Meski Tak Mudah, Jangan Lakukan 4 Hal Ini Setelah Putus Cinta

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tak galau jika sedang putus cinta? Entah itu Anda yang diputuskan atau sebaliknya, tetap saja putus cinta tidak mudah dan bisa bikin galau. Namun, di sisi lain, Anda punya kehidupan yang harus tetap dijalani. Maka itu, Anda butuh berpikir positif dan move on dari kondisi ini. Meski tak mudah, Anda harus bisa membiasakan diri dari sekarang. Ada banyak hal yang sebaiknya tak Anda lakukan setelah putus cinta jika memang mau segera move on. Apa saja?

Setelah putus cinta, hindari hal-hal berikut ini

1. Pura-pura tegar

Banyak orang yang tidak mau mengakui bahwa mereka sedang patah hati, sedih, marah, dan kesal karena putus cinta. Sebagian besar orang justru berpura-pura kalau diri mereka baik-baik saja dan seakan-akan tak ada hal yang terjadi sebelumnya.

Justru, hal ini yang harus Anda hindari jika ingin lepas dari bayang-bayang mantan. Biarkan diri Anda bersedih, menangis, dan cari orang yang bisa mendengarkan curahan hati Anda. Dengan begitu, masalah hati Anda akan lebih cepat selesai ketimbang harus berpura-pura tegar di awal.

Intinya adalah jujur pada diri sendiri tentang apa yang Anda rasakan saat itu, luapkan perasaan dengan cara yang sehat, dan setelah itu Anda akan merasa lebih baik.

2. Langsung mengajak balikan atau menghubunginya terus, hanya karena Anda kesepian

Setelah putus cinta, maka Anda akan merasakan banyak perubahan. Mungkin, tadinya sejak pagi hingga mau tidur malam, hidup Anda tak bisa lepas darinya. Saat Anda merasakan hal ini, mungkin timbul niat untuk menghubunginya kembali, entah itu melalui telepon atau chatting. Namun, percayalah, jika Anda melakukan hal ini, kegalauan Anda tak akan ada habisnya.

Memang sulit pada awalnya untuk beradaptasi dan kehilangan sosok yang biasanya menemani, tapi Anda harus bisa membiasakan diri mulai sekarang. Alihkan pikiran Anda dengan hal-hal lain, misalnya melakukan kegiatan yang sebelumnya tidak bisa Anda lakukan ketika masih bersama si dia. Perbanyak waktu untuk bertemu dengan teman-teman Anda, ini bisa membantu Anda melupakannya.

Lagi pula, coba tanyakan ke diri Anda sendiri, apakah Anda benar kangen dengan si mantan atau hanya kehilangan sosok seorang pasangan? Tentunya kedua hal ini berbeda.

3. Langsung cari pasangan baru, biar cepat move on

Nah, ini yang sering dilakukan banyak orang setelah putus cinta, yaitu buru-baru cari pasangan baru untuk menyembuhkan luka hatinya. Padahal, sebenarnya masalah hati Anda belum selesai dengan si dia. Ya, setelah perpisahan yang menyakitkan, memilih untuk sendiri dulu adalah keputusan yang tepat.

Dengan tidak terburu-buru, Anda bisa menilai dan mencari pasangan yang lebih baik dan sesuai dengan kondisi Anda. Justru bila Anda langsung menjalin hubungan yang baru, membuat Anda cenderung gegabah dan tidak hati-hati ketika memilih pasangan.

Maka, luangkan waktu untuk memproses apa yang telah terjadi dan memetik pelajaran dari apa yang Anda alami dengan si mantan.

4. Berniat untuk membalas dendam

Apa pun masalah yang membuat Anda dan dirinya putus cinta, sebaiknya akhiri sampai di sana saja. Jika Anda berniat untuk melakukan balas dendam, maka akan ada masalah baru yang akan muncul di antara kalian. Hal ini tentu tidak akan membuat hati dan hidup Anda tenang, hanya menimbulkan kegalauan lainnya.

Lagipula, dari pada Anda sibuk memikirkan cara apa yang tepat untuk membalas dendam padanya, lebih baik lakukan hal-hal yang lebih berguna bagi diri Anda. Sekali lagi, hidup Anda masih tetap berjalan dan Anda juga harus fokus pada perkembangan diri Anda sendiri. Jadi, tinggalkan sosok mantan dan beralih lanjutkan hidup.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pedoman Praktis Makanan untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Banyak ibu yang bingung memberikan anaknya makan ketika sudah memasuki usia 1 tahun. Jangan cemas, berikut pedoman praktis makanan anak 1-3 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Asam Lambung Naik Bisa Sebabkan Kanker Kerongkongan?

Asam lambung naik atau refluks yang terjadi secara kambuhan, kemungkinan bisa sebabkan kanker kerongkongan. Cari tahu alasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kanker Lainnya 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

8 Tips Menjaga Bakteri Baik dalam Usus

Tahukah Anda bahwa di dalam tubuh terdapat 100 triliun bakteri usus? Bakteri ini baik untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan 8 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ketika demam, Anda akan memakai termometer untuk mengukur suhu tubuh. Bagaimana cara pakai termometer yang benar sesuai jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kondom dipakai dua kali

Kondom Dipakai Dua Kali, Apa Saja Risiko yang Mungkin Terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
lidah gatal

7 Kondisi Penyebab Lidah Anda Terasa Gatal, dari Masalah Ringan Hingga Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
setelah cabut gigi

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Cabut Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
posisi tidur

Posisi Tidur Mana yang Lebih Baik: Miring ke Kiri Atau Kanan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit