6 Tanda Anda Menjadi Pelampiasan Dalam Hubungan ‘Rebound Love’

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 April 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda dapat dikatakan terjebak dalam rebound love atau rebound relationship ketika pasangan Anda belum sepenuhnya pulih dari hubungan asmaranya yang baru berakhir sehingga menjadikan Anda sebagai pelarian sementara. Hubungan ini sering kali menimbulkan emosi negatif pada orang-orang yang terlibat di dalamnya, jadi ada baiknya Anda mengetahui apa saja ciri-cirinya.

Tanda-tanda rebound love yang sering luput dari perhatian

Anda baru saja menjalin hubungan dengan seseorang yang belum lama putus cinta, tapi sikapnya mendadak begitu manis? Jangan cepat terbawa perasaan, sebab ini belum tentu menandakan bahwa ia adalah pasangan yang ideal untuk Anda. Coba kenali apakah terdapat ciri-ciri berikut:

1. Tidak punya komitmen jangka panjang

Salah satu ciri utama bahwa Anda menjadi pelarian dalam rebound love adalah tidak adanya komitmen untuk menjalani hubungan jangka panjang. Pasangan Anda mungkin akan memberikan kesan secara tidak langsung bahwa ia belum menginginkan hubungan yang serius, atau belum memikirkan akan membawa ke mana hubungannya dengan Anda.

2. Menghubungi saat merasa butuh

Coba ingat kembali, seberapa sering pasangan Anda menelepon atau mengirim pesan dalam seminggu? Kebanyakan orang yang menjalani hubungan rebound hanya menghubungi pasangan barunya saat merasa sedih, hampa, atau kesepian. Ketika merasa bahagia, ia mungkin malah tidak menghubungi Anda sama sekali.

3. Sering membicarakan mantan kekasihnya

Membicarakan mantan kekasih adalah hal yang lumrah, tapi bisa menjadi tidak wajar jika dilakukan terlalu sering. Begitu pula jika pasangan Anda kerap membandingkan Anda dengan mantan kekasihnya, atau membandingkan hubungannya saat ini dengan hubungannya di masa lalu meskipun bersikeras sudah move on.

4. Pasangan Anda tidak mau terbuka

Hubungan yang baru seharusnya membuat Anda dan pasangan saling mengeksplorasi sifat satu sama lain, tapi tidak demikian dengan rebound love. Pasangan Anda bisa saja akan merahasiakan banyak hal, jarang menghabiskan waktu dengan Anda, tidak mau menjalin kontak mata, atau tidak menjadi dirinya yang sebenarnya.

5. Selalu ingin memamerkan Anda pada mantan kekasihnya

Orang yang terjerat rebound love biasanya belum sepenuhnya sembuh dari rasa sakit hati setelah putus cinta. Jadi, ia akan melakukan segala cara untuk membalas rasa sakit hati tersebut, termasuk dengan memamerkan Anda pada mantan kekasihnya. Pasangan Anda bisa saja melakukannya di media sosial, di hadapan teman-temannya, atau dengan mengenalkan Anda langsung kepada mantan kekasihnya.

6. Tidak diperkenalkan dengan teman-teman pasangan

Pasangan Anda idealnya akan mengenalkan Anda kepada teman-temannya jika ia berkomitmen untuk membawa hubungan ke arah yang lebih serius. Namun, orang yang terjebak dalam rebound love justru cenderung melakukan hal sebaliknya. Ia mungkin tidak akan mengenalkan Anda kepada teman-teman terdekatnya karena tidak beranggapan bahwa hal tersebut penting.

Mengutip laman Psychology Today, hubungan yang terikat dengan rebound love dapat menimbulkan rasa kecewa dan merusak kepercayaan dalam hubungan. Emosi negatif dan rasa sakit hati yang muncul akibat perpisahan juga dapat terbawa ke hubungan yang baru sehingga membuat Anda merasa tidak nyaman.

Bila Anda mendapati tanda-tanda tersebut, maka solusinya adalah menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan untuk menentukan solusinya. Pasalnya, hubungan asmara baru yang sehat memiliki peran penting dalam proses move on pasangan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tanda Hubungan Asmara Tidak Akan Bertahan Lama dan Segera Berakhir

Banyak orang yang tak menyadari bahwa ia dan pasangan sudah lagi tak cocok. Berikut ini adalah tanda hubungan tidak langgeng menurut para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 11 April 2018 . Waktu baca 3 menit

Punya Pasangan Perfeksionis Bisa Bikin Hubungan Jadi Kurang Harmonis

Setiap orang ingin punya hubungan asmara yang sempurna. Tapi jika sampai berubah jadi obsesi, pasangan perfeksionis bisa memicu konflik tak berujung.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 3 April 2018 . Waktu baca 5 menit

5 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Pasangan Kehilangan Pekerjaan

Saat pasangan Anda mulai menganggur, hal itu pasti membuat Anda kecewa. Adakah yang bisa dilakukaan saat pasangan kehilangan pekerjaan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 3 Juli 2017 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan rebound bertahan

Sering Disebut Pelampiasan, Apakah Hubungan Rebound Bisa Bertahan Lama?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
cara mengatasi pasangan ngambek

Hadapi Pasangan yang Ngambek dengan 5 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
cara mempertahankan hubungan bosan dengan pacar

Mulai Jenuh Dengan Si Dia? 4 Trik Ini Bikin Hubungan Kembali Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit
komunikasi dengan pasangan komunikasi dalam hubungan

Supaya Tetap Romantis, Ini 6 Tips Komunikasi dengan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit