketika menerima informasi yang menjelimet, justru bagian otak yang mengatur rasa sakit dan muak yang lebih aktif. Jadi tanpa sadar, otak manusia memang lebih menyukai hal yang sederhana dan mudah dipahami, bukan berita-berita yang harus dipikirkan dulu.  

Memahami bias konfirmasi

Di samping reaksi alamiah otak terhadap berita bohong, ada alasan lain mengapa Anda gampang percaya isu-isu yang beredar. Setiap orang mungkin menganggap dirinya cukup pintar dan kritis saat menyaring informasi. Namun, secara tak sadar sebenarnya setiap orang memiliki bias konfirmasi.

Dalam ilmu kognitif dan psikologi, bias konfirmasi adalah kecenderungan untuk mencari atau menafsirkan berita yang sesuai dengan nilai-nilai yang sudah dimiliki seseorang. Sebagai contoh, Anda percaya anak sulung pasti lebih cerdas daripada anak bungsu. Karena sudah meyakini nilai ini, ketika bertemu dengan seorang anak sulung, Anda akan mencari bukti dan pembenaran (konfirmasi) atas keyakinan tersebut. Anda pun mengabaikan fakta dan kejadian nyata di mana anak bungsu malah lebih cerdas dan sukses daripada kakak-kakaknya.

Bias konfirmasi inilah yang mengaburkan pikiran saat menerima informasi yang beredar melalui situs berita, media sosial, atau aplikasi chatting. Misalnya berita hoax soal adanya simbol palu arit di rupiah edisi baru. Mereka yang terjebak hoax ini sebenarnya sudah punya keyakinan bahwa ada gerakan tertentu yang ingin membangkitkan komunisme di Indonesia. Maka, ketika ada isu simbol palu arit di rupiah baru yang seolah membenarkan (mengonfirmasi) keyakinan tersebut, mereka pun akan percaya begitu saja.

Cara menyaring dan menghindari berita hoax

Dengan cara-cara berikut ini, Anda bisa mencegah jebakan berita-berita bohong yang disebarkan di Internet.

1. Baca dulu beritanya

Untuk menjebak pembaca, situs berita atau konten di media sosial sering memakai judul yang heboh dan memancing emosi. Padahal ketika dibaca isinya dari awal sampai akhir, beritanya tidak masuk akal atau mengada-ada. Selalu baca beritanya sampai habis, terutama soal isu-isu hangat yang sedang ramai diperbincangkan. Selain itu, jangan sembarangan membagikan (sharing) berita yang belum Anda baca isinya.

2. Cari tahu sumbernya

Biasakan untuk mencari tahu sumber dan asal beritanya. Kadang, penyebar isu bahkan berani mengarang nama sumber ahli atau lembaga tertentu supaya beritanya terdengar asli. Pastikan informasi yang Anda dapatkan ada sumber resminya, misalnya dari badan pemerintah atau kantor berita terpercaya.

3. Kenali ciri-ciri berita hoax

Ciri hoax yang pertama adalah isunya begitu menggemparkan dan memicu emosi tertentu, misalnya resah atau jengkel. Kedua, beritanya masih simpang siur. Belum ada sumber resmi yang angkat bicara atau mengonfirmasikan kebenarannya. Selain itu, biasanya tak ada penjelasan yang runut atau masuk akal. Anda mungkin hanya dapat informasi soal apa yang telah terjadi, bukan kronologi kejadian atau penyebab terjadinya suatu hal secara logis.

Ciri ketiga adalah hoax lebih banyak disebarkan di media sosial daripada di stasiun televisi, situs berita, atau kantor berita resmi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Anda perlu memberikan perawatan yang tepat untuk mencegah infeksi atau timbulnya komplikasi setelah sunat. Perhatikan panduannya berikut ini, ya.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tak ada yang mau punya pacar posesif yang membatasi segala gerak-gerik sehari-hari. Namun, bagaimana bila justru Anda yang posesif? Atasi dengan cara ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Kayu secang sering diolah menjadi minuman wedang secang oleh orang-orang Jawa. Penasaran apa manfaat kayu secang untuk kesehatan? Klik di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cacing pita

4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita Dalam Tubuh, Plus Cara Menghindarinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
lemon dan madu

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu kalori adalah

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit